Figur Tanpa Dinasti, Putri Dakka Justru Paling Kuat untuk PAW NasDem di DPR RI

Senin, 20 Apr 2026 10:40
Figur Tanpa Dinasti, Putri Dakka Justru Paling Kuat untuk PAW NasDem di DPR RI
Calon Anggota DPR RI dari Nasdem, Putri Dakka. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Partai NasDem menghadapi dilema strategis dalam menentukan Pergantian Antar Waktu (PAW) kursi DPR RI di Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III, menyusul perpindahan Rusdi Masse ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat pengganti, di antaranya Putri Dakka, Hayarna Hakim dan Judas Amir. Namun, sorotan publik mengarah kuat kepada Putri Dakka yang mencatatkan perolehan suara paling signifikan pada Pemilu Legislatif lalu.

Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar, Ibnu Hajar, menilai keputusan NasDem dalam menentukan PAW akan sangat mempengaruhi arah kekuatan partai ke depan.

“Jika melihat basis elektoral, Putri Dakka memiliki legitimasi paling kuat. Mengabaikan figur dengan suara tertinggi berpotensi menjadi kerugian politik bagi NasDem,” ujarnya.

Pada caleg internal Partai NasDem di Dapil Sulsel III, terdapat tiga nama utama berdasarkan perolehan suara: Putri Dakka 53.700 suara, Hayarna Hakim 29.162 suara, Judas Amir 12.669 suara. Namun, jika dilihat secara objektif dari sisi elektoral, Putri Dakka dinilai paling layak untuk diusung.

Berdasarkan data rekapitulasi KPU, Putri Dakka meraih 53.700 suara tertinggi di antara kandidat PAW dari internal NasDem dan berada di posisi ketiga setelah Rusdi Masse dan Eva Stevany Rataba. Sementara itu, Hayarna Hakim 29.162 suara dan Judas Amir hanya memperoleh 12.669 suara.

Dalam konteks Dapil Sulsel III—yang mencakup wilayah Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Kota Palopo, hingga Luwu Timur—persaingan dikenal sangat ketat dan kerap disebut sebagai “dapil neraka”.

Wilayah ini diisi figur-figur kuat, mulai dari petahana, mantan kepala daerah, hingga jaringan keluarga penguasa.

Namun menariknya, suara tertinggi justru diraih oleh figur non-elite. Putri Dakka, yang bukan berasal dari dinasti politik, mampu mencatatkan lonjakan suara signifikan, melampaui kandidat lain yang memiliki latar belakang kekuasaan.

"Di dapil seperti ini, biasanya yang unggul adalah figur dengan kekuasaan. Namun yang terjadi justru berbeda, suara tertinggi datang dari figur non-elite politik, artinya, klaim keberhasilan politik di daerah tidak tercermin secara elektoral,” ujar Ibnu Hajar. Figur Hayarna Hakim yang meski didukung kekuatan politik keluarga, termasuk posisi suami sebagai Bupati Luwu saat pemilu 2024 dan anaknya sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Luwu, perolehan suaranya tidak menunjukkan hasil yang maksimal.

"Hayarna Hakim hanya memperoleh 29.162 suara. Dengan latar belakang kekuatan politik yang kuat—di mana suaminya menjabat sebagai bupati saat pemilu, termasuk anaknya sebagai Ketua DPD NasDem Kabupaten Luwu, ternyata tidak mampu mendongkrak perolehan suara secara signifikan" ucap Ibnu Hajar.

“Dalam kondisi memiliki kekuatan struktural seperti itu, seharusnya capaian suara bisa jauh lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa kekuasaan tidak selalu berbanding lurus dengan kepercayaan pemilih,” lanjutnya.

Ia menilai, hasil tersebut mencerminkan adanya keterbatasan daya tarik elektoral, meskipun didukung oleh kekuasaan politik yang signifikan.

“Dalam politik modern, elektabilitas dan rekam jejak suara menjadi indikator utama," jelasnya.

Hal serupa juga terjadi pada figur Judas Amir, sebagai mantan Wali Kota Palopo dua periode dan juga menjabat Ketua DPD NasDem Kota Palopo dinilai belum mampu dikonversi menjadi kekuatan elektoral di pemilihan tingkat nasional.

Judas Amir tercatat hanya meraih 12.669 suara. Padahal, ia memiliki rekam jejak sebagai Wali Kota Palopo dua periode, Ketua DPD NasDem di Palopo. Capaian ini dinilai jauh dari ekspektasi.

“Ini menjadi ironi. Jabatan besar dan kekuasaan politik di daerah tidak mampu dikonversi menjadi suara di tingkat DPR RI. Artinya, klaim keberhasilan politik di daerah tidak tercermin secara elektoral,” ujar pengamat politik, Ibnu Hajar.

Selain faktor elektoral, rekam jejak kepemimpinan Putri Dakka juga menjadi pertimbangan. Sebagai Ketua DPD NasDem Luwu Utara, ia berhasil mengantarkan partai meraih lima kursi DPRD—sebuah capaian yang dinilai sebagai bukti kemampuan membangun mesin politik dan konsolidasi suara.

"Di Luwu Utara, di bawah kepemimpinan Putri Dakka, Partai NasDem berhasil meraih 5 kursi DPRD. Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata kemampuan membangun mesin politik dan mengonsolidasikan suara di lapangan,” lanjutnya.

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mengingatkan, jika Putri Dakka tidak dipilih sebagai PAW, NasDem berpotensi menghadapi berbagai risiko, mulai dari penurunan kepercayaan publik, melemahnya soliditas internal, hingga potensi penurunan suara pada Pemilu 2029.

“Ini bukan sekadar mengisi kursi kosong, tetapi bagaimana partai menjaga momentum dan kepercayaan publik. Jika figur dengan kekuatan elektoral seperti ini tidak diakomodasi, partai bisa kehilangan mesin utamanya,” tegasnya. Dengan dinamika yang berkembang, keputusan akhir NasDem dinilai akan menjadi penentu apakah partai mampu mempertahankan bahkan memperkuat posisinya di Sulsel III, atau justru kehilangan peluang akibat mengabaikan kekuatan elektoral yang telah terbukti.
(UMI)
Berita Terkait
Kader Nasdem Sulsel Turun ke Jalan, Protes Narasi Pemberitaan Tempo
Sulsel
Kader Nasdem Sulsel Turun ke Jalan, Protes Narasi Pemberitaan Tempo
Kader NasDem se-Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar pada Kamis, (16/04/2026) sore.
Kamis, 16 Apr 2026 20:25
Waka Komisi VI DPR RI Nurdin Halid Nilai BUMN Tambang Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral
News
Waka Komisi VI DPR RI Nurdin Halid Nilai BUMN Tambang Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral
Komisi VI DPR RI menekankan pentingnya penguatan tata kelola sektor pertambangan, khususnya komoditas emas dan mineral strategis, agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Rabu, 01 Apr 2026 19:15
Meity Rahmatia Desak Bongkar Jaringan Narkoba di Lapas Bollangi, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum
News
Meity Rahmatia Desak Bongkar Jaringan Narkoba di Lapas Bollangi, Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Sulawesi Selatan (Sulsel), Meity Rahmatia, mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan meningkatkan integritasnya dan bekerja keras dalam memberantas jaringan narkoba di lembaga pemasyarakatan.
Selasa, 31 Mar 2026 17:38
Komisi I DPR RI Desak Negara Bersikap, Usai Prajurit TNI Tewas Akibat Serangan Israel
News
Komisi I DPR RI Desak Negara Bersikap, Usai Prajurit TNI Tewas Akibat Serangan Israel
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical, mengecam keras serangan Israel yang menewaskan seorang prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, serta melukai tiga prajurit lainnya.
Senin, 30 Mar 2026 15:17
Dari Tanah Suci, Nurdin Halid Ajak Masyarakat Syukuri Ramadan dan Sambut Idulfitri
News
Dari Tanah Suci, Nurdin Halid Ajak Masyarakat Syukuri Ramadan dan Sambut Idulfitri
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci bersama keluarga pada momentum Ramadan 1447 Hijriah.
Jum'at, 20 Mar 2026 13:44
Berita Terbaru