home sulsel

LAZ Hadji Kalla Berhasil Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Lewat Program DBS

Senin, 26 Januari 2026 - 17:33 WIB
Tim LAZ Hadji Kalla melalkukan monitoring di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan yang masuk dalam program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) 2025, beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa
LAZ Hadji Kalla melalui Program Desa Bangkit Sejahtera berhasil meningkatkan produktivitas hasil panen sekaligus pendapatan petani di desa binaan. Program ini merupakan salah satu program unggulan LAZ Hadji Kalla yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi komoditas lokal.

Sepanjang tahun 2025, Program Desa Bangkit Sejahtera diimplementasikan di 20 desa binaan yang tersebar di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Program ini menyasar kelompok petani dan pelaku usaha desa melalui pendampingan terpadu guna mendorong peningkatan kapasitas produksi dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Baca Juga: LAZ Hadji Kalla Raih Predikat GOLD Cegah Stunting Nasional

Berbagai komoditas potensial lokal menjadi fokus pengembangan, di antaranya jagung, bawang merah, padi, wortel, nilam, ikan nila, ayam kampung unggul, hingga rumput laut. Komoditas tersebut sebelumnya dibudidayakan dengan bibit lokal dan teknik konvensional, sehingga produktivitasnya belum optimal.

Melalui Program Desa Bangkit Sejahtera, LAZ Hadji Kalla melakukan penguatan budidaya dengan menerapkan teknik sesuai Good Agricultural Practices (GAP), mengganti bibit lokal dengan bibit unggul, serta menyalurkan bantuan sarana produksi berupa pupuk dan obat pengendali hama.

Seluruh proses ini disertai pelatihan dan pendampingan intensif kepada kelompok binaan. Hasil implementasi program menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Kuantitas dan kualitas hasil panen meningkat secara signifikan, bahkan pada beberapa komoditas melampaui ekspektasi awal. Rata-rata peningkatan hasil panen mencapai 2–3 ton atau sekitar 60 persen dibandingkan kondisi awal (baseline).

Peningkatan produktivitas tersebut berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani binaan. Rata-rata pendapatan petani meningkat hingga Rp4.000.000 per orang per bulan. Capaian ini menjadi dorongan positif bagi petani desa untuk terus mengembangkan usaha budidaya secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya