Meity Rahmatia Desak Bongkar Jaringan Narkoba di Lapas Bollangi, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum
Selasa, 31 Mar 2026 17:38
Anggota DPR RI, Meity Rahmatia. Foto: Humas Fraksi PKS
JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR RI dari Sulawesi Selatan (Sulsel), Meity Rahmatia, mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan meningkatkan integritasnya dan bekerja keras dalam memberantas jaringan narkoba di lembaga pemasyarakatan.
Hal ini ia tegaskan setelah mendapat kabar penangkapan sejumlah pelaku penyalahgunaan narkoba di Tana Toraja yang dikaitkan dengan jaringan Lapas Narkotika di Bollangi, Kabupaten Gowa.
“Saya mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan agar bekerja serius. Bongkar jaringan ini. Seluruh petugas yang terbukti terkait dibina. Dan kalau tidak bisa lagi dibina, dipecat. Pemerintah harus menunjukkan sikap tegasnya dalam pemberantasan narkoba,” jelas Meity dari keterangan tertulisnya yang diterima Sindo Makassar pada Selasa (31/03/2026).
Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja cepat tim BNNK Toraja yang mencakup wilayah kerja Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Tim melakukan observasi lapangan selama empat hari, dimulai sejak Senin (23/3/2026) hingga Kamis (26/3/2026).
Dari tujuh orang yang diamankan, satu di antaranya berinisial K, seorang perempuan muda yang diketahui sebagai tenaga kontrak di kantor BPS Gereja Toraja. Ia diduga masuk dalam jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Narkotika Kelas IIB Sungguminasa atau Lapas Bollangi, Kabupaten Gowa. Dari hasil pengembangan, total orang yang ditahan kini sebanyak 10 orang.
Meity sangat menyayangkan adanya dugaan jaringan ini. Ia mengatakan masalah ini sebagai bahan evaluasi terhadap program zero narkoba dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Selain menyampaikan langsung ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Sulsel, insyaallah saya akan membawa masalah ini ke rapat Komisi XIII dan berusaha menghadirkan kembali mitra-mitra terkait, terutama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkapnya.
Menyusul kasus ini, sejumlah tuntutan kini muncul dari masyarakat, yaitu mendesak agar Kepala Lapas Bollangi dicopot. Sebagaimana beredar luas di platform media sosial yang di antaranya datang dari Ketua Jaringan Anti Narkoba (JAN) Sulawesi Selatan, Muhammad Akbar. Ia dengan tegas mengatakan bahwa pengawasan dan pengendalian narkoba di Lapas Bollangi telah gagal, bahkan terkesan ditutupi.
“Jangan lagi ada upaya menutup-nutupi. Kejadian ini membuka tabir yang selama ini disembunyikan. Jika praktik seperti ini terus berulang, maka patut diduga ada pembiaran, atau bahkan sesuatu yang lebih sistematis di dalam,” tegasnya.
Aktivis itu bahkan menduga jaringan narkoba di Lapas Bollangi melibatkan orang lama. “Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba yang diduga tumbuh dari dalam lapas. Dan ini bukan pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk kemunduran serius dalam pemberantasan narkoba,” tukasnya.
Sejalan dengan Akbar, Meity juga mencurigai jaringan narkoba di Lapas Bollangi melibatkan banyak pihak, termasuk petugas dalam lapas karena nyaris tak terendus publik.
“Kalau tidak ada penangkapan pelaku penyalahgunaan di Tana Toraja itu, kasus ini tidak akan muncul ke publik. Saya bahkan yang pernah masuk ke lapas untuk melihat kondisi di sana seperti semuanya normal-normal saja. Ini akan jadi bahan catatan bagi saya,” pungkas politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.
Hal ini ia tegaskan setelah mendapat kabar penangkapan sejumlah pelaku penyalahgunaan narkoba di Tana Toraja yang dikaitkan dengan jaringan Lapas Narkotika di Bollangi, Kabupaten Gowa.
“Saya mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan agar bekerja serius. Bongkar jaringan ini. Seluruh petugas yang terbukti terkait dibina. Dan kalau tidak bisa lagi dibina, dipecat. Pemerintah harus menunjukkan sikap tegasnya dalam pemberantasan narkoba,” jelas Meity dari keterangan tertulisnya yang diterima Sindo Makassar pada Selasa (31/03/2026).
Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja cepat tim BNNK Toraja yang mencakup wilayah kerja Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Tim melakukan observasi lapangan selama empat hari, dimulai sejak Senin (23/3/2026) hingga Kamis (26/3/2026).
Dari tujuh orang yang diamankan, satu di antaranya berinisial K, seorang perempuan muda yang diketahui sebagai tenaga kontrak di kantor BPS Gereja Toraja. Ia diduga masuk dalam jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Narkotika Kelas IIB Sungguminasa atau Lapas Bollangi, Kabupaten Gowa. Dari hasil pengembangan, total orang yang ditahan kini sebanyak 10 orang.
Meity sangat menyayangkan adanya dugaan jaringan ini. Ia mengatakan masalah ini sebagai bahan evaluasi terhadap program zero narkoba dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Selain menyampaikan langsung ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Sulsel, insyaallah saya akan membawa masalah ini ke rapat Komisi XIII dan berusaha menghadirkan kembali mitra-mitra terkait, terutama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkapnya.
Menyusul kasus ini, sejumlah tuntutan kini muncul dari masyarakat, yaitu mendesak agar Kepala Lapas Bollangi dicopot. Sebagaimana beredar luas di platform media sosial yang di antaranya datang dari Ketua Jaringan Anti Narkoba (JAN) Sulawesi Selatan, Muhammad Akbar. Ia dengan tegas mengatakan bahwa pengawasan dan pengendalian narkoba di Lapas Bollangi telah gagal, bahkan terkesan ditutupi.
“Jangan lagi ada upaya menutup-nutupi. Kejadian ini membuka tabir yang selama ini disembunyikan. Jika praktik seperti ini terus berulang, maka patut diduga ada pembiaran, atau bahkan sesuatu yang lebih sistematis di dalam,” tegasnya.
Aktivis itu bahkan menduga jaringan narkoba di Lapas Bollangi melibatkan orang lama. “Negara tidak boleh kalah oleh jaringan narkoba yang diduga tumbuh dari dalam lapas. Dan ini bukan pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk kemunduran serius dalam pemberantasan narkoba,” tukasnya.
Sejalan dengan Akbar, Meity juga mencurigai jaringan narkoba di Lapas Bollangi melibatkan banyak pihak, termasuk petugas dalam lapas karena nyaris tak terendus publik.
“Kalau tidak ada penangkapan pelaku penyalahgunaan di Tana Toraja itu, kasus ini tidak akan muncul ke publik. Saya bahkan yang pernah masuk ke lapas untuk melihat kondisi di sana seperti semuanya normal-normal saja. Ini akan jadi bahan catatan bagi saya,” pungkas politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Punya 10 Bupati, Gerindra Sulsel Target 10 Kursi DPR RI di Pileg 2029
Partai Gerindra Sulsel mematok target ambisius pada Pileg 2029 mendatang. Mereka optimis bisa meraih 10 kursi untuk tingkat DPR RI.
Rabu, 05 Agu 2026 17:24
News
Ahli Waris Sampaikan Aspirasi Soal Aset Peninggalan Mantan Jaksa ke Komisi III DPR
Sejumlah ahli waris bersama kuasa hukumnya, Azis Pangeran, menyampaikan aspirasi kepada Komisi III DPR RI terkait status aset peninggalan almarhum SJ dan almarhumah RE.
Sabtu, 25 Jul 2026 16:27
News
Selamat! KPU RI Konfirmasi Putri Dakka sebagai Pengganti RMS di DPR RI
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengonfirmasi Putri Dakka sebagai calon Pengganti Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem menggantikan Rusdi Masse (RMS) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan III.
Senin, 13 Jul 2026 17:53
News
Komisi VI DPR-RI Pertegas Tentang Moratoriun Industri Semen
Sikap tegas ditunjukkan Anggota Komisi VI DPR RI Nurdin Halid dan Ismail Bachtiar terhadap rencana investasi PT Conch di Kabupaten Barru. Di tengah krisis kelebihan kapasitas (oversupply) industri semen nasional yang semakin mengkhawatirkan
Senin, 13 Jul 2026 17:19
Ekbis
OJK, DPR RI & Pemkab Barru Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat
OJK Sulselbar bersama Komisi XI DPR RI serta Pemkab Barru menggelar kegiatan Edukasi Keuangan bertajuk Masyarakat Cerdas Finansial Menuju Kesejahteraan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.
Jum'at, 10 Jul 2026 20:49
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FIFGROUP Sulselbar Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Titik Nol Tanjung Bira
2
Adopsi 5G Meningkat, SMARTFREN Perkuat Pengalaman Unlimited 5G
3
Tampil ala Bung Karno, Gubernur Sulsel Pimpin Kirab Kemerdekaan di Makassar
4
Soroti Proses Pansus Gowa, Kuasa Hukum Basri Kajang Minta Hukum Tak Dikalahkan Kekuasaan
5
Pertamina Pastikan Penyaluran BBM & LPG Tetap Aman Pascagempa Parigi Moutong
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FIFGROUP Sulselbar Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Titik Nol Tanjung Bira
2
Adopsi 5G Meningkat, SMARTFREN Perkuat Pengalaman Unlimited 5G
3
Tampil ala Bung Karno, Gubernur Sulsel Pimpin Kirab Kemerdekaan di Makassar
4
Soroti Proses Pansus Gowa, Kuasa Hukum Basri Kajang Minta Hukum Tak Dikalahkan Kekuasaan
5
Pertamina Pastikan Penyaluran BBM & LPG Tetap Aman Pascagempa Parigi Moutong