Pemkot Makassar Tertibkan 19 PKL Kelapa di Area Benteng Rotterdam
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Kamis, 25 Juni 2026 - 14:30 WIB
Suasana penertiban PKL penjual kelapa di sekitar Benteng Rotterdam hingga kawasan Kantor RRI, Kamis (25/6/2026). Foto: Istimewa
Pendekatan humanis dan persuasif yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuahkan hasil positif dalam upaya penataan kawasan Benteng Fort Rotterdam dan sekitarnya.
Sebanyak 19 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) penjual kelapa yang selama ini beroperasi di sekitar Benteng Rotterdam hingga kawasan dekat Kantor RRI memilih membongkar lapaknya secara mandiri, Kamis (25/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, yang mengawal langsung proses relokasi tersebut mengatakan keberhasilan penataan kawasan ini tidak lepas dari pendekatan humanis dan komunikasi intensif yang telah dibangun pemerintah bersama para pedagang.
"Saat ini ada kurang lebih 19 lapak yang kita lakukan penataan, mereka melakukan pembongkaran lapak sendiri secara mandiri. Karena pendekatan kita lakukan secara humanis dengan membangun komunikasi yang baik," ujarnya.
Dia bilang, tidak ada aksi represif maupun gesekan selama proses pembongkaran berlangsung. Sebaliknya, suasana penuh kebersamaan terlihat ketika pedagang dan Pemerintah, TNI-Polri, serta petugas kebersihan bergotong royong memindahkan barang-barang milik pedagang menuju lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
"Proses pembongkaran berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat gotong royong. Para pedagang dengan kesadaran sendiri membongkar bangunan lapak yang selama ini mereka tempati, sementara Pemerintah Kota Makassar hadir memberikan dukungan dan pendampingan agar proses tersebut berjalan lancar," sambungnya.
Menurut Irwan Bangsawan, pemerintah kota telah menjalankan seluruh tahapan sesuai prosedur, termasuk memberikan surat peringatan hingga tiga kali sebelum pelaksanaan pembenahan kawasan dilakukan.
Sebanyak 19 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) penjual kelapa yang selama ini beroperasi di sekitar Benteng Rotterdam hingga kawasan dekat Kantor RRI memilih membongkar lapaknya secara mandiri, Kamis (25/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, yang mengawal langsung proses relokasi tersebut mengatakan keberhasilan penataan kawasan ini tidak lepas dari pendekatan humanis dan komunikasi intensif yang telah dibangun pemerintah bersama para pedagang.
"Saat ini ada kurang lebih 19 lapak yang kita lakukan penataan, mereka melakukan pembongkaran lapak sendiri secara mandiri. Karena pendekatan kita lakukan secara humanis dengan membangun komunikasi yang baik," ujarnya.
Dia bilang, tidak ada aksi represif maupun gesekan selama proses pembongkaran berlangsung. Sebaliknya, suasana penuh kebersamaan terlihat ketika pedagang dan Pemerintah, TNI-Polri, serta petugas kebersihan bergotong royong memindahkan barang-barang milik pedagang menuju lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
"Proses pembongkaran berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat gotong royong. Para pedagang dengan kesadaran sendiri membongkar bangunan lapak yang selama ini mereka tempati, sementara Pemerintah Kota Makassar hadir memberikan dukungan dan pendampingan agar proses tersebut berjalan lancar," sambungnya.
Menurut Irwan Bangsawan, pemerintah kota telah menjalankan seluruh tahapan sesuai prosedur, termasuk memberikan surat peringatan hingga tiga kali sebelum pelaksanaan pembenahan kawasan dilakukan.