Keluarga Bayi Desak RSIA Paramount Ditutup Permanen Usai RDP DPRD Makassar
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Jum'at, 18 September 2026 - 00:42 WIB
Suasana RDP Komisi D DPRD Makassar bersama RSIA Paramount di Ruang Badan Anggaran Gedung DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (17/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan kelalaian di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount yang menyebabkan meninggalnya bayi Al Fared Zareen Putra Ilhamsyah, Kamis (17/9/2026).
RDP berlangsung di Ruang Badan Anggaran Gedung DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani. Dalam rapat tersebut, pihak keluarga korban mendesak agar RSIA Paramount ditutup secara permanen.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, mengatakan pihaknya meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar membentuk tim investigasi untuk melakukan audit eksternal terkait kasus tersebut.
"Kami meminta kepada Dinas Kesehatan untuk membuat tim investigasi guna melakukan audit eksternal, agar kita bisa melihat seperti apa kejadian ini secara terang benderang," terangnya kepada wartawan.
Ari mengatakan, Dinkes Kota Makassar telah menyampaikan sejumlah kekurangan yang ditemukan di RSIA Paramount, mulai dari kapasitas tenaga medis hingga fasilitas penunjang.
"Mulai dari overload kapasitas penanganan dari tenaga bidan, medis, kemudian ada beberapa alat yang tidak memenuhi syarat, bahkan anak bayi ditimbang di atas timbangan komputer, liftnya lambat, dan sebagainya. Itu kan membahayakan jika dilanjutkan secara terus-menerus. Kami akan melakukan rapat internal untuk menyatukan persepsi dengan teman-teman Komisi D dalam membuat rekomendasi," imbuhnya.
Politisi Partai NasDem itu berharap rekomendasi yang dikeluarkan Komisi D nantinya bersifat adil dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
RDP berlangsung di Ruang Badan Anggaran Gedung DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani. Dalam rapat tersebut, pihak keluarga korban mendesak agar RSIA Paramount ditutup secara permanen.
Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, mengatakan pihaknya meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar membentuk tim investigasi untuk melakukan audit eksternal terkait kasus tersebut.
"Kami meminta kepada Dinas Kesehatan untuk membuat tim investigasi guna melakukan audit eksternal, agar kita bisa melihat seperti apa kejadian ini secara terang benderang," terangnya kepada wartawan.
Ari mengatakan, Dinkes Kota Makassar telah menyampaikan sejumlah kekurangan yang ditemukan di RSIA Paramount, mulai dari kapasitas tenaga medis hingga fasilitas penunjang.
"Mulai dari overload kapasitas penanganan dari tenaga bidan, medis, kemudian ada beberapa alat yang tidak memenuhi syarat, bahkan anak bayi ditimbang di atas timbangan komputer, liftnya lambat, dan sebagainya. Itu kan membahayakan jika dilanjutkan secara terus-menerus. Kami akan melakukan rapat internal untuk menyatukan persepsi dengan teman-teman Komisi D dalam membuat rekomendasi," imbuhnya.
Politisi Partai NasDem itu berharap rekomendasi yang dikeluarkan Komisi D nantinya bersifat adil dan mengutamakan kepentingan masyarakat.