home news

Bukaan Lahan Tanamalia Melonjak 218 Persen, Satgas Karhutla Perketat Patroli

Jum'at, 02 Oktober 2026 - 17:16 WIB
Luas bukaan lahan di kawasan hutan Loeha Raya-Tanamalia, Kabupaten Luwu Timur, melonjak 218 persen selama musim kemarau Juni–September 2026. Foto/Ilustrasi
Luas bukaan lahan di kawasan hutan Loeha Raya-Tanamalia, Kabupaten Luwu Timur, melonjak 218 persen selama musim kemarau Juni–September 2026. Kondisi tersebut mendorong Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Sulawesi Selatan bersama unsur lintas instansi memperketat patroli dan pengawasan untuk mencegah kebakaran meluas.

Data yang dihimpun menunjukkan luas bukaan lahan meningkat dari 18,79 hektare menjadi 59,77 hektare sepanjang periode tersebut. Lonjakan terbesar terjadi pada Juli–Agustus, ketika luas bukaan lahan meningkat 104 persen.

Sebanyak 89 persen dari total bukaan lahan selama April–September 2026 juga tercatat terjadi pada periode musim kemarau. Data kumulatif hingga September tersebut masih bersifat sementara karena proses pengumpulan data baru dilakukan sampai 24 September 2026.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona, Pasi Nikmad Ali, yang tergabung dalam Satgas Karhutla Sulsel, mengatakan tingginya kemunculan titik panas (hotspot) di Tanamalia menjadi salah satu perhatian dalam pengawasan kawasan tersebut.

Menurut dia, kemunculan hotspot diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan kawasan hutan untuk perkebunan dengan menggunakan metode pembakaran.

“Kalau dilihat dari pantauan hotspot, karhutla di Tanamalia cukup tinggi dan diduga akibat pembukaan kawasan hutan untuk kebun dengan cara membakar,” kata Pasi Nikmad Ali saat memberikan keterangan, Kamis (1/10/2026).

Pasi mengatakan, penanganan hukum terhadap sejumlah kasus dugaan pembakaran lahan di wilayah kerja KPH Larona telah berjalan. Namun, kasus-kasus yang telah dilaporkan tersebut belum berkaitan langsung dengan kawasan Tanamalia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya