Prof Eko Siapkan Sistem Administrasi Terintegrasi di UNM
Luqman Zainuddin
Jum'at, 30 Oktober 2026 - 11:29 WIB
Kandidat Rektor UNM, Prof. Eko Hadi Sujiono. Foto: Istimewa
Prof. Eko Hadi Sujiono menawarkan konsep satu pintu, satu data untuk menyederhanakan layanan administrasi di Universitas Negeri Makassar (UNM). Melalui sistem yang saling terintegrasi, mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tidak perlu berulang kali memasukkan dokumen yang sama untuk berbagai keperluan.
Gagasan tersebut disampaikan Eko dalam Podcast Profesi edisi pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031. Penyederhanaan administrasi menjadi salah satu perubahan yang ingin didorongnya dalam tata kelola universitas.
“Urusan yang bermacam-macam itu, sepanjang dokumennya satu, hanya satu kali diinput. Apabila sudah ada di sistem data kita, tidak usah diinput. Kita buat sistemnya,” katanya.
Ia mencontohkan berbagai urusan administrasi dosen, mulai dari sertifikasi, laporan beban kerja, sasaran kinerja pegawai, hingga pengajuan kenaikan jabatan dan pangkat. Menurutnya, berbagai kebutuhan tersebut dapat dihubungkan melalui sistem pengelolaan sumber daya yang terintegrasi.
Dengan sistem tersebut, waktu yang selama ini digunakan untuk pengisian data berulang diharapkan dapat dialihkan ke kegiatan utama, seperti mengajar, membimbing mahasiswa, meneliti, dan mengembangkan aktivitas akademik.
“Kita akan mereduksi beban administrasi semua sivitas akademika, dosen, tenaga kependidikan atau pegawai, dan mahasiswa,” ujarnya.
Konsep satu pintu, satu data untuk semua itu diarahkan untuk menghubungkan berbagai layanan, mulai dari akademik, kepegawaian, penelitian, persuratan, hingga pengelolaan sumber daya.
Gagasan tersebut disampaikan Eko dalam Podcast Profesi edisi pemilihan Rektor UNM periode 2027–2031. Penyederhanaan administrasi menjadi salah satu perubahan yang ingin didorongnya dalam tata kelola universitas.
“Urusan yang bermacam-macam itu, sepanjang dokumennya satu, hanya satu kali diinput. Apabila sudah ada di sistem data kita, tidak usah diinput. Kita buat sistemnya,” katanya.
Ia mencontohkan berbagai urusan administrasi dosen, mulai dari sertifikasi, laporan beban kerja, sasaran kinerja pegawai, hingga pengajuan kenaikan jabatan dan pangkat. Menurutnya, berbagai kebutuhan tersebut dapat dihubungkan melalui sistem pengelolaan sumber daya yang terintegrasi.
Dengan sistem tersebut, waktu yang selama ini digunakan untuk pengisian data berulang diharapkan dapat dialihkan ke kegiatan utama, seperti mengajar, membimbing mahasiswa, meneliti, dan mengembangkan aktivitas akademik.
“Kita akan mereduksi beban administrasi semua sivitas akademika, dosen, tenaga kependidikan atau pegawai, dan mahasiswa,” ujarnya.
Konsep satu pintu, satu data untuk semua itu diarahkan untuk menghubungkan berbagai layanan, mulai dari akademik, kepegawaian, penelitian, persuratan, hingga pengelolaan sumber daya.