Temukan Perbedaan Laporan Deviden, DPRD Sulsel Minta GMTD Siapkan Data Lengkap
Ahmad Muhaimin
Rabu, 14 Januari 2026 - 19:41 WIB
Komisi D menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Kantor DPRD Sulsel sementara pada Rabu (14/01/2026). Foto: Humas DPRD Sulsel
Komisi D menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Kantor DPRD Sulsel sementara pada Rabu (14/01/2026).
Rapat ini membahas mengenai dokumen Kajian dan Ikhtisar Data Publik yang memuat sejumlah indikasi persoalan tata kelola agraria, kepatuhan terhadap Surat Keputusan Gubernur, struktur kepemilikan saham, serta kontribusi ekonomi PT GMD sejak awal pemberian konsesi hingga saat ini.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif yang memimpin RDP mengatakan ditemukan perbedaan data pembagian deviden yang diterima Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar dan Pemkab Gowa.
"Ada perbedaan data yang disampaikan oleh Pemda Gowa, (Pemkot) Makassar ya, kemudian yang disampaikan oleh GMTD itu ada angka yang berbeda. Supaya singkron, makanya kita butuhkan data," ucap Sufriadi saat ditemui usai RDP.
Sufriadi menuturkan, data yang berbeda ialah devidennya yang dibagi ke pemerintah. Adapun jumlah lahan yang disebutkan, tetap sama.
"(Yang masalah) Pendapatan. Karena ada nilai sekitar 6,5 persen baik pemerintah Makassar, (Pemkab) Gowa dengan yayasan. Gowa dan Makassar ada angka yang berbeda, maka itu kita akan cocokan datanya," ujarnya.
"Nilai pendapatan yang berbeda yang disampaikan oleh Pemda dengan GMTD. Itulah yang tidak dirincikan oleh GMTD sehingga kita tunda rapatnya ini, supaya datanya valid maka kita minta dibawa langsung," sambungnya.
Rapat ini membahas mengenai dokumen Kajian dan Ikhtisar Data Publik yang memuat sejumlah indikasi persoalan tata kelola agraria, kepatuhan terhadap Surat Keputusan Gubernur, struktur kepemilikan saham, serta kontribusi ekonomi PT GMD sejak awal pemberian konsesi hingga saat ini.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif yang memimpin RDP mengatakan ditemukan perbedaan data pembagian deviden yang diterima Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar dan Pemkab Gowa.
"Ada perbedaan data yang disampaikan oleh Pemda Gowa, (Pemkot) Makassar ya, kemudian yang disampaikan oleh GMTD itu ada angka yang berbeda. Supaya singkron, makanya kita butuhkan data," ucap Sufriadi saat ditemui usai RDP.
Sufriadi menuturkan, data yang berbeda ialah devidennya yang dibagi ke pemerintah. Adapun jumlah lahan yang disebutkan, tetap sama.
"(Yang masalah) Pendapatan. Karena ada nilai sekitar 6,5 persen baik pemerintah Makassar, (Pemkab) Gowa dengan yayasan. Gowa dan Makassar ada angka yang berbeda, maka itu kita akan cocokan datanya," ujarnya.
"Nilai pendapatan yang berbeda yang disampaikan oleh Pemda dengan GMTD. Itulah yang tidak dirincikan oleh GMTD sehingga kita tunda rapatnya ini, supaya datanya valid maka kita minta dibawa langsung," sambungnya.