Kunker Pantau Revitalisasi Krakatau Steel, NH Dorong Kemandirian Industri Baja Nasional
Minggu, 15 Mar 2026 14:22
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid. Foto: Fraksi Golkar
JAKARTA - Komisi VI DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke PT Krakatau Steel di Kota Cilegon, Banten, Kamis (12/3/26) baru-baru ini. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan operasional usaha serta revitalisasi fasilitas produksi PT Krakatau Steel.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurdin Halid, yang bertindak sebagai Ketua Tim Kunjungan, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya membahas upaya penyelamatan industri baja nasional.
“Kita datang ke sini (Krakatau Steel) tidak lain merupakan tindak lanjut dari pada RDP yang lalu yang menghadirkan Menteri Pertahanan, Menteri Perindustrian dan Danantara, ini tidak lain upaya kita untuk menyelamatkan industri baja,” kata Nurdin.
Ia juga memberikan apresiasi kepada PT Krakatau Steel yang dinilai menunjukkan progres signifikan. Pasalnya, beberapa waktu lalu perusahaan pelat merah tersebut hampir mengalami kolaps dan memiliki tunggakan pembayaran di perbankan dengan status kolektibilitas (kol) 5.
Guna mendukung penyelamatan perusahaan, Krakatau Steel mendapat suntikan dana dari Danantara sebesar Rp5 triliun. Hingga Oktober 2025, status tunggakan pembayaran perusahaan tersebut telah membaik menjadi kol 2.
“Alhamdulillah dari kunjungan ini, kita langsung melihat ke lapangan, ada progres yang luar biasa. Ada peningkatan kinerja yang sangat signifikan, dengan restrukturisasi, dari kol 5, sejak tahun lalu, itu sudah kol 2. Ini tinggal sedikit yang kol 1,” kata Nurdin kepada wartawan usai melakukan peninjauan lapangan.
Ia pun berharap pada tahun depan Krakatau Steel sudah memiliki kemandirian dalam mengelola industri bajanya.
Diketahui bahwa PT Krakatau Steel mencatat laba bersih sebesar 24 juta dolar AS pada kuartal III 2025. Capaian tersebut mencerminkan momentum positif dari efektivitas restrukturisasi kewajiban serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
Di sisi operasional, stabilisasi pabrik juga menunjukkan hasil positif. Volume produksi baja konsolidasi hingga kuartal III 2025 tercatat sebesar 740 ribu ton, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 540 ribu ton.
Sejalan dengan peningkatan produksi tersebut, volume penjualan baja konsolidasi perseroan juga menunjukkan tren kenaikan sepanjang 2025, yakni 226 ribu ton pada kuartal I, meningkat menjadi 244 ribu ton pada kuartal II, dan mencapai 269 ribu ton pada kuartal III.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nurdin Halid, yang bertindak sebagai Ketua Tim Kunjungan, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sebelumnya membahas upaya penyelamatan industri baja nasional.
“Kita datang ke sini (Krakatau Steel) tidak lain merupakan tindak lanjut dari pada RDP yang lalu yang menghadirkan Menteri Pertahanan, Menteri Perindustrian dan Danantara, ini tidak lain upaya kita untuk menyelamatkan industri baja,” kata Nurdin.
Ia juga memberikan apresiasi kepada PT Krakatau Steel yang dinilai menunjukkan progres signifikan. Pasalnya, beberapa waktu lalu perusahaan pelat merah tersebut hampir mengalami kolaps dan memiliki tunggakan pembayaran di perbankan dengan status kolektibilitas (kol) 5.
Guna mendukung penyelamatan perusahaan, Krakatau Steel mendapat suntikan dana dari Danantara sebesar Rp5 triliun. Hingga Oktober 2025, status tunggakan pembayaran perusahaan tersebut telah membaik menjadi kol 2.
“Alhamdulillah dari kunjungan ini, kita langsung melihat ke lapangan, ada progres yang luar biasa. Ada peningkatan kinerja yang sangat signifikan, dengan restrukturisasi, dari kol 5, sejak tahun lalu, itu sudah kol 2. Ini tinggal sedikit yang kol 1,” kata Nurdin kepada wartawan usai melakukan peninjauan lapangan.
Ia pun berharap pada tahun depan Krakatau Steel sudah memiliki kemandirian dalam mengelola industri bajanya.
Diketahui bahwa PT Krakatau Steel mencatat laba bersih sebesar 24 juta dolar AS pada kuartal III 2025. Capaian tersebut mencerminkan momentum positif dari efektivitas restrukturisasi kewajiban serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
Di sisi operasional, stabilisasi pabrik juga menunjukkan hasil positif. Volume produksi baja konsolidasi hingga kuartal III 2025 tercatat sebesar 740 ribu ton, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 540 ribu ton.
Sejalan dengan peningkatan produksi tersebut, volume penjualan baja konsolidasi perseroan juga menunjukkan tren kenaikan sepanjang 2025, yakni 226 ribu ton pada kuartal I, meningkat menjadi 244 ribu ton pada kuartal II, dan mencapai 269 ribu ton pada kuartal III.
(UMI)
Berita Terkait
News
Komisi V DPR Tinjau Pelabuhan Makassar, Dorong Layanan Makin Andal
Komisi V DPR RI meninjau langsung kesiapan keselamatan, keamanan, serta kualitas pelayanan di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan.
Sabtu, 19 Sep 2026 12:23
Sulsel
Punya 10 Bupati, Gerindra Sulsel Target 10 Kursi DPR RI di Pileg 2029
Partai Gerindra Sulsel mematok target ambisius pada Pileg 2029 mendatang. Mereka optimis bisa meraih 10 kursi untuk tingkat DPR RI.
Rabu, 05 Agu 2026 17:24
News
Ahli Waris Sampaikan Aspirasi Soal Aset Peninggalan Mantan Jaksa ke Komisi III DPR
Sejumlah ahli waris bersama kuasa hukumnya, Azis Pangeran, menyampaikan aspirasi kepada Komisi III DPR RI terkait status aset peninggalan almarhum SJ dan almarhumah RE.
Sabtu, 25 Jul 2026 16:27
News
Selamat! KPU RI Konfirmasi Putri Dakka sebagai Pengganti RMS di DPR RI
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengonfirmasi Putri Dakka sebagai calon Pengganti Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem menggantikan Rusdi Masse (RMS) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan III.
Senin, 13 Jul 2026 17:53
News
Komisi VI DPR-RI Pertegas Tentang Moratoriun Industri Semen
Sikap tegas ditunjukkan Anggota Komisi VI DPR RI Nurdin Halid dan Ismail Bachtiar terhadap rencana investasi PT Conch di Kabupaten Barru. Di tengah krisis kelebihan kapasitas (oversupply) industri semen nasional yang semakin mengkhawatirkan
Senin, 13 Jul 2026 17:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
2
Meriah di 17 Kota, BAF Friends Festival Hadirkan Banyak Keseruan untuk Konsumen
3
HAR Soroti Masalah Sampah di Gowa, DPRD Bakal Panggil DLH untuk Klarifikasi
4
FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri
5
Asmo Sulsel Perkuat Sinergi Grup Astra Lewat Company Visit dan Safety Riding
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
2
Meriah di 17 Kota, BAF Friends Festival Hadirkan Banyak Keseruan untuk Konsumen
3
HAR Soroti Masalah Sampah di Gowa, DPRD Bakal Panggil DLH untuk Klarifikasi
4
FAI-UMI Bekali Maba dengan Nilai Keilmuan, Karakter, dan Pengembangan Diri
5
Asmo Sulsel Perkuat Sinergi Grup Astra Lewat Company Visit dan Safety Riding