Penerapan E-voting Pemilu 2029 Harus Mulai Dikaji Lebih Dalam
Kamis, 04 Jun 2026 18:16
Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Foto: DPR RI
JAKARTA - Penerapan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) hahrus mulai dikaji secara mendalam, sebagai bagian dari modernisasi demokrasi Indonesia menuju Pemilu 2029.
Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut Indonesia untuk mulai mempertimbangkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pemilu.
E-voting dinilainya memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari meningkatkan efisiensi, mempercepat proses penghitungan suara, mengurangi biaya penyelenggaraan pemilu dalam jangka panjang, hingga meminimalkan potensi kesalahan administratif.
Hal tersebut disampaikannya usai menjadi pembicara dalam agenda diskusi bertajuk "Menimbang E-Voting di 2029" yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (1/6/2026).
“Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi digital. Karena itu, kita perlu mulai memikirkan berbagai terobosan yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat tanpa mengurangi kualitas dan integritas demokrasi,” ujar Doli di Jakarta, Kamis (4/6/2026)
Meski demikian, Anggota Komisi II DPR RI ini menegaskan bahwa penerapan e-voting harus dilakukan secara hati-hati dan melalui kajian yang komprehensif. Sejumlah tantangan seperti keamanan siber, perlindungan data pribadi, potensi peretasan, hingga kesiapan infrastruktur teknologi di berbagai daerah harus menjadi perhatian utama.
“Diskusi tentang e-voting bukan hanya soal mengganti metode memilih. Yang paling penting adalah memastikan setiap suara rakyat tetap aman, transparan, akuntabel, dan mendapatkan kepercayaan publik,” tegasnya.
Doli juga berharap revisi Undang-Undang Politik yang akan dibahas DPR dapat mengakomodasi berbagai opsi sistem pemilu, termasuk kemungkinan penerapan e-voting di masa mendatang.
“Pembahasan revisi undang-undang harus segera dilakukan agar tersedia waktu yang cukup untuk mendalami substansi, menguji berbagai alternatif, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai kita terlambat mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman,” tambahnya.
Melalui diskusi tersebut, pihaknya berharap berbagai masukan dan rekomendasi konstruktif bisa menjadi bahan pertimbangan dalam mewujudkan sistem pemilu Indonesia yang lebih modern, efisien, dan tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi yang jujur, adil, serta inklusif.
Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut Indonesia untuk mulai mempertimbangkan berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pemilu.
E-voting dinilainya memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari meningkatkan efisiensi, mempercepat proses penghitungan suara, mengurangi biaya penyelenggaraan pemilu dalam jangka panjang, hingga meminimalkan potensi kesalahan administratif.
Hal tersebut disampaikannya usai menjadi pembicara dalam agenda diskusi bertajuk "Menimbang E-Voting di 2029" yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (1/6/2026).
“Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi digital. Karena itu, kita perlu mulai memikirkan berbagai terobosan yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat tanpa mengurangi kualitas dan integritas demokrasi,” ujar Doli di Jakarta, Kamis (4/6/2026)
Meski demikian, Anggota Komisi II DPR RI ini menegaskan bahwa penerapan e-voting harus dilakukan secara hati-hati dan melalui kajian yang komprehensif. Sejumlah tantangan seperti keamanan siber, perlindungan data pribadi, potensi peretasan, hingga kesiapan infrastruktur teknologi di berbagai daerah harus menjadi perhatian utama.
“Diskusi tentang e-voting bukan hanya soal mengganti metode memilih. Yang paling penting adalah memastikan setiap suara rakyat tetap aman, transparan, akuntabel, dan mendapatkan kepercayaan publik,” tegasnya.
Doli juga berharap revisi Undang-Undang Politik yang akan dibahas DPR dapat mengakomodasi berbagai opsi sistem pemilu, termasuk kemungkinan penerapan e-voting di masa mendatang.
“Pembahasan revisi undang-undang harus segera dilakukan agar tersedia waktu yang cukup untuk mendalami substansi, menguji berbagai alternatif, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai kita terlambat mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman,” tambahnya.
Melalui diskusi tersebut, pihaknya berharap berbagai masukan dan rekomendasi konstruktif bisa menjadi bahan pertimbangan dalam mewujudkan sistem pemilu Indonesia yang lebih modern, efisien, dan tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi yang jujur, adil, serta inklusif.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Bawaslu Sulsel Siapkan Generasi Pengawas Pemilu Menuju 2029
Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan kembali melaksanakan rangkaian kegiatan luring Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di wilayah Sulawesi Selatan. Kegiatan kali ini berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Takalar, Rabu (20/05/2026).
Rabu, 20 Mei 2026 15:25
News
Didampingi Sultan Tajang, AIA Tinjau Gudang Bulog Wajo, Pastikan Stok dan Kualitas Beras Aman
Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Perum Bulog Cabang Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Jumat (08/05/2026).
Minggu, 10 Mei 2026 14:33
Sulsel
Hari Kartini, Anggota DPR RI Meity Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran Jeneponto
Anggota DPR RI, Dr. Hj. Meity Rahmatia, mengunjungi ibu-ibu dan anak-anak korban kebakaran di Kelurahan Tolo Selatan, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Minggu (20/4/2026).
Selasa, 21 Apr 2026 12:11
News
RMS Hengkang ke PSI, Pengamat Soroti Status di DPR Masih Menggantung
Pakar Ilmu Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin, Dr Hasrullah menilai, sikap NasDem yang belum menyampaikan surat resmi pemberhentian kepada pimpinan DPR menciptakan kesan keputusan politik yang tegas di ruang publik.
Selasa, 21 Apr 2026 11:43
News
Figur Tanpa Dinasti, Putri Dakka Justru Paling Kuat untuk PAW NasDem di DPR RI
Partai NasDem menghadapi dilema strategis dalam menentukan Pergantian Antar Waktu (PAW) kursi DPR RI di Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III, menyusul perpindahan Rusdi Masse ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Senin, 20 Apr 2026 10:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut Milad ke-72 dan Konferensi Internasional, PPs UMI Kibarkan Bendera ASEAN
2
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi
3
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan 5 BPR di Sulsel
4
Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG
5
Aksi di Lahan Sengketa Eks Gedung Hamrawati, Massa Sampaikan Pesan Peringatan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut Milad ke-72 dan Konferensi Internasional, PPs UMI Kibarkan Bendera ASEAN
2
Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS pada Perdagangan Kamis Pagi
3
Perkuat Modal dan Daya Saing, OJK Restui Penggabungan 5 BPR di Sulsel
4
Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG
5
Aksi di Lahan Sengketa Eks Gedung Hamrawati, Massa Sampaikan Pesan Peringatan