Andi Muzakkir Aqil Tegaskan DPR Kaji Relokasi PLTSa Jika Berdampak ke Warga
Kamis, 09 Jul 2026 21:06
Anggota Komisi XII DPR RI, Andi Muzakkir Aqil. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Di sela Kunjungan Kerja Spesifik RUU Ketenagalistrikan, Komisi XII DPR RI meninjau langsung lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Tamalanrea yang tengah menuai polemik.
Peninjauan dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang menolak proyek tersebut karena dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan lokasinya dekat dengan permukiman, sekaligus memperdalam masukan yang sebelumnya telah disampaikan dalam audiensi di Jakarta.
Anggota Komisi XII DPR RI Andi Muzakkir Aqil yang hadir dalam peninjauan langsung tersebut menjelaskan bahwa, warga pada dasarnya tidak menolak pembangunan industri energi, melainkan meminta pemerintah dan pengembang meninjau kembali lokasi proyek karena mempertimbangkan dampak lingkungan terhadap kawasan permukiman.
"Pada dasarnya masyarakat Makassar bukan menolak pembangunan industri energi. Mereka mendukung pengembangan energi, tetapi meminta agar lokasinya ditinjau ulang karena berada di kawasan permukiman dan dikhawatirkan menimbulkan dampak lingkungan," kata Muzakkir Aqil saat peninjauan di Kawasan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini.
Ia mengungkapkan, dalam dialog dengan masyarakat juga muncul sejumlah alternatif lokasi yang dinilai lebih layak untuk pembangunan fasilitas tersebut. Salah satunya berada di kawasan Antang, yang menurut sejumlah pihak memiliki lahan yang lebih sesuai dibandingkan kawasan permukiman.
Namun demikian, Andi menegaskan Komisi XII belum mengambil kesimpulan ataupun keputusan. Kunjungan tersebut semata-mata bertujuan mengumpulkan informasi dan memastikan seluruh aspirasi masyarakat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengawasan DPR.
Menurutnya, Komisi XII akan menelaah seluruh laporan yang diterima, termasuk mencermati dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta kepatuhan pengembang terhadap regulasi yang berlaku.
"Seluruh laporan masyarakat akan kami telaah, termasuk aspek AMDAL dan berbagai ketentuan yang harus dipenuhi oleh pihak pengembang. Karena itu kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan mendengarkan penjelasan dari masyarakat," kata Politisi dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Ke depan, lanjut Andi, Komisi XII akan membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan pembangunan energi sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan.
Ia menambahkan, apabila hasil evaluasi menunjukkan lokasi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan, DPR tidak menutup kemungkinan memberikan rekomendasi agar lokasi pembangunan dipindahkan ke kawasan yang lebih sesuai dan dapat diterima masyarakat.
"Kalau nanti hasil evaluasi menunjukkan dampaknya memang mengganggu masyarakat, tentu ada kemungkinan DPR merekomendasikan pemindahan lokasi ke tempat yang lebih layak sehingga kebutuhan pembangunan energi tetap berjalan dan aspirasi masyarakat juga dapat diakomodasi," pungkas Legislator dapil Sulawesi Selatan II itu.
Peninjauan dilakukan untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang menolak proyek tersebut karena dinilai berpotensi mencemari lingkungan dan lokasinya dekat dengan permukiman, sekaligus memperdalam masukan yang sebelumnya telah disampaikan dalam audiensi di Jakarta.
Anggota Komisi XII DPR RI Andi Muzakkir Aqil yang hadir dalam peninjauan langsung tersebut menjelaskan bahwa, warga pada dasarnya tidak menolak pembangunan industri energi, melainkan meminta pemerintah dan pengembang meninjau kembali lokasi proyek karena mempertimbangkan dampak lingkungan terhadap kawasan permukiman.
"Pada dasarnya masyarakat Makassar bukan menolak pembangunan industri energi. Mereka mendukung pengembangan energi, tetapi meminta agar lokasinya ditinjau ulang karena berada di kawasan permukiman dan dikhawatirkan menimbulkan dampak lingkungan," kata Muzakkir Aqil saat peninjauan di Kawasan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, baru-baru ini.
Ia mengungkapkan, dalam dialog dengan masyarakat juga muncul sejumlah alternatif lokasi yang dinilai lebih layak untuk pembangunan fasilitas tersebut. Salah satunya berada di kawasan Antang, yang menurut sejumlah pihak memiliki lahan yang lebih sesuai dibandingkan kawasan permukiman.
Namun demikian, Andi menegaskan Komisi XII belum mengambil kesimpulan ataupun keputusan. Kunjungan tersebut semata-mata bertujuan mengumpulkan informasi dan memastikan seluruh aspirasi masyarakat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengawasan DPR.
Menurutnya, Komisi XII akan menelaah seluruh laporan yang diterima, termasuk mencermati dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta kepatuhan pengembang terhadap regulasi yang berlaku.
"Seluruh laporan masyarakat akan kami telaah, termasuk aspek AMDAL dan berbagai ketentuan yang harus dipenuhi oleh pihak pengembang. Karena itu kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan mendengarkan penjelasan dari masyarakat," kata Politisi dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.
Ke depan, lanjut Andi, Komisi XII akan membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan pembangunan energi sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan.
Ia menambahkan, apabila hasil evaluasi menunjukkan lokasi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan, DPR tidak menutup kemungkinan memberikan rekomendasi agar lokasi pembangunan dipindahkan ke kawasan yang lebih sesuai dan dapat diterima masyarakat.
"Kalau nanti hasil evaluasi menunjukkan dampaknya memang mengganggu masyarakat, tentu ada kemungkinan DPR merekomendasikan pemindahan lokasi ke tempat yang lebih layak sehingga kebutuhan pembangunan energi tetap berjalan dan aspirasi masyarakat juga dapat diakomodasi," pungkas Legislator dapil Sulawesi Selatan II itu.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Punya 10 Bupati, Gerindra Sulsel Target 10 Kursi DPR RI di Pileg 2029
Partai Gerindra Sulsel mematok target ambisius pada Pileg 2029 mendatang. Mereka optimis bisa meraih 10 kursi untuk tingkat DPR RI.
Rabu, 05 Agu 2026 17:24
Sulsel
Sikap Muzakkir Aqil Soal Peluangnya Maju di Musda Demokrat Sulsel
Anggota DPR RI, Andi Muzakkir Aqil membeberkan sejumlah tugasnya dari DPP usai dirinya diamanahkan sebagai Plt Ketua DPC Demokrat Makassar.
Selasa, 04 Agu 2026 13:18
Sulsel
Andi Muzakkir Aqil Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II, Andi Muzakkir Aqil, resmi menerima amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar.
Minggu, 26 Jul 2026 12:11
News
Ahli Waris Sampaikan Aspirasi Soal Aset Peninggalan Mantan Jaksa ke Komisi III DPR
Sejumlah ahli waris bersama kuasa hukumnya, Azis Pangeran, menyampaikan aspirasi kepada Komisi III DPR RI terkait status aset peninggalan almarhum SJ dan almarhumah RE.
Sabtu, 25 Jul 2026 16:27
News
Selamat! KPU RI Konfirmasi Putri Dakka sebagai Pengganti RMS di DPR RI
Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengonfirmasi Putri Dakka sebagai calon Pengganti Antarwaktu (PAW) anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem menggantikan Rusdi Masse (RMS) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan III.
Senin, 13 Jul 2026 17:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
2
Tujuh UMKM Sulsel Buka Jalan ke Pasar Global di KKI 2026
3
BKKBN Sulsel Kolaborasi LAZ Hadji Kalla Bedah Rumah Keluarga Resiko Stunting
4
Setelah Yordania, Film Solata Kembali Berkiprah di Festival Film Cekoslowakia
5
Polres Maros Ungkap Kasus Pencurian Rumah, Pelaku Ditangkap di Sulawesi Tengah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
2
Tujuh UMKM Sulsel Buka Jalan ke Pasar Global di KKI 2026
3
BKKBN Sulsel Kolaborasi LAZ Hadji Kalla Bedah Rumah Keluarga Resiko Stunting
4
Setelah Yordania, Film Solata Kembali Berkiprah di Festival Film Cekoslowakia
5
Polres Maros Ungkap Kasus Pencurian Rumah, Pelaku Ditangkap di Sulawesi Tengah