home news

Pasang Badan untuk Bahlil, Idrus Marham Balas Serangan Pembuat Opini Menyesatkan

Minggu, 08 November 2026 - 11:45 WIB
Kolase foto Idrus Marham dan Bahlil Lahadalia. Foto: Istimewa
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham tanpa tedeng aling-aling, menyesalkan dan bahkan mengecam keras pernyataan beberapa orang yang secara terbuka membuat opini dan pernyataan yang mengaitkan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan isu kriminalisasi, penyadapan, dan kedekatannya dengan mantan Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di tengah penanganan kasus dugaan penyadapan.

Idrus menilai, melempar tuduhan prematur di tengah situasi yang penuh keprihatinan adalah bentuk politik air keruh. Sebuah tindakan yang tidak elok, tidak mendidik, dan bahkan justru akan mempermalukan pelakunya sendiri.

“Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meskipun dekat dengan Listyo Sigit Prabowo dan Joko Widodo, tapi saya yakin bahkan haqul yakin bahwa Bahlil Lahadalia tidak terkait dan tidak terlibat dengan kasus penyadapan, sebagaimana yang diopinikan secara tendensius oleh beberapa orang, di antaranya opini dan pernyatan Said Didu dalam sebuah podcast," katanya.

Dengan nada tegas Idrus mengingatkan, agar dalam melihat sesuatu tidak secara simplikatif. “Kedekatan fisik, tidak secara serta merta, secara ideologis dan visi sama. Siapapun tahu, bahwa Bahlil adalah aktivis yang lahir dalam proses perjuangan panjang, yang tentu memiliki ciri dan karakter tertentu yang berbeda dengan yang lain. Sekarang Bahlil jadi Ketua Umum DPP Partai Golkar, tentu dalam kiprah perjuangannya diilhami oleh ideologi Partai Golkar yang senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa daripada kepentingan kelompok,” ujarnya.

Lebih jauh, Idrus mengingatkan bahwa, komunikasi atau kedekatan seseorang dengan tokoh politik tertentu, tidak otomatis menunjukkan adanya dukungan maupun keterlibatan dalam kepentingan politik tertentu.

“Berkomunikasi tidak selalu berarti mendukung. Bersama tidak selalu berarti sama. Tetapi yang penting, sesama anak bangsa tidak boleh putus silaturahmi,” ujar Idrus.

Keberatan tersebut bermula dari opini dan pernyataan beberapa orang, termasuk pernyataan Said Didu dalam siniar (podcast) Forum Keadilan TV. Dalam perbincangan tersebut, Said Didu menyinggung sosok ketua umum parpol yang dinilainya dekat dengan Listyo Sigit dan sama-sama dibesarkan oleh Joko Widodo, sebelum akhirnya mengarahkan tudingan kepada Bahlil Lahadalia bahwa perjalanan politiknya berkaitan dengan dugaan kriminalisasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya