Sekda Gowa Minta Penerapan SPIP di Seluruh OPD Lebih Efektif
Minggu, 19 Jul 2026 14:09
Workshop SPIP Terintegrasi dan Coaching Clinic yang digelar Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa di Gammara Hotel, Makassar, Jumat (17/7). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menegaskan penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) harus dikelola lebih efektif di seluruh perangkat daerah. Langkah tersebut dinilai menjadi upaya preventif untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berintegritas.
Hal itu disampaikan Andy saat membuka Workshop SPIP Terintegrasi dan Coaching Clinic yang diselenggarakan Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa di Gammara Hotel, Makassar, Jumat (17/7).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah dalam penerapan SPIP. Karena itu, workshop tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan penguatan nyata terhadap tata kelola pemerintahan.
"Kegiatan ini memberikan ruang bagi seluruh OPD untuk menyamakan persepsi terkait penyelenggaraan SPIP, sehingga tidak ada lagi perbedaan pemahaman dalam pelaksanaannya," ujarnya.
Andy mengatakan pelaksanaan workshop memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung pimpinan perangkat daerah. Menurutnya, kepala OPD dan camat harus memberikan perhatian serta dukungan penuh kepada para asesor SPIP di masing-masing instansi.
"Kalau pimpinan OPD tidak aktif memberikan penekanan kepada asesornya, maka upaya Inspektorat dalam melakukan pembinaan akan menjadi sulit. Karena itu komitmen pimpinan sangat menentukan keberhasilan implementasi SPIP," tegasnya.
Andy menyampaikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian seluruh perangkat daerah. Salah satunya, SPIP harus dipahami sebagai sistem dalam tata kelola pemerintahan, bukan sekadar dokumen administrasi.
Selain itu, ia mengingatkan agar lima unsur SPIP berjalan optimal, yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.
Sebagai tindak lanjut, Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa akan mulai melakukan penilaian implementasi SPIP pada triwulan III 2026. OPD yang masih berada pada kategori rintisan akan mendapatkan pembinaan lanjutan dan dievaluasi bersama kepala daerah.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa, Syahrul Syahrir, mengatakan workshop diikuti asesor Pemerintah Kabupaten Gowa, asesor perangkat daerah, asesor Kecamatan Somba Opu dan Pattallassang, serta tim SPIP.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi para asesor pemerintah daerah dan perangkat daerah, sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan penilaian mandiri maturitas SPIP Kabupaten Gowa.
"Kegiatan ini juga untuk menjaga kualitas penilaian mandiri SPIP Kabupaten Gowa di tahun 2026 dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Hal itu disampaikan Andy saat membuka Workshop SPIP Terintegrasi dan Coaching Clinic yang diselenggarakan Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa di Gammara Hotel, Makassar, Jumat (17/7).
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah dalam penerapan SPIP. Karena itu, workshop tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan penguatan nyata terhadap tata kelola pemerintahan.
"Kegiatan ini memberikan ruang bagi seluruh OPD untuk menyamakan persepsi terkait penyelenggaraan SPIP, sehingga tidak ada lagi perbedaan pemahaman dalam pelaksanaannya," ujarnya.
Andy mengatakan pelaksanaan workshop memiliki dasar hukum yang kuat, yakni Undang-Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung pimpinan perangkat daerah. Menurutnya, kepala OPD dan camat harus memberikan perhatian serta dukungan penuh kepada para asesor SPIP di masing-masing instansi.
"Kalau pimpinan OPD tidak aktif memberikan penekanan kepada asesornya, maka upaya Inspektorat dalam melakukan pembinaan akan menjadi sulit. Karena itu komitmen pimpinan sangat menentukan keberhasilan implementasi SPIP," tegasnya.
Andy menyampaikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian seluruh perangkat daerah. Salah satunya, SPIP harus dipahami sebagai sistem dalam tata kelola pemerintahan, bukan sekadar dokumen administrasi.
Selain itu, ia mengingatkan agar lima unsur SPIP berjalan optimal, yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.
Sebagai tindak lanjut, Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa akan mulai melakukan penilaian implementasi SPIP pada triwulan III 2026. OPD yang masih berada pada kategori rintisan akan mendapatkan pembinaan lanjutan dan dievaluasi bersama kepala daerah.
Sementara itu, Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa, Syahrul Syahrir, mengatakan workshop diikuti asesor Pemerintah Kabupaten Gowa, asesor perangkat daerah, asesor Kecamatan Somba Opu dan Pattallassang, serta tim SPIP.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi para asesor pemerintah daerah dan perangkat daerah, sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan penilaian mandiri maturitas SPIP Kabupaten Gowa.
"Kegiatan ini juga untuk menjaga kualitas penilaian mandiri SPIP Kabupaten Gowa di tahun 2026 dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Darmawangsyah Prioritas Pelunasan Utang Daerah hingga Pembangunan
Penyelesaian utang daerah, pemenuhan hak aparatur, dan percepatan anggaran pembangunan menjadi prioritas Darmawangsyah Muin setelah resmi dilantik sebagai Bupati Gowa sisa masa jabatan 2025–2030.
Kamis, 29 Okt 2026 08:15
Sulsel
Plt Bupati Gowa Ajak Generasi Muda Jadi Pemimpin Masa Depan yang Tangguh
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mengajak generasi muda di Kabupaten Gowa untuk terus membangun karakter yang tangguh dan kuat sebagai bekal menjadi calon pemimpin masa depan.
Rabu, 28 Okt 2026 13:11
Sulsel
Pemkab Gowa Harap Operasi Patuh Pallawa 2026 Pacu Kesadaran Berkendara
Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Polresta Gowa memperkuat kolaborasi untuk menekan pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan melalui Operasi Patuh Pallawa 2026.
Senin, 26 Okt 2026 15:19
Sulsel
UMKM Gowa Didorong Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gowa untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar provinsi, nasional, hingga internasional.
Minggu, 25 Okt 2026 13:37
Sulsel
Pemkab Gowa Dukung Pembinaan Bela Negara Pelajar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendukung Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun Anggaran 2026 untuk membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan.
Jum'at, 23 Okt 2026 17:35
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
2
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
3
Inovasi GIZI, GO! Antarkan Puskesmas Patimpeng Raih Juara Nasional
4
Bosowa Berlian Motor Hadirkan Promo Menarik di GIIAS Makassar 2026
5
BYD Perkenalkan Inovasi Mobil Listrik di GIIAS Makassar, dari M6 hingga Denza
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Toyota Hadirkan bZ4X Touring dan Land Cruiser Hybrid di GIIAS Makassar
2
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
3
Inovasi GIZI, GO! Antarkan Puskesmas Patimpeng Raih Juara Nasional
4
Bosowa Berlian Motor Hadirkan Promo Menarik di GIIAS Makassar 2026
5
BYD Perkenalkan Inovasi Mobil Listrik di GIIAS Makassar, dari M6 hingga Denza