Unhas Kembangkan Teknologi Pascapanen untuk Konversi Kopi Robusta di Bululumba
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:01 WIB
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan kualitas produk kopi petani. Foto: Istimewa
Kopi Robusta asalan menghadapi persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga nilai ekonomi. Mutu bahan baku yang rendah, antara lain akibat pemanenan ceri kopi yang belum matang, dapat memengaruhi karakter sensori dan daya saing produk.
Persoalan tersebut menjadi perhatian tim dosen dan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program pemberdayaan masyarakat bersama CV Kawali Coffee Farm.
Program ini diarahkan pada dua kebutuhan utama mitra. Pertama, meningkatkan mutu green bean kopi Robusta asalan melalui teknik germinasi. Kedua, mengembangkan produk kopi signature melalui teknologi fermentasi terkontrol menggunakan bakteri asam laktat (BAL).
Program tersebut terlaksana melalui hibah Pengabdian kepada Masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Germinasi untuk memperbaiki mutu kopi
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah teknik germinasi atau perkecambahan biji kopi. Teknik ini tidak sekadar mengubah proses pengolahan pascapanen, tetapi memanfaatkan aktivitas biologis di dalam biji untuk memengaruhi pembentukan karakter cita rasa.
Penelitian yang dilakukan Dr. Februadi Bastian menunjukkan bahwa proses perkecambahan dapat mengaktifkan sejumlah enzim dalam biji kopi. Aktivitas enzim tersebut berpotensi membentuk senyawa yang mendukung cita rasa sekaligus mendegradasi senyawa yang berkontribusi terhadap flavor defect.
Persoalan tersebut menjadi perhatian tim dosen dan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program pemberdayaan masyarakat bersama CV Kawali Coffee Farm.
Program ini diarahkan pada dua kebutuhan utama mitra. Pertama, meningkatkan mutu green bean kopi Robusta asalan melalui teknik germinasi. Kedua, mengembangkan produk kopi signature melalui teknologi fermentasi terkontrol menggunakan bakteri asam laktat (BAL).
Program tersebut terlaksana melalui hibah Pengabdian kepada Masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Germinasi untuk memperbaiki mutu kopi
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah teknik germinasi atau perkecambahan biji kopi. Teknik ini tidak sekadar mengubah proses pengolahan pascapanen, tetapi memanfaatkan aktivitas biologis di dalam biji untuk memengaruhi pembentukan karakter cita rasa.
Penelitian yang dilakukan Dr. Februadi Bastian menunjukkan bahwa proses perkecambahan dapat mengaktifkan sejumlah enzim dalam biji kopi. Aktivitas enzim tersebut berpotensi membentuk senyawa yang mendukung cita rasa sekaligus mendegradasi senyawa yang berkontribusi terhadap flavor defect.