Pertamina Gandeng Mahasiswa Perkuat Pengawasan Distribusi BBM & LPG Bersubsidi di Sulsel
Tim SINDOmakassar
Jum'at, 25 September 2026 - 16:45 WIB
Pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan LPG 3 kg di Sulsel diperkuat melalui kolaborasi Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, kepolisian, pemerintah, dan elemen mahasiswa. Foto/Istimewa
Pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram (kg) di Sulawesi Selatan diperkuat melalui kolaborasi Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, kepolisian, pemerintah, dan elemen mahasiswa.
Upaya tersebut mengemuka dalam dialog Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama jajaran Polrestabes Makassar dan Cipayung Plus yang terdiri atas PMKRI, PMI, dan GMKI Makassar, Jumat (25/9). Pertemuan itu menjadi ruang untuk menyampaikan masukan, membahas kondisi distribusi di lapangan, sekaligus mencari langkah pengawasan yang lebih efektif.
Sejumlah isu menjadi perhatian dalam audiensi, mulai dari pengawasan SPBU, distribusi BBM bersubsidi, aktivitas transportir, hingga upaya memastikan penyaluran energi berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan terhadap lembaga penyalur juga dinilai perlu diperkuat, termasuk pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan kondisi pelayanan BBM di Makassar mulai berangsur membaik. Pertamina, kata dia, terus mengevaluasi kebijakan dan langkah operasional yang diterapkan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami berterima kasih atas masukan dan dukungannya. Kondisi di Makassar saat ini sudah mulai landai dan cenderung normal. Berbagai upaya terus kami evaluasi bersama pemerintah dan aparat penegak hukum agar pelayanan dan distribusi energi semakin baik,” ujar Deny.
Salah satu penyesuaian yang dilakukan Pertamina ialah penerapan cluster SPBU untuk penyaluran Solar. Pengaturan tersebut akan diperkuat melalui edaran Pemerintah Kota Makassar sehingga kendaraan dapat diarahkan ke titik pelayanan berdasarkan kelompok yang telah ditetapkan.
Menurut Pertamina, pola tersebut diharapkan dapat membantu mengatur arus kendaraan sekaligus mengurangi kepadatan pada SPBU tertentu. Penyesuaian pola layanan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap kondisi distribusi BBM di lapangan.
Upaya tersebut mengemuka dalam dialog Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama jajaran Polrestabes Makassar dan Cipayung Plus yang terdiri atas PMKRI, PMI, dan GMKI Makassar, Jumat (25/9). Pertemuan itu menjadi ruang untuk menyampaikan masukan, membahas kondisi distribusi di lapangan, sekaligus mencari langkah pengawasan yang lebih efektif.
Sejumlah isu menjadi perhatian dalam audiensi, mulai dari pengawasan SPBU, distribusi BBM bersubsidi, aktivitas transportir, hingga upaya memastikan penyaluran energi berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan terhadap lembaga penyalur juga dinilai perlu diperkuat, termasuk pemberian sanksi apabila ditemukan pelanggaran.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan kondisi pelayanan BBM di Makassar mulai berangsur membaik. Pertamina, kata dia, terus mengevaluasi kebijakan dan langkah operasional yang diterapkan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.
“Kami berterima kasih atas masukan dan dukungannya. Kondisi di Makassar saat ini sudah mulai landai dan cenderung normal. Berbagai upaya terus kami evaluasi bersama pemerintah dan aparat penegak hukum agar pelayanan dan distribusi energi semakin baik,” ujar Deny.
Salah satu penyesuaian yang dilakukan Pertamina ialah penerapan cluster SPBU untuk penyaluran Solar. Pengaturan tersebut akan diperkuat melalui edaran Pemerintah Kota Makassar sehingga kendaraan dapat diarahkan ke titik pelayanan berdasarkan kelompok yang telah ditetapkan.
Menurut Pertamina, pola tersebut diharapkan dapat membantu mengatur arus kendaraan sekaligus mengurangi kepadatan pada SPBU tertentu. Penyesuaian pola layanan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap kondisi distribusi BBM di lapangan.