Gowa Jadi Lokasi Riset UNM soal Tata Kelola Dana Desa
Herni Amir
Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:42 WIB
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menerima Tim Peneliti UNM dalam audiensi di Kabupaten Gowa, Senin (10/8/2026). Foto: Istimewa
Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penelitian mengenai penguatan sistem pencegahan korupsi dalam pengelolaan dana desa berbasis digital governance di Kabupaten Gowa.
Penelitian tersebut menjadi bagian dari Program PNBP Percepatan Guru Besar UNM Tahun 2026. Tim peneliti diterima Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, dalam audiensi di Kabupaten Gowa, Senin (10/8/2026).
Penelitian mengangkat tema “Rekonstruksi Sistem Pencegahan Korupsi Pengelolaan Dana Desa Berbasis Digital Governance dalam Mewujudkan Akuntabilitas Publik di Kabupaten Gowa.”
Ketua Peneliti, Prof. Dr. Rifdan, mengatakan Gowa dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian karena posisinya sebagai daerah penyangga Kota Makassar.
"Gowa ini besar Pak Wabup, daerah penyangga ibu kota Makassar. Kami tertarik dan ingin meneliti bagaimana kebijakan Pemda Gowa serta melihat implikasinya dalam pengelolaan dana desa," ujarnya.
Menurut Rifdan, penelitian tersebut diharapkan menghasilkan sistem pengelolaan dana desa yang lebih adaptif dan akuntabel. Tim peneliti juga akan mengkaji kebutuhan penyusunan pedoman yang dapat membantu pemerintah desa mengelola dana desa sesuai regulasi.
"Insyaallah kami laksanakan secara profesional dalam penelitian ini dan berbasis regulasi. Kami meneliti supaya ada sistem baru yang berbasis digital governance. Ini penting karena menyangkut kepercayaan," tambahnya.
Penelitian tersebut menjadi bagian dari Program PNBP Percepatan Guru Besar UNM Tahun 2026. Tim peneliti diterima Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, dalam audiensi di Kabupaten Gowa, Senin (10/8/2026).
Penelitian mengangkat tema “Rekonstruksi Sistem Pencegahan Korupsi Pengelolaan Dana Desa Berbasis Digital Governance dalam Mewujudkan Akuntabilitas Publik di Kabupaten Gowa.”
Ketua Peneliti, Prof. Dr. Rifdan, mengatakan Gowa dipilih sebagai salah satu lokasi penelitian karena posisinya sebagai daerah penyangga Kota Makassar.
"Gowa ini besar Pak Wabup, daerah penyangga ibu kota Makassar. Kami tertarik dan ingin meneliti bagaimana kebijakan Pemda Gowa serta melihat implikasinya dalam pengelolaan dana desa," ujarnya.
Menurut Rifdan, penelitian tersebut diharapkan menghasilkan sistem pengelolaan dana desa yang lebih adaptif dan akuntabel. Tim peneliti juga akan mengkaji kebutuhan penyusunan pedoman yang dapat membantu pemerintah desa mengelola dana desa sesuai regulasi.
"Insyaallah kami laksanakan secara profesional dalam penelitian ini dan berbasis regulasi. Kami meneliti supaya ada sistem baru yang berbasis digital governance. Ini penting karena menyangkut kepercayaan," tambahnya.