11 UMKM Sulsel Perluas Pasar Produk Halal & Modest Fashion di ISEF 2026
Kamis, 15 Okt 2026 22:57
Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) ambil bagian dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta. Foto/Istimewa
JAKARTA - Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) ambil bagian dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta. Melalui ajang ekonomi dan keuangan syariah terbesar tersebut, pelaku usaha Sulsel berkesempatan memperluas akses pasar, memperkenalkan produk unggulan, serta menjajaki kemitraan bisnis di tingkat nasional.
Partisipasi tersebut mencakup sektor modest fashion, pangan halal, hingga pengembangan usaha pesantren. Keikutsertaan UMKM binaan Kantor Perwakilan BI (KPwBI) Provinsi Sulsel ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal sekaligus mendorong kontribusi daerah dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, Rizki E. Wimanda, mengatakan lima UMKM anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) binaan KPwBI Sulsel tampil dalam peragaan busana IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) serta Modest Fashion Exhibition di Jakarta International Convention Center (JICC).
Kelima UMKM tersebut adalah Eka Madjid, CV Eiwa Corporation, Suri Rowa, Rina Tamam, dan Butik Luthfiah. Mereka mendapat kesempatan memperkenalkan karya fesyen lokal kepada khalayak yang lebih luas melalui rangkaian ISEF 2026. "Partisipasi ini menjadi sarana promosi karya fesyen lokal sekaligus memperluas eksposur modest fashion Sulsel," kata Rizki.
Di sektor pangan halal, sejumlah UMKM Sulsel turut memamerkan produk unggulan. PT Clemira Sukses Bersama menghadirkan gula aren, sedangkan PT Bunly Abadi Bersama menampilkan kacang mete dalam B2C Exhibition Halal Food.
Sementara itu, CV Morisama Sejahtera Indonesia memasarkan sambal Mak Judesss melalui pameran B2B sekaligus mengikuti business matching untuk menjajaki peluang kemitraan usaha.
Produk lokal Sulsel lainnya juga dipasarkan melalui Gema Halal–Halal Mart di lobi utama JICC. Produk yang ditampilkan meliputi rumput laut dari LARS, sambal Mak Judesss dari CV Morisama Sejahtera Indonesia, Sukmajahe Sarabba Makassar dari Monity Jaya Bersama, serta Bumbu Instan JenkRanaa dari PT Jenk Ranaa Berjaya.
Perkuat Ekonomi Pesantren
Selain mendorong pemasaran produk UMKM, partisipasi Sulsel dalam ISEF 2026 turut mencakup pengembangan ekonomi pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, menghadiri Malam Silaturahmi Pesantren menjelang pembukaan ISEF. Perwakilan pesantren tersebut juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan itu.
Pondok Pesantren DDI Mangkoso merupakan pesantren binaan KPwBI Sulsel melalui program Pesantren REWAKO (Resilient, Worldclass, Agile, and Knowledgeable). Dalam rangkaian Indonesia Halal Showcase, pesantren ini turut menampilkan produk air mineral hasil usaha mandiri melalui program Air Berkah Indonesia di Island Gerbang Santri.
Keterlibatan talenta muda Sulsel juga mewarnai festival tersebut. Believe Imanuel S. kembali berpartisipasi dalam Halal Chef Competition setelah mengikuti kompetisi serupa pada Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 10–12 Juli 2026.
Selain itu, tim SMAN 1 Soppeng yang meraih Juara I Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) KTI 2026 kembali berkompetisi pada ajang OESN tingkat nasional.
Perkuat Ekosistem Syariah di Daerah
Penguatan ekonomi syariah juga dilakukan melalui program di tingkat daerah. Sepanjang Oktober 2026, KPwBI Sulsel menyelenggarakan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2026 dengan tema "Akselerasi Sinergi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan".
Rangkaian program tersebut mencakup pendampingan sertifikasi halal bagi 50 pelaku UMKM serta empat Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unggas (RPH-RU). BI Sulsel juga menginisiasi pengembangan wakaf produktif bersama Pemerintah Kabupaten Maros, Dompet Dhuafa, Pesantren Ilmul Yaqin Maros, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Maros untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan ketahanan pangan.
Upaya lainnya meliputi inisiasi pengembangan Harmonia Park di Kabupaten Toraja Utara sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim, peningkatan kompetensi nazhir wakaf, serta edukasi keuangan syariah bagi pelajar, mahasiswa, kalangan pesantren, dan masyarakat.
Rizki mengatakan, keikutsertaan UMKM, pesantren, dan talenta muda Sulsel dalam ISEF 2026 merupakan bagian dari upaya BI memperkuat daya saing pelaku usaha melalui promosi produk, perluasan jejaring, dan fasilitasi akses pasar.
"Sinergi tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat kontribusi Sulsel dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional," tuturnya.
ISEF ke-13 tahun 2026 resmi dibuka pada 14 Oktober 2026 oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo di JICC, Jakarta. Festival yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 ini mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital".
ISEF 2026 menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring dengan melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal. Dalam kesempatan tersebut, BI juga meluncurkan tiga program, yakni Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC) sebagai pedoman transaksi pasar keuangan syariah, Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 atau Zakat Core Principles (ZCP) untuk memperkuat tata kelola zakat, serta program beasiswa internasional bagi mahasiswa asing melalui dana sosial syariah.
Masyarakat dapat mengunjungi ISEF 2026 secara langsung di JICC hingga 18 Oktober 2026. Informasi lebih lanjut tersedia melalui situs www.isef.co.id dan aplikasi ISEFun di https://apps.isef.co.id.
Partisipasi tersebut mencakup sektor modest fashion, pangan halal, hingga pengembangan usaha pesantren. Keikutsertaan UMKM binaan Kantor Perwakilan BI (KPwBI) Provinsi Sulsel ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal sekaligus mendorong kontribusi daerah dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel, Rizki E. Wimanda, mengatakan lima UMKM anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) binaan KPwBI Sulsel tampil dalam peragaan busana IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) serta Modest Fashion Exhibition di Jakarta International Convention Center (JICC).
Kelima UMKM tersebut adalah Eka Madjid, CV Eiwa Corporation, Suri Rowa, Rina Tamam, dan Butik Luthfiah. Mereka mendapat kesempatan memperkenalkan karya fesyen lokal kepada khalayak yang lebih luas melalui rangkaian ISEF 2026. "Partisipasi ini menjadi sarana promosi karya fesyen lokal sekaligus memperluas eksposur modest fashion Sulsel," kata Rizki.
Di sektor pangan halal, sejumlah UMKM Sulsel turut memamerkan produk unggulan. PT Clemira Sukses Bersama menghadirkan gula aren, sedangkan PT Bunly Abadi Bersama menampilkan kacang mete dalam B2C Exhibition Halal Food.
Sementara itu, CV Morisama Sejahtera Indonesia memasarkan sambal Mak Judesss melalui pameran B2B sekaligus mengikuti business matching untuk menjajaki peluang kemitraan usaha.
Produk lokal Sulsel lainnya juga dipasarkan melalui Gema Halal–Halal Mart di lobi utama JICC. Produk yang ditampilkan meliputi rumput laut dari LARS, sambal Mak Judesss dari CV Morisama Sejahtera Indonesia, Sukmajahe Sarabba Makassar dari Monity Jaya Bersama, serta Bumbu Instan JenkRanaa dari PT Jenk Ranaa Berjaya.
Perkuat Ekonomi Pesantren
Selain mendorong pemasaran produk UMKM, partisipasi Sulsel dalam ISEF 2026 turut mencakup pengembangan ekonomi pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Kabupaten Barru, menghadiri Malam Silaturahmi Pesantren menjelang pembukaan ISEF. Perwakilan pesantren tersebut juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan itu.
Pondok Pesantren DDI Mangkoso merupakan pesantren binaan KPwBI Sulsel melalui program Pesantren REWAKO (Resilient, Worldclass, Agile, and Knowledgeable). Dalam rangkaian Indonesia Halal Showcase, pesantren ini turut menampilkan produk air mineral hasil usaha mandiri melalui program Air Berkah Indonesia di Island Gerbang Santri.
Keterlibatan talenta muda Sulsel juga mewarnai festival tersebut. Believe Imanuel S. kembali berpartisipasi dalam Halal Chef Competition setelah mengikuti kompetisi serupa pada Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 10–12 Juli 2026.
Selain itu, tim SMAN 1 Soppeng yang meraih Juara I Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) KTI 2026 kembali berkompetisi pada ajang OESN tingkat nasional.
Perkuat Ekosistem Syariah di Daerah
Penguatan ekonomi syariah juga dilakukan melalui program di tingkat daerah. Sepanjang Oktober 2026, KPwBI Sulsel menyelenggarakan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKS) 2026 dengan tema "Akselerasi Sinergi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Sulawesi Selatan yang Inovatif, Inklusif, dan Berkelanjutan".
Rangkaian program tersebut mencakup pendampingan sertifikasi halal bagi 50 pelaku UMKM serta empat Rumah Potong Hewan Ruminansia dan Unggas (RPH-RU). BI Sulsel juga menginisiasi pengembangan wakaf produktif bersama Pemerintah Kabupaten Maros, Dompet Dhuafa, Pesantren Ilmul Yaqin Maros, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Maros untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan ketahanan pangan.
Upaya lainnya meliputi inisiasi pengembangan Harmonia Park di Kabupaten Toraja Utara sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim, peningkatan kompetensi nazhir wakaf, serta edukasi keuangan syariah bagi pelajar, mahasiswa, kalangan pesantren, dan masyarakat.
Rizki mengatakan, keikutsertaan UMKM, pesantren, dan talenta muda Sulsel dalam ISEF 2026 merupakan bagian dari upaya BI memperkuat daya saing pelaku usaha melalui promosi produk, perluasan jejaring, dan fasilitasi akses pasar.
"Sinergi tersebut diharapkan meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat kontribusi Sulsel dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional," tuturnya.
ISEF ke-13 tahun 2026 resmi dibuka pada 14 Oktober 2026 oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo di JICC, Jakarta. Festival yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 ini mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital".
ISEF 2026 menghadirkan lebih dari 100 kegiatan secara luring dan daring dengan melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal. Dalam kesempatan tersebut, BI juga meluncurkan tiga program, yakni Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC) sebagai pedoman transaksi pasar keuangan syariah, Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 atau Zakat Core Principles (ZCP) untuk memperkuat tata kelola zakat, serta program beasiswa internasional bagi mahasiswa asing melalui dana sosial syariah.
Masyarakat dapat mengunjungi ISEF 2026 secara langsung di JICC hingga 18 Oktober 2026. Informasi lebih lanjut tersedia melalui situs www.isef.co.id dan aplikasi ISEFun di https://apps.isef.co.id.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Listrik Andal, UMKM Tumbuh: PLN UID Sulselrabar Perkuat Ekonomi Masyarakat
PLN UID Sulselrabar memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui penyediaan energi listrik sekaligus program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha lokal.
Rabu, 14 Okt 2026 08:46
Ekbis
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI Sasar Lima Pulau Terluar di Sulsel
Dalam ekspedisi yang berlangsung hingga 19 Oktober 2026 tersebut, BI menyiapkan modal kerja sekitar Rp25 miliar untuk menjangkau lima pulau terluar di Sulsel.
Selasa, 13 Okt 2026 12:00
Ekbis
Vale Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Pemberdayaan UMKM & Koperasi
PT Vale Indonesia Tbk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan koperasi.
Minggu, 11 Okt 2026 10:02
Ekbis
BI Sulsel Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat BEKS 2026
Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan berbagai mitra strategis memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Jum'at, 09 Okt 2026 18:58
Ekbis
Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.949 Triliun, OJK Perkuat Basis Data
Hingga Juli 2026, total pembiayaan UMKM dari berbagai sektor jasa keuangan mencapai Rp1.949 triliun, tumbuh 3,09 persen secara tahunan.
Rabu, 07 Okt 2026 08:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD