home news

Bagasi Pesawat Diperketat, Pelaku Industri Oleh-oleh Indonesia Timur Soroti Dampaknya ke UMKM

Rabu, 07 Oktober 2026 - 17:45 WIB
Logo Brothers Indonesia. Foto: Istimewa
Kebijakan pembatasan atau pengetatan sistem bagasi maskapai penerbangan di Indonesia yang menekankan satu item saja yang bisa dibagasikan dengan berat maksimal 10-20 Kg.

Hal ini sangat menyulitkan penumpang karena biasanya penumpang yang datang dari suatu kota membeli oleh-oleh untuk keluarga di kota asalnya.

Hal ini terus menuai kritik tajam. Kali ini, sorotan datang dari pelaku industri kreatif dan komunitas usaha di Indonesia Timur.

Ketua Zona Brothers Indonesia, Kahar Kantao secara terbuka menyatakan keberatan dan menyayangkan sistem pengangkutan pesawat penumpang yang membatasi satu jenis barang (kumpulan barang) yang memiliki berat hanya 10-20 Kg.

Selain itu, hanya satu item saja yang bisa dibagasikan, karena dinilai berdampak langsung pada penurunan omzet UMKM sektor oleh-oleh di seluruh daerah.

Menurut Kahar, aturan ketat terkait kapasitas bagasi dan pengetatan 1 Item saja yang bisa dibagasikan. Ini menciptakan efek psikologis ketakutan di kalangan wisatawan dan penumpang pesawat.

Penumpang yang awalnya berniat membeli buah tangan dalam jumlah banyak untuk keluarga terpaksa mengurungkan niat akibat bayang-bayang sanksi denda kelebihan muatan (overload) per kilogram yang nilainya sering kali tidak murah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya