Pemkot Makassar Siapkan Perwali Perkuat Aksesibilitas Penyandang Disabilitas
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Selasa, 12 Mei 2026 - 20:38 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama sejumlah organisasi penyandang disabilitas, di Rujab Wali Kota Makassar, Selasa (12/5/2026). Foto: Istimewa
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya membangun kota yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi Yayasan Kota Kita Surakarta bersama Komisi Nasional Disabilitas dan sejumlah organisasi penyandang disabilitas di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (12/5/2026).
Munafri, yang akrab disapa Appi, mengatakan pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus menghadirkan keadilan sosial melalui akses yang setara terhadap fasilitas publik.
"Kota Makassar harus menjadi kota yang terbuka untuk semua. Kita ingin memastikan penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama dalam mengakses fasilitas publik. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus kita jalankan secara kolaboratif," ujarnya.
Ia menekankan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum, agar menjadikan aksesibilitas sebagai prioritas dalam setiap pembangunan infrastruktur.
"Tidak boleh ada satu pun bangunan di Makassar yang luput dari prinsip inklusif. Aksesibilitas harus menjadi bagian utama sejak tahap perencanaan," tegas Appi.
Menurutnya, awal masa pemerintahannya menjadi momentum strategis untuk melakukan pembenahan, baik terhadap pembangunan baru maupun penyesuaian fasilitas yang sudah ada.
Komitmen tersebut disampaikan saat menerima audiensi Yayasan Kota Kita Surakarta bersama Komisi Nasional Disabilitas dan sejumlah organisasi penyandang disabilitas di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (12/5/2026).
Munafri, yang akrab disapa Appi, mengatakan pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus menghadirkan keadilan sosial melalui akses yang setara terhadap fasilitas publik.
"Kota Makassar harus menjadi kota yang terbuka untuk semua. Kita ingin memastikan penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama dalam mengakses fasilitas publik. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus kita jalankan secara kolaboratif," ujarnya.
Ia menekankan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Sosial dan Dinas Pekerjaan Umum, agar menjadikan aksesibilitas sebagai prioritas dalam setiap pembangunan infrastruktur.
"Tidak boleh ada satu pun bangunan di Makassar yang luput dari prinsip inklusif. Aksesibilitas harus menjadi bagian utama sejak tahap perencanaan," tegas Appi.
Menurutnya, awal masa pemerintahannya menjadi momentum strategis untuk melakukan pembenahan, baik terhadap pembangunan baru maupun penyesuaian fasilitas yang sudah ada.