home sulsel

BPBD Makassar Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Siapkan Penanganan Dampak Kekeringan

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:59 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, saat ditemui di Butter Plate Cafe & Patisserie, Rabu (15/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi dampak kekeringan di sejumlah wilayah. Selain menyalurkan bantuan air bersih, BPBD juga memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyiapkan rekomendasi penetapan status tanggap darurat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, mengatakan intervensi telah dilakukan meski status tanggap darurat belum ditetapkan. Prioritas penanganan diberikan kepada wilayah yang mengandalkan air tanah sebagai sumber air bersih.

"Hari ini kita telah melakukan intervensi di beberapa tempat, walaupun belum masuk dalam SK Tanggap Darurat. Namun, beberapa daerah atau wilayah di Kota Makassar yang merupakan sumber airnya dari air tanah, itulah prioritas pertama yang perlu kita intervensi. Kami telah melakukan penyaluran intervensi secara langsung," jelasnya, Rabu (15/7/2026).

Salah satu wilayah yang menjadi prioritas adalah Kecamatan Ujung Tanah. BPBD telah menyalurkan tandon air ke sejumlah kelurahan yang tidak memperoleh pasokan dari Perumda Air Minum (PDAM).

"Ada 17 kelurahan di sekitar Kecamatan Ujung Tanah yang kami antarkan tandon. Jadi, daerah-daerah ini adalah yang perlu diketahui yang bukan pelanggan PDAM, artinya tidak mendapat pasokan air dari PDAM yang memang dari air bawah tanah. Ya sekarang mungkin airnya sudah kering dan tidak ada pasokan lagi air. Nah, itulah yang perlu kita utamakan dulu semua pelanggan-pelanggan, semua warga Kota Makassar yang kekurangan air dan tidak bisa, seperti daerah pesisir, sekitar Buloa, di Ujung Tanah, Tallo, dan sebagainya," sambung Fadli.

BPBD saat ini memiliki sekitar 100 unit tandon air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan awal masyarakat terdampak. Penambahan tandon akan dilakukan setelah status tanggap darurat ditetapkan.

"Untuk saat ini stok tandon kami kurang lebih ada 100, itu yang kami supply dulu. Sehingga nantinya kalau memang perlu, setelah SK Tanggap Darurat kami bisa melakukan pembelian tandon itu sekaligus dengan uang-uang operasional. Sekarang juga ini sudah banyak juga potensi relawan, masyarakat, perusahaan swasta dan lainnya yang menawarkan kepada kami untuk membantu dalam hal suplai air bersih dalam hal ini," ujarnya saat ditemui di Butter Plate Cafe & Patisserie.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya