home sulsel

Cerita Amrina Merasa Dikriminalisasi: Dicap Koruptor, Anak Dibully, Gagal PPPK hingga Coba Bunuh Diri

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:56 WIB
Kolase foto Amrina Rachmi Warham usai vonis bebas dan saat ditetapkan tersangka oleh Kejari Jeneponto. Foto: Istimewa
Ibu tiga anak di Jeneponto, Amrina Rachmi Warham menceritakan kisah sedihnya saat menjalani proses hukum yang menjeratnya dalam kasus mafia pupuk.

Ia dicap sebagai koruptor, anaknya dirundung, gagal menjadi PPPK, hingga sempat mencoba bunuh diri. Amrina merasa dikriminaslisasi.

"Imbasnya ke keluarga, anakku dibully di sekolah. Terus pandangan orang ke saya (sebagai penjahat). Ini saja sudah vonis bebas, orang sudah cap (sebagai koruptor), biar bagaimana (saya) sudah dipenjara 10 bulan," ucapnya kepada awak media di Makassar.

Staf Distributor Pupuk PT Koperasi Perdagangan Indonesia (KPI) ini dipenjara 10 bulan. Selama itu pula, ia harus berpisah dengan tiga anaknya. Anak paling kecil, masih minum susu saat itu.

"Anak saya kalau datang membesuk, mama kapanki pulang? Mama, na bilang temanku di sekolah, tidak ki na di pesantren, orang dipenjaraki. Korupsiki, kenapa na dikorupsi mama?," kata Amrina menirukan gaya bicara anaknya.

Karena kasus ini, Amrina juga gagal menjadi PPPK. Padahal ia sudah 20 tahun mengabdi sebagai honorer di Puskesmas Tamalatea, Jeneponto.

"Saya tidak bisa mengikuti tes PPPK waktu tahun 2024, karena saat itu saya di dalam penjara," ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya