Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
Sulaiman Nai
Selasa, 29 September 2026 - 05:58 WIB
Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nurman Matasa. Foto: Istimewa
Terduga pelaku kekerasan terhadap seorang guru di UPT SD Negeri 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, resmi ditahan di Mapolres Jeneponto.
Terduga pelaku diketahui bernama H. Rahma. Penahanan dilakukan penyidik Satreskrim Polres Jeneponto pada Senin (28/9/2026).
Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nurman Matasa membenarkan penahanan tersebut saat dikonfirmasi, Senin (28/9).
"Ini hari kita tahan," kata Nurman.
Kasus dugaan kekerasan tersebut terjadi di lingkungan UPT SD Negeri 14 Tamalatea pada Rabu (12/8/2026). Korban, Hj Nursiah, diduga mengalami kekerasan setelah memberikan tindakan disiplin kepada seorang siswa.
Pasca-kejadian, kasus tersebut berkembang menjadi saling lapor. Pihak guru dan orang tua siswa sama-sama membuat laporan di Polres Jeneponto. Kondisi tersebut sebelumnya juga telah dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Jeneponto.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin Karaeng Rangka, sebelumnya mendesak kepolisian mengambil langkah tegas terhadap pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap guru.
Terduga pelaku diketahui bernama H. Rahma. Penahanan dilakukan penyidik Satreskrim Polres Jeneponto pada Senin (28/9/2026).
Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Nurman Matasa membenarkan penahanan tersebut saat dikonfirmasi, Senin (28/9).
"Ini hari kita tahan," kata Nurman.
Kasus dugaan kekerasan tersebut terjadi di lingkungan UPT SD Negeri 14 Tamalatea pada Rabu (12/8/2026). Korban, Hj Nursiah, diduga mengalami kekerasan setelah memberikan tindakan disiplin kepada seorang siswa.
Pasca-kejadian, kasus tersebut berkembang menjadi saling lapor. Pihak guru dan orang tua siswa sama-sama membuat laporan di Polres Jeneponto. Kondisi tersebut sebelumnya juga telah dikonfirmasi Kasat Reskrim Polres Jeneponto.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin Karaeng Rangka, sebelumnya mendesak kepolisian mengambil langkah tegas terhadap pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap guru.