Pemkot Makassar Tertibkan PKL di Bawakaraeng, Utamakan Pendekatan Persuasif
Tim SINDOmakassar
Minggu, 29 Maret 2026 - 21:00 WIB
Petugas gabungan Pemkot Makassar memberikan edukasi kepada pedagang kaki lima di Jalan Gunung Bawakaraeng. Foto: Istimewa
Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Bawakaraeng kembali dilakukan oleh Perumda Pasar Makassar bersama aparat Kecamatan Bontoala, pihak kelurahan, dan Satpol PP selama dua hari berturut-turut, Sabtu–Minggu (28–29/03/2026).
Langkah ini tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga sebagai upaya edukasi kepada pedagang dan masyarakat guna menciptakan ruang kota yang aman, tertib, dan manusiawi.
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar, Rusli Patara, SP, mengatakan penertiban menyasar pedagang yang berjualan di atas jembatan dan bahu jalan di kawasan tersebut.
“Selama dua hari ini kami memang turun melakukan penertiban ke pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Bawakaraeng, terutama di atas jembatan. Kami menggandeng pihak kecamatan dan kelurahan karena adanya laporan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, selain penertiban, pihaknya juga memberikan solusi dengan mengarahkan pedagang untuk berjualan di dalam area pasar yang lebih aman dan tertata. Namun, imbauan tersebut kerap tidak diindahkan.
“Seperti biasa, kami menyarankan agar para pedagang masuk ke area pasar karena lebih aman dan terkendali. Tapi imbauan kami sering tidak digubris,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Perumda Pasar akan meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan. Penataan fisik juga dilakukan dengan menempatkan pot bunga di titik-titik yang sering digunakan pedagang untuk berjualan.
Langkah ini tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga sebagai upaya edukasi kepada pedagang dan masyarakat guna menciptakan ruang kota yang aman, tertib, dan manusiawi.
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar, Rusli Patara, SP, mengatakan penertiban menyasar pedagang yang berjualan di atas jembatan dan bahu jalan di kawasan tersebut.
“Selama dua hari ini kami memang turun melakukan penertiban ke pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Bawakaraeng, terutama di atas jembatan. Kami menggandeng pihak kecamatan dan kelurahan karena adanya laporan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, selain penertiban, pihaknya juga memberikan solusi dengan mengarahkan pedagang untuk berjualan di dalam area pasar yang lebih aman dan tertata. Namun, imbauan tersebut kerap tidak diindahkan.
“Seperti biasa, kami menyarankan agar para pedagang masuk ke area pasar karena lebih aman dan terkendali. Tapi imbauan kami sering tidak digubris,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Perumda Pasar akan meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan. Penataan fisik juga dilakukan dengan menempatkan pot bunga di titik-titik yang sering digunakan pedagang untuk berjualan.