IOP dan Eagle Dance Jadi Wakil Makassar di Final iForte NDC Inspirasi Diri
Kamis, 29 Jan 2026 21:58
Manajemen iForte berfoto dengan juara babak kurasi offline kategori SMA/SMK, Eagle Dance dari SMA Katolik Rajawali Makassar di Mall Ratu Indah. Foto: Istimewa
MAKASSAR - iForte National Dance Competition (NDC) “Inspirasi Diri” 2025–2026 tiba di Kota Makassar, Kamis (29/1/2026). Sebanyak 13 kelompok dari dua kategori beradu memperebutkan dua tiket ke Jakarta.
Babak kurasi offline di Kota Daeng mengambil tempat di Mal Ratu Indah, Jalan Sam Ratulangi. Dari 45 pendaftar, hanya 13 kelompok yang lolos ke tahap ini. Mereka masing-masing 10 dari kategori SMA/SMK dan tiga dari kategori mahasiswa.
Ke-13 kelompok ini menampilkan dua koreografi, yakni tarian dengan lagu tema “Inspirasi Diri” dan tarian bebas. Lagu “Inspirasi Diri” merupakan karya kolaborasi iForte dan Protelindo Group bersama Eross Candra dan Yura Yunita, menggabungkan musik pop dengan unsur senandung daerah dan instrumen tradisional Nusantara.
Dua koreografi itu ditampilkan di hadapan ribuan pasang mata pengunjung mal dan juri yang teridiri atas koreografer Shadi Hakim, Puteri Indonesia Sulawesi Selatan 2025 dr. Andi Adriana N, serta koreografer dan pendiri Dimas Dance Theatre, Dian Bokir.
Head of Marketing iForte, Victor Sihombing mengatakan kompetisi ini merupakan seri kedua setelah digelar tahun lalu. Ia menjelaskan, Makassar dipilih karena potensi seni yang kuat dan keberadaan iForte di kota tersebut.
Ia menyebut, kegiatan ini juga diharapkan menjadi bagian dari gerakan budaya yang berkelanjutan, sehingga menyasar pelajar dan mahasiswa sebagai generasi penerus.
“Pertama karena di Makassar ada iForte. Yang kedua kami melihat Makassar memiliki kesenian yang tinggi. Dan ini juga menjadi tantangan kami supaya gerakan kebudayaan itu berkelanjutan. Dan makanya kami seranggarakan untuk pelajar dan juga mahasiswa,” ujar Victor.
Victor bilang, juara pertama dari setiap regional akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti babak Grand Final tingkat nasional pada April mendatang. Para finalis berkesempatan meraih hadiah uang tunai, beasiswa Universitas Ciputra, dan logam mulia.
“Untuk juara 1, nanti akan kami ajak ke Jakarta untuk berkompetisi dengan juara dari regional lainnya. Di sana mereka akan memperebutkan juara nasional. Dan mereka akan berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai. Kemudian juga kesempatan untuk beasiswa di Universitas Ciputra,” katanya.
Sebagai informasi, kompetisi ini dibuka sejak 16 Oktober 2025 dan berhasil menjaring 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Dari setiap regional akan dipilih tiga juara, dengan juara pertama mewakili daerah ke babak nasional.
13 grup yang ikut kurasi di Kota Makassar berasal dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Bone, Enrekang, Luwu, Kota Palu, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kota Ternate, Kota Gorontalo, Kabupaten Bima - Nusa Tenggara Barat, hingga Kota Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor - Papua.
Juara Regional Makassar
Adapun juara regional Makassar, pada kategori kampus adalah Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua dengan nama grup Original Artist Papuan (OAP). Sementara kategori SMA/SMK adalah SMA Katolik Rajawali Makassar dengan nama kelompok Eagle Dance.
Perwakilan Original Artist Papuan (OAP), Steven Lazarus Kawer, mengaku bangga dengan pencapaian dirinya bersama rekan-rekannya. Sebab, ini merupakan pertama kali mereka mengikuti kompetisi ini dan langsung meraih juara.
Ia mengatakan timnya mengangkat konsep alam sebagai sumber kehidupan, yang dituangkan melalui kostum, properti, dan koreografi yang terinspirasi dari aktivitas masyarakat Papua.
“Kami melakukan persiapan selama tiga minggu sebelum tampil di sini bangga bisa juara satu, dan bisa mewakili sini. Kami akan melakukan persiapan dengan sangat matang,” ujar Steven.
iForte National Dance Competition mengusung tema pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif generasi muda. Seluruh peserta dan pendukung acara juga mengenakan busana bernuansa Nusantara sebagai bagian dari pesan kebudayaan yang ingin disampaikan.
Sementara itu, perwakilan Eagle Dance, Nixie Vimala Japutama mengaku malakukan persiapan selama satu bulan. Dalam kurun satu bulan itu, ia bersama kolega mengaku menghadapi berbagai tantangan, tetapi bisa menemukan jalan untuk menghadapi fase kurasi hari ini.
"Konsep tarian yang pertama itu kami membawakan tema suku Toraja, di mana kami mengungkap mengenai upacara Rambu Tukat. Kemudian yang kedua kami mengambil tema Tari Pakarena, yaitu dari Sulawesi Selatan, Makassar sendiri, dan kami mencapurnya dengan berbagai modern dance yang kami biasa lakukan," pungkas Nixie.
Babak kurasi offline di Kota Daeng mengambil tempat di Mal Ratu Indah, Jalan Sam Ratulangi. Dari 45 pendaftar, hanya 13 kelompok yang lolos ke tahap ini. Mereka masing-masing 10 dari kategori SMA/SMK dan tiga dari kategori mahasiswa.
