Pemdes Moncongloe Lappara Benarkan TKI yang Meninggal di Armenia Warganya
Senin, 20 Jul 2026 17:57
Kediaman mendiang Valent A. Tambuto di Desa Monconloe Lappara, Kabupaten Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Desa (Pemdes) Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, membenarkan bahwa Valent A. Tambuto, warga negara Indonesia yang ditemukan meninggal di kamar indekosnya di Kota Yerevan, Armenia, merupakan salah seorang warganya.
Pantauan di rumah keluarga korban, Senin (20/7/2026), tidak terlihat aktivitas. Rumah tersebut tampak kosong, hanya terlihat seekor anjing penjaga bersama tiga anak anjing di halaman.
Adik korban, Arnold Tambuto, mengaku terpukul setelah menerima kabar meninggalnya sang kakak pada Rabu (15/7/2026). Menurutnya, ia masih sempat berkomunikasi dengan korban sehari sebelum kabar duka itu diterima.
Kepala Desa Moncongloe Lappara, Sirajuddin, mengatakan pemerintah desa mengetahui informasi tersebut pada Rabu malam setelah dihubungi sejumlah pihak, termasuk aparat desa dan Babinsa.
"Betul, korban adalah warga kami. KTP-nya memang terdaftar di Desa Moncongloe Lappara. Korban sudah sekitar empat tahun lebih tinggal di sini setelah pindah dari Perumahan Nirwana, yang juga di desa sini," ujar Sirajuddin kepada wartawan di kediaman orang tua korban.
Menurut Sirajuddin, korban diperkirakan berusia 24 hingga 25 tahun. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Valent baru sekitar tiga bulan berada di Armenia. Sebelumnya, korban juga telah lama bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia.
Meski demikian, pemerintah desa belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban. Informasi yang diterima sejauh ini masih berasal dari kabar yang beredar dan penyampaian keluarga.
"Kalau penyebab pastinya kami belum tahu. Dari informasi yang beredar memang disebut dugaan pembunuhan, tetapi kami belum memperoleh keterangan resmi," katanya.
Sirajuddin menambahkan, pemerintah desa juga belum menerima laporan resmi dari keluarga. Komunikasi sejauh ini dilakukan melalui Babinsa, sementara keluarga masih menunggu perkembangan terkait proses pemulangan jenazah.
"Pemerintah Desa menunggu arahan dari Bapak Bupati mengenai langkah-langkah yang bisa kami lakukan untuk membantu keluarga korban, termasuk apabila nanti ada pendampingan dalam proses pemulangan jenazah," jelasnya.
Ia mengatakan hingga kini jadwal pemulangan jenazah ke Indonesia belum diketahui. Pemerintah desa masih berkoordinasi dengan keluarga dan aparat terkait untuk memperoleh informasi terbaru.
Sementara itu, tetangga korban, Mustamin, mengenang Valent sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan warga sekitar. Ia mengaku terakhir bertemu dengan korban sekitar tiga bulan lalu, sesaat sebelum berangkat ke Armenia.
"Dia sangat ramah, sering menyapa warga. Bahkan, sebelum dia berangkat ke Armenia, dia pamit. Saat dia di atas mobil, dia katakan, 'Om berangkatka dulu Om'," jelasnya.
Sebagai informasi, Valent A. Tambuto dilaporkan ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Kota Yerevan, Armenia, pada Rabu (15/7/2026) waktu setempat. Hingga kini, penyebab kematiannya masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang di Armenia. Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kepastian mengenai proses pemulangan jenazah ke Indonesia.
Pantauan di rumah keluarga korban, Senin (20/7/2026), tidak terlihat aktivitas. Rumah tersebut tampak kosong, hanya terlihat seekor anjing penjaga bersama tiga anak anjing di halaman.
Adik korban, Arnold Tambuto, mengaku terpukul setelah menerima kabar meninggalnya sang kakak pada Rabu (15/7/2026). Menurutnya, ia masih sempat berkomunikasi dengan korban sehari sebelum kabar duka itu diterima.
Kepala Desa Moncongloe Lappara, Sirajuddin, mengatakan pemerintah desa mengetahui informasi tersebut pada Rabu malam setelah dihubungi sejumlah pihak, termasuk aparat desa dan Babinsa.
"Betul, korban adalah warga kami. KTP-nya memang terdaftar di Desa Moncongloe Lappara. Korban sudah sekitar empat tahun lebih tinggal di sini setelah pindah dari Perumahan Nirwana, yang juga di desa sini," ujar Sirajuddin kepada wartawan di kediaman orang tua korban.
Menurut Sirajuddin, korban diperkirakan berusia 24 hingga 25 tahun. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Valent baru sekitar tiga bulan berada di Armenia. Sebelumnya, korban juga telah lama bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja Indonesia.
Meski demikian, pemerintah desa belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban. Informasi yang diterima sejauh ini masih berasal dari kabar yang beredar dan penyampaian keluarga.
"Kalau penyebab pastinya kami belum tahu. Dari informasi yang beredar memang disebut dugaan pembunuhan, tetapi kami belum memperoleh keterangan resmi," katanya.
Sirajuddin menambahkan, pemerintah desa juga belum menerima laporan resmi dari keluarga. Komunikasi sejauh ini dilakukan melalui Babinsa, sementara keluarga masih menunggu perkembangan terkait proses pemulangan jenazah.
"Pemerintah Desa menunggu arahan dari Bapak Bupati mengenai langkah-langkah yang bisa kami lakukan untuk membantu keluarga korban, termasuk apabila nanti ada pendampingan dalam proses pemulangan jenazah," jelasnya.
Ia mengatakan hingga kini jadwal pemulangan jenazah ke Indonesia belum diketahui. Pemerintah desa masih berkoordinasi dengan keluarga dan aparