Dinkes Maros Periksa 43 Sampel Makanan Takjil hingga Kue Kering
Najmi S Limonu
Rabu, 04 Maret 2026 - 12:08 WIB
Proses pengambilan sampel takjil dan kue yang dijajakan pedagang. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros melakukan pemeriksaan terhadap puluhan sampel makanan dan jajanan yang beredar di sejumlah pasar tradisional.
Pemeriksaan ini difokuskan pada kandungan bahan berbahaya seperti pewarna dan pengawet yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus, mengungkapkan, pihaknya telah mengambil sebanyak 43 sampel makanan untuk diperiksa.
Dari jumlah tersebut, 24 sampel telah selesai diuji dan hasilnya dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah memeriksa 24 sampel dari total 43 sampel yang diambil, dan hasilnya negatif. Artinya, tidak ditemukan kandungan yang membahayakan," ujarnya, Selasa (4/3/2026).
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung ini merinci jenis makanan yang diperiksa antara lain cendol, bakso, ikan segar, ikan kering, hingga berbagai jajanan pasar lainnya.
Menurut dr Yunus, zat yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan tersebut di antaranya formalin, boraks, dan rodamin B yang kerap disalahgunakan.
Pemeriksaan ini difokuskan pada kandungan bahan berbahaya seperti pewarna dan pengawet yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus, mengungkapkan, pihaknya telah mengambil sebanyak 43 sampel makanan untuk diperiksa.
Dari jumlah tersebut, 24 sampel telah selesai diuji dan hasilnya dinyatakan negatif dari kandungan bahan berbahaya.
"Alhamdulillah, hari ini kita sudah memeriksa 24 sampel dari total 43 sampel yang diambil, dan hasilnya negatif. Artinya, tidak ditemukan kandungan yang membahayakan," ujarnya, Selasa (4/3/2026).
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung ini merinci jenis makanan yang diperiksa antara lain cendol, bakso, ikan segar, ikan kering, hingga berbagai jajanan pasar lainnya.
Menurut dr Yunus, zat yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan tersebut di antaranya formalin, boraks, dan rodamin B yang kerap disalahgunakan.