Ke-13 kelompok ini menampilkan dua koreografi, yakni tarian dengan lagu tema “Inspirasi Diri” dan tarian bebas. Lagu “Inspirasi Diri” merupakan karya kolaborasi iForte dan Protelindo Group bersama Eross Candra dan Yura Yunita, menggabungkan musik pop dengan unsur senandung daerah dan instrumen tradisional Nusantara.
Dua koreografi itu ditampilkan di hadapan ribuan pasang mata pengunjung mal dan juri yang teridiri atas koreografer Shadi Hakim, Puteri Indonesia Sulawesi Selatan 2025 dr. Andi Adriana N, serta koreografer dan pendiri Dimas Dance Theatre, Dian Bokir.
Head of Marketing iForte, Victor Sihombing mengatakan kompetisi ini merupakan seri kedua setelah digelar tahun lalu. Ia menjelaskan, Makassar dipilih karena potensi seni yang kuat dan keberadaan iForte di kota tersebut.
Ia menyebut, kegiatan ini juga diharapkan menjadi bagian dari gerakan budaya yang berkelanjutan, sehingga menyasar pelajar dan mahasiswa sebagai generasi penerus.
“Pertama karena di Makassar ada iForte. Yang kedua kami melihat Makassar memiliki kesenian yang tinggi. Dan ini juga menjadi tantangan kami supaya gerakan kebudayaan itu berkelanjutan. Dan makanya kami seranggarakan untuk pelajar dan juga mahasiswa,” ujar Victor.
Victor bilang, juara pertama dari setiap regional akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti babak Grand Final tingkat nasional pada April mendatang. Para finalis berkesempatan meraih hadiah uang tunai, beasiswa Universitas Ciputra, dan logam mulia.
“Untuk juara 1, nanti akan kami ajak ke Jakarta untuk berkompetisi dengan juara dari regional lainnya. Di sana mereka akan memperebutkan juara nasional. Dan mereka akan berkesempatan mendapatkan hadiah uang tunai. Kemudian juga kesempatan untuk beasiswa di Universitas Ciputra,” katanya.
Sebagai informasi, kompetisi ini dibuka sejak 16 Oktober 2025 dan berhasil menjaring 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Dari setiap regional akan dipilih tiga juara, dengan juara pertama mewakili daerah ke babak nasional.
13 grup yang ikut kurasi di Kota Makassar berasal dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Bone, Enrekang, Luwu, Kota Palu, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kota Ternate, Kota Gorontalo, Kabupaten Bima - Nusa Tenggara Barat, hingga Kota Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor - Papua.
Juara Regional Makassar
Adapun juara regional Makassar, pada kategori kampus adalah Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua dengan nama grup Original Artist Papuan (OAP). Sementara kategori SMA/SMK adalah SMA Katolik Rajawali Makassar dengan nama kelompok Eagle Dance.
Perwakilan Original Artist Papuan (OAP), Steven Lazarus Kawer, mengaku bangga dengan pencapaian dirinya bersama rekan-rekannya. Sebab, ini merupakan pertama kali mereka mengikuti kompetisi ini dan langsung meraih juara.
Ia mengatakan timnya mengangkat konsep alam sebagai sumber kehidupan, yang dituangkan melalui kostum, properti, dan koreografi yang terinspirasi dari aktivitas masyarakat Papua.
“Kami melakukan persiapan selama tiga minggu sebelum tampil di sini bangga bisa juara satu, dan bisa mewakili sini. Kami akan melakukan persiapan dengan sangat matang,” ujar Steven.
iForte National Dance Competition mengusung tema pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif generasi muda. Seluruh peserta dan pendukung acara juga mengenakan busana bernuansa Nusantara sebagai bagian dari pesan kebudayaan yang ingin disampaikan.
Sementara itu, perwakilan Eagle Dance, Nixie Vimala Japutama mengaku malakukan persiapan selama satu bulan. Dalam kurun satu bulan itu, ia bersama kolega mengaku menghadapi berbagai tantangan, tetapi bisa menemukan jalan untuk menghadapi fase kurasi hari ini.
"Konsep tarian yang pertama itu kami membawakan tema suku Toraja, di mana kami mengungkap mengenai upacara Rambu Tukat. Kemudian yang kedua kami mengambil tema Tari Pakarena, yaitu dari Sulawesi Selatan, Makassar sendiri, dan kami mencapurnya dengan berbagai modern dance yang kami biasa lakukan," pungkas Nixie.
(MAN)
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Baru Bergabung ke PSI, Sekjen Raja Juli Juluki RMS Jokowinya Sulsel
2
Di Rakernas, Kaesang Resmikan RMS Bergabung ke PSI Lewat Pantun
3
UMI Bersama Sekolah dan Madrasah Se-Kota Makassar Gagas Program Dakwah
4
Darmawansyah Dorong FORKI Sulsel Perkuat Pembinaan Atlet hingga Profesionalitas Wasit
5
Tim Pegasus Polres Jeneponto Garda Terdepan Pengungkapan Kejahatan 2025
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Baru Bergabung ke PSI, Sekjen Raja Juli Juluki RMS Jokowinya Sulsel
2
Di Rakernas, Kaesang Resmikan RMS Bergabung ke PSI Lewat Pantun
3
UMI Bersama Sekolah dan Madrasah Se-Kota Makassar Gagas Program Dakwah
4
Darmawansyah Dorong FORKI Sulsel Perkuat Pembinaan Atlet hingga Profesionalitas Wasit
5
Tim Pegasus Polres Jeneponto Garda Terdepan Pengungkapan Kejahatan 2025