Trauma Dianiaya Oknum Guru, Sudah 3 Bulan Siswa SDN 14 Tamalatea Jeneponto Takut Bersekolah
Tim SINDOmakassar
Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:36 WIB
Penasehat Hukum korban, Andi Baso Rikardi. Foto: Istimewa
Kasus penganiayaan siswa berinisial MAN oleh oknum guru berinisial HNS di SDN 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto berbuntut panjang.
Tiga bulan pasca kejadian, MAN masih enggan bersekolah dan mengalami trauma mendalam.
Orang tua korban, Rahmawati, mengatakan telah berkali-kali membujuk anaknya untuk kembali bersekolah, namun selalu ditolak karena takut bertemu kembali dengan oknum guru tersebut.
"Berkali-kali saya bujuk, tapi tidak mau, katanya takut kalau ke sekolah ketemu lagi sama guru yang memukulnya," ucap Rahmawati, Rabu (28/10/2026).
Menurut Rahmawati, selain menolak bersekolah, anaknya juga sering mengalami demam tinggi secara mendadak setiap kali mendengar nama oknum guru tersebut disebut.
"Dia sering tiba-tiba demam tinggi kalau dengar nama ibu guru disebut," lanjutnya.
Rahmawati mengaku khawatir kondisi trauma yang dialami anaknya akan berdampak pada pendidikan karena telah tertinggal pelajaran selama tiga bulan.
Tiga bulan pasca kejadian, MAN masih enggan bersekolah dan mengalami trauma mendalam.
Orang tua korban, Rahmawati, mengatakan telah berkali-kali membujuk anaknya untuk kembali bersekolah, namun selalu ditolak karena takut bertemu kembali dengan oknum guru tersebut.
"Berkali-kali saya bujuk, tapi tidak mau, katanya takut kalau ke sekolah ketemu lagi sama guru yang memukulnya," ucap Rahmawati, Rabu (28/10/2026).
Menurut Rahmawati, selain menolak bersekolah, anaknya juga sering mengalami demam tinggi secara mendadak setiap kali mendengar nama oknum guru tersebut disebut.
"Dia sering tiba-tiba demam tinggi kalau dengar nama ibu guru disebut," lanjutnya.
Rahmawati mengaku khawatir kondisi trauma yang dialami anaknya akan berdampak pada pendidikan karena telah tertinggal pelajaran selama tiga bulan.