Tantangan Kepulauan Tak Jadi Penghalang, BKKBN Sulsel Perkuat Pelayanan Bangga Kencana di Selayar
Tim SINDOmakassar
Rabu, 02 September 2026 - 20:57 WIB
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, saat melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas bagi tenaga penyuluh KB di Kabupaten Kepulauan Selayar. Foto: Istimewa
Tantangan pelayanan program Bangga Kencana di wilayah kepulauan tidak selalu dapat diselesaikan dengan pendekatan yang sama seperti di wilayah daratan. Jarak antarpulau, keterbatasan transportasi, jaringan telekomunikasi hingga akses listrik menjadi bagian dari keseharian para penyuluh yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, saat melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas bagi tenaga penyuluh KB di Kabupaten Kepulauan Selayar di Aula Pertemuan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (2/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Kepulauan Selayar, M Yunan Karaeng Tompobulu, menyampaikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi para penyuluh KB di wilayah kepulauan.
Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki karakteristik geografis yang berbeda dengan Sebagian besar kabupaten kota di Sulawesi Selatan. Wilayah tersebut terdiri atas 11 kecamatan, 81 desa dan 7 kelurahan, dengan sejumlah wilayah pelayanan berada di pulau-pulau yang terpisah dari daratan utama.
“Di Kepulauan Selayar ini tantangannya memang berbeda. Ada penyuluh yang harus melayani beberapa desa yang berada di pulau berbeda. Perjalanan antarpulau bisa memakan waktu satu sampai dua jam, bahkan lebih, tergantung kondisi laut,” ungkap Yunan.
Ia menjelaskan, kondisi geografis tersebut turut berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan dan pelaporan program. Di sejumlah wilayah kepulauan, listrik bahkan hanya tersedia pada waktu tertentu, sementara jaringan telekomunikasi juga belum sepenuhnya stabil.
“Bukan berarti teman-teman penyuluh tidak aktif. Kadang mereka sudah melaksanakan kegiatan di lapangan, tetapi ketika harus menginput data, terkendala jaringan maupun listrik. Ini yang perlu kita pahami bersama,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, saat melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas bagi tenaga penyuluh KB di Kabupaten Kepulauan Selayar di Aula Pertemuan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kepulauan Selayar, Rabu (2/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Kepulauan Selayar, M Yunan Karaeng Tompobulu, menyampaikan gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi para penyuluh KB di wilayah kepulauan.
Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki karakteristik geografis yang berbeda dengan Sebagian besar kabupaten kota di Sulawesi Selatan. Wilayah tersebut terdiri atas 11 kecamatan, 81 desa dan 7 kelurahan, dengan sejumlah wilayah pelayanan berada di pulau-pulau yang terpisah dari daratan utama.
“Di Kepulauan Selayar ini tantangannya memang berbeda. Ada penyuluh yang harus melayani beberapa desa yang berada di pulau berbeda. Perjalanan antarpulau bisa memakan waktu satu sampai dua jam, bahkan lebih, tergantung kondisi laut,” ungkap Yunan.
Ia menjelaskan, kondisi geografis tersebut turut berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan dan pelaporan program. Di sejumlah wilayah kepulauan, listrik bahkan hanya tersedia pada waktu tertentu, sementara jaringan telekomunikasi juga belum sepenuhnya stabil.
“Bukan berarti teman-teman penyuluh tidak aktif. Kadang mereka sudah melaksanakan kegiatan di lapangan, tetapi ketika harus menginput data, terkendala jaringan maupun listrik. Ini yang perlu kita pahami bersama,” jelasnya.