BI Sulsel Bawa 22 UMKM REWAKO Tembus Pasar Global lewat TEI 2026
Jum'at, 16 Okt 2026 20:13
BI Sulsel menghadirkan 22 UMKM REWAKO binaannya dengan beragam produk unggulan daerah pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Foto/Istimewa
JAKARTA - Sebanyak 22 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) REWAKO binaan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan mendapat kesempatan memperluas akses pasar internasional melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya BI mendorong produk unggulan daerah menembus pasar global sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.
TEI ke-41 resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Presiden RI Prabowo Subianto diwakili Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dalam pembukaan pameran perdagangan berskala internasional tersebut.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Wibowo, serta Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti.
Diselenggarakan Kementerian Perdagangan pada 14–18 Oktober 2026, TEI tahun ini mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”. Pameran tersebut diikuti 1.873 peserta dan mencatat 8.092 pembeli (buyer) dari 134 negara, menjadikannya salah satu wadah strategis untuk mempromosikan produk Indonesia, memperluas jejaring usaha, serta menjajaki kerja sama perdagangan internasional.
Dalam ajang tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) menghadirkan 22 UMKM REWAKO binaannya dengan beragam produk unggulan daerah. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari strategi BI untuk memperluas akses pasar sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dagang dari berbagai negara.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Rizki E. Wimanda, mengatakan partisipasi UMKM binaan dalam TEI 2026 didukung kolaborasi dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) Bank Indonesia serta sejumlah Kantor Perwakilan BI Dalam Negeri (KPwDN).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penataan area pameran terpadu atau island UMKM binaan BI. Menurut Rizki, langkah ini diharapkan meningkatkan visibilitas produk unggulan daerah, memudahkan interaksi dengan calon pembeli, serta memperkuat sinergi promosi UMKM binaan dari berbagai wilayah.
“Pada TEI 2026, KPw BI Sulsel menghadirkan 22 UMKM REWAKO binaan dengan produk unggulan Sulawesi Selatan yang mencakup tujuh UMKM kopi, tujuh UMKM rempah, lima UMKM olahan makanan dan minuman, dua UMKM perikanan, serta satu UMKM kriya,” ujar Rizki.
Para peserta berasal dari 10 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, yakni Makassar, Enrekang, Toraja Utara, Gowa, Luwu, Takalar, Pangkep, Luwu Timur, Bone, dan Bulukumba. Keberagaman asal daerah tersebut memperlihatkan potensi produk lokal Sulawesi Selatan yang dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebanyak 21 UMKM menempati Hall 2 untuk kategori makanan dan minuman, kopi, rempah, serta perikanan. Sementara itu, satu UMKM kriya menempati Hall 8.
“Penempatan ini menjadi bagian dari pengaturan area pameran terpadu bersama DEIH Bank Indonesia untuk memudahkan pengunjung dan calon mitra dagang menjangkau produk UMKM binaan,” kata Rizki.
Keikutsertaan dalam TEI 2026 juga menjadi bagian dari tahapan program UMKM REWAKO Ekspor. Program ini membekali pelaku usaha melalui sejumlah kegiatan, mulai dari kelas pengenalan dokumen ekspor, riset pasar internasional, business matching, kunjungan lapangan (site visit), hingga kelas persiapan mengikuti pameran internasional.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM didorong memahami persyaratan ekspor, mengenali kebutuhan pasar, meningkatkan kesiapan produk, serta membangun komunikasi dengan calon pembeli. Dengan demikian, partisipasi dalam pameran tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga kesempatan untuk mengukur potensi dan kesiapan produk dalam bersaing di pasar internasional.
Selama pameran berlangsung, KPw BI Sulsel turut mendukung pendampingan UMKM, terutama dalam memperkenalkan keunggulan produk, membangun jejaring usaha, serta melakukan diskusi dan penjajakan kerja sama dengan calon mitra perdagangan.
BI Sulsel berharap keikutsertaan tersebut dapat membantu UMKM REWAKO memahami kebutuhan pasar global, memperluas jaringan pembeli, dan meningkatkan kesiapan untuk masuk ke rantai pasok yang lebih luas.
Partisipasi dalam TEI 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Sulampua Investment and Business Forum (SIBF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Makassar. Melalui momentum TEI, KPw BI Sulsel akan menjajaki peluang menghadirkan calon pembeli potensial ke SIBF untuk memperkuat kesinambungan promosi, memperluas kegiatan business matching, dan membuka akses pasar bagi UMKM di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Melalui sinergi promosi dan pendampingan berkelanjutan, Bank Indonesia berharap UMKM REWAKO semakin adaptif dan berdaya saing serta mampu mengoptimalkan peluang perdagangan di pasar domestik maupun internasional. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
TEI ke-41 resmi dibuka pada Rabu (14/10/2026) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Presiden RI Prabowo Subianto diwakili Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dalam pembukaan pameran perdagangan berskala internasional tersebut.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Wibowo, serta Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti.
Diselenggarakan Kementerian Perdagangan pada 14–18 Oktober 2026, TEI tahun ini mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”. Pameran tersebut diikuti 1.873 peserta dan mencatat 8.092 pembeli (buyer) dari 134 negara, menjadikannya salah satu wadah strategis untuk mempromosikan produk Indonesia, memperluas jejaring usaha, serta menjajaki kerja sama perdagangan internasional.
Dalam ajang tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPw BI Sulsel) menghadirkan 22 UMKM REWAKO binaannya dengan beragam produk unggulan daerah. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari strategi BI untuk memperluas akses pasar sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dagang dari berbagai negara.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Rizki E. Wimanda, mengatakan partisipasi UMKM binaan dalam TEI 2026 didukung kolaborasi dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) Bank Indonesia serta sejumlah Kantor Perwakilan BI Dalam Negeri (KPwDN).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penataan area pameran terpadu atau island UMKM binaan BI. Menurut Rizki, langkah ini diharapkan meningkatkan visibilitas produk unggulan daerah, memudahkan interaksi dengan calon pembeli, serta memperkuat sinergi promosi UMKM binaan dari berbagai wilayah.
“Pada TEI 2026, KPw BI Sulsel menghadirkan 22 UMKM REWAKO binaan dengan produk unggulan Sulawesi Selatan yang mencakup tujuh UMKM kopi, tujuh UMKM rempah, lima UMKM olahan makanan dan minuman, dua UMKM perikanan, serta satu UMKM kriya,” ujar Rizki.
Para peserta berasal dari 10 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, yakni Makassar, Enrekang, Toraja Utara, Gowa, Luwu, Takalar, Pangkep, Luwu Timur, Bone, dan Bulukumba. Keberagaman asal daerah tersebut memperlihatkan potensi produk lokal Sulawesi Selatan yang dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebanyak 21 UMKM menempati Hall 2 untuk kategori makanan dan minuman, kopi, rempah, serta perikanan. Sementara itu, satu UMKM kriya menempati Hall 8.
“Penempatan ini menjadi bagian dari pengaturan area pameran terpadu bersama DEIH Bank Indonesia untuk memudahkan pengunjung dan calon mitra dagang menjangkau produk UMKM binaan,” kata Rizki.
Keikutsertaan dalam TEI 2026 juga menjadi bagian dari tahapan program UMKM REWAKO Ekspor. Program ini membekali pelaku usaha melalui sejumlah kegiatan, mulai dari kelas pengenalan dokumen ekspor, riset pasar internasional, business matching, kunjungan lapangan (site visit), hingga kelas persiapan mengikuti pameran internasional.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM didorong memahami persyaratan ekspor, mengenali kebutuhan pasar, meningkatkan kesiapan produk, serta membangun komunikasi dengan calon pembeli. Dengan demikian, partisipasi dalam pameran tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga kesempatan untuk mengukur potensi dan kesiapan produk dalam bersaing di pasar internasional.
Selama pameran berlangsung, KPw BI Sulsel turut mendukung pendampingan UMKM, terutama dalam memperkenalkan keunggulan produk, membangun jejaring usaha, serta melakukan diskusi dan penjajakan kerja sama dengan calon mitra perdagangan.
BI Sulsel berharap keikutsertaan tersebut dapat membantu UMKM REWAKO memahami kebutuhan pasar global, memperluas jaringan pembeli, dan meningkatkan kesiapan untuk masuk ke rantai pasok yang lebih luas.
Partisipasi dalam TEI 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Sulampua Investment and Business Forum (SIBF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Makassar. Melalui momentum TEI, KPw BI Sulsel akan menjajaki peluang menghadirkan calon pembeli potensial ke SIBF untuk memperkuat kesinambungan promosi, memperluas kegiatan business matching, dan membuka akses pasar bagi UMKM di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Melalui sinergi promosi dan pendampingan berkelanjutan, Bank Indonesia berharap UMKM REWAKO semakin adaptif dan berdaya saing serta mampu mengoptimalkan peluang perdagangan di pasar domestik maupun internasional. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
11 UMKM Sulsel Perluas Pasar Produk Halal & Modest Fashion di ISEF 2026
Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) ambil bagian dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
Kamis, 15 Okt 2026 22:57
Ekbis
Listrik Andal, UMKM Tumbuh: PLN UID Sulselrabar Perkuat Ekonomi Masyarakat
PLN UID Sulselrabar memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui penyediaan energi listrik sekaligus program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha lokal.
Rabu, 14 Okt 2026 08:46
Ekbis
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI Sasar Lima Pulau Terluar di Sulsel
Dalam ekspedisi yang berlangsung hingga 19 Oktober 2026 tersebut, BI menyiapkan modal kerja sekitar Rp25 miliar untuk menjangkau lima pulau terluar di Sulsel.
Selasa, 13 Okt 2026 12:00
Ekbis
Vale Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Pemberdayaan UMKM & Koperasi
PT Vale Indonesia Tbk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penguatan koperasi.
Minggu, 11 Okt 2026 10:02
Ekbis
BI Sulsel Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat BEKS 2026
Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan berbagai mitra strategis memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Jum'at, 09 Okt 2026 18:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
2
Pertamina Pastikan Isu Ganjil-Genap Pertalite di Makassar Tidak Benar
3
Pelindo Jasa Maritim Kaji Kapal Tunda Listrik, Bidik Efisiensi Operasional
4
UCM Gelar Wisuda, Alumni Kini 3.159 Orang
5
Hadapi El Nino, LAZ Hadji Kalla Dorong Petani Diversifikasi Usaha
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
2
Pertamina Pastikan Isu Ganjil-Genap Pertalite di Makassar Tidak Benar
3
Pelindo Jasa Maritim Kaji Kapal Tunda Listrik, Bidik Efisiensi Operasional
4
UCM Gelar Wisuda, Alumni Kini 3.159 Orang
5
Hadapi El Nino, LAZ Hadji Kalla Dorong Petani Diversifikasi Usaha