Muay Thai Sulsel Tolak Kepemimpinan La Nyalla, Dukung Nadim Al-Farell Pimpin PBMI
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Kamis, 14 Mei 2026 - 20:27 WIB
Suasana konferensi pers Muay Thai Sulsel, di Camp Bintang Makassar, Jalan Sunu, Kamis (14/5/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Pengurus Provinsi Muay Thai Sulawesi Selatan bersama 30 provinsi lainnya menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Muay Thai Indonesia (PBMI). Mereka juga menegaskan dukungan kepada Nadim Al-Farell sebagai Ketua Umum PBMI hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2026.
Dewan Pembina Muay Thai Sulsel, Surachman Tiri, menegaskan kondisi yang terjadi saat ini bukan dualisme organisasi.
"Muay Thai yang asli sebenarnya adalah Muay Thai yang hari ini didominasi oleh 30 provinsi se-Indonesia. Oleh karena itu, kami tidak pernah membayangkan kalau ada Muay Thai yang dualisme, karena kami yang saat ini yang melakukan pembinaan atlet prestasi, baik itu tingkat nasional maupun internasional," tegasnya, Kamis (14/5/2026).
Menurut Surachman, mosi tidak percaya dari 30 provinsi menunjukkan adanya penolakan terhadap langkah yang diambil PBMI saat ini.
"Dengan lahirnya 30 mosi tidak percaya seluruh provinsi, 30, itu menunjukkan bahwa apa yang hari ini dilakukan oleh PB MI itu tidak benar. Tidak benar pasti, karena sudah terjadi Munaslub," lanjutnya.
Ia juga menyayangkan keputusan Ketua Umum PBMI, La Nyalla Mattalitti, yang menerbitkan surat keputusan pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) setelah muncul mosi tidak percaya.
"Ini tidak arif menjadi seorang ketua yang kemudian apalagi jadi anggota DPD hari ini, yang tiba-tiba menonaktifkan Sulawesi Selatan sebagai ketua Muay Thai Sulsel. Ini yang tidak kami terima. Kami tetap saja melakukan pembinaan atlet sampai kapanpun itu karena memang nadi kita ini adalah penggiat olahraga," ucapnya.
Dewan Pembina Muay Thai Sulsel, Surachman Tiri, menegaskan kondisi yang terjadi saat ini bukan dualisme organisasi.
"Muay Thai yang asli sebenarnya adalah Muay Thai yang hari ini didominasi oleh 30 provinsi se-Indonesia. Oleh karena itu, kami tidak pernah membayangkan kalau ada Muay Thai yang dualisme, karena kami yang saat ini yang melakukan pembinaan atlet prestasi, baik itu tingkat nasional maupun internasional," tegasnya, Kamis (14/5/2026).
Menurut Surachman, mosi tidak percaya dari 30 provinsi menunjukkan adanya penolakan terhadap langkah yang diambil PBMI saat ini.
"Dengan lahirnya 30 mosi tidak percaya seluruh provinsi, 30, itu menunjukkan bahwa apa yang hari ini dilakukan oleh PB MI itu tidak benar. Tidak benar pasti, karena sudah terjadi Munaslub," lanjutnya.
Ia juga menyayangkan keputusan Ketua Umum PBMI, La Nyalla Mattalitti, yang menerbitkan surat keputusan pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) setelah muncul mosi tidak percaya.
"Ini tidak arif menjadi seorang ketua yang kemudian apalagi jadi anggota DPD hari ini, yang tiba-tiba menonaktifkan Sulawesi Selatan sebagai ketua Muay Thai Sulsel. Ini yang tidak kami terima. Kami tetap saja melakukan pembinaan atlet sampai kapanpun itu karena memang nadi kita ini adalah penggiat olahraga," ucapnya.