home sulsel

Bulan Syawal, Pendaftaran Pernikahan di Sulsel Melonjak

Jum'at, 27 Maret 2026 - 13:41 WIB
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid (kanan). Foto: Humas Kemenag Sulsel
Minat masyarakat untuk melangsungkan pernikahan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkat setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Dalam empat hari, sejak 22 hingga 25 Maret 2026, sebanyak 168 pasangan tercatat mendaftar untuk menikah pada bulan Syawal 1447 Hijriah.

Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kementerian Agama Sulsel, H. Abd. Gaffar. Ia menyebut angka itu dihimpun dari Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah).

"Menurut data Simkah di Provinsi Sulawesi Selatan sejak tanggal 22 hingga 25 Maret 2026, total ada 168 pendaftar nikah, baik melalui aplikasi Simkah maupun datang langsung ke Kantor KUA," ujar Abd. Gaffar dalam keterangan tertulis.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, mengatakan lonjakan ini bukan hal baru. Ia menyebut pernikahan setelah Lebaran telah menjadi tradisi yang mengakar di kalangan masyarakat Bugis dan Makassar.

"Tradisi melaksanakan pernikahan pasca Hari Raya Idul Fitri atau lebaran dalam masyarakat Bugis Makassar di Sulsel selama ini kami lihat memang sangat marak," kata Ali Yafid.

Menurutnya, bulan Syawal dipandang sebagai waktu yang baik untuk menikah karena masih berada dalam suasana keberkahan setelah Ramadan. Tradisi ini juga dirangkaikan dengan sejumlah prosesi adat, seperti mappacci (penyucian diri), mappenre botting (antar mempelai), mappasikarawa (sentuhan pertama), mapparola (kunjungan balik), dan massita baiseng (silaturahmi).

"Semuanya memperkuat ikatan keluarga dan tanda syukur," ujar Ali Yafid.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya