YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program Penanganan HIV
Dewan Ghiyats Yan Galistan
Sabtu, 26 September 2026 - 07:47 WIB
Peserta kegiatan workshop di Hotel Four Points by Sheraton, Jumat (25/9/2026), swafoto di sela-sela kegiatan. Foto: Istimewa
Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) mendorong penguatan pembiayaan domestik untuk memastikan keberlanjutan program penanggulangan HIV di Kota Makassar.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program atau Workshop Membangun Kesadaran dan Memobilisasi Sumber Daya Domestik untuk Keberlanjutan Program HIV, yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar.
Bertajuk “Indonesia HIV Response: Eliminating The AIDS Epidemic in Indonesia by 2030”, agenda tersebut mempertemukan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta serta pemangku kepentingan terkait.
Direktur YPKDS, Rachman Rahim, mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mendorong adanya komitmen bersama untuk memastikan program HIV tetap berjalan di tengah tantangan pendanaan kesehatan.
"Keberlanjutan program tidak dapat hanya mengandalkan pendanaan dari donor, sehingga diperlukan penguatan sumber daya domestik serta kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil," ujarnya, Jumat (25/9/2026).
Fungsional Perencana Ahli Madya, Ikhsan, menekankan bahwa keberlanjutan penanganan HIV tidak cukup hanya dengan menambah pagu anggaran.
Menurutnya, kebutuhan penanggulangan HIV harus menjadi bagian dari sistem pembangunan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga monitoring dan evaluasi.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program atau Workshop Membangun Kesadaran dan Memobilisasi Sumber Daya Domestik untuk Keberlanjutan Program HIV, yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar.
Bertajuk “Indonesia HIV Response: Eliminating The AIDS Epidemic in Indonesia by 2030”, agenda tersebut mempertemukan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta serta pemangku kepentingan terkait.
Direktur YPKDS, Rachman Rahim, mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mendorong adanya komitmen bersama untuk memastikan program HIV tetap berjalan di tengah tantangan pendanaan kesehatan.
"Keberlanjutan program tidak dapat hanya mengandalkan pendanaan dari donor, sehingga diperlukan penguatan sumber daya domestik serta kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil," ujarnya, Jumat (25/9/2026).
Fungsional Perencana Ahli Madya, Ikhsan, menekankan bahwa keberlanjutan penanganan HIV tidak cukup hanya dengan menambah pagu anggaran.
Menurutnya, kebutuhan penanggulangan HIV harus menjadi bagian dari sistem pembangunan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga monitoring dan evaluasi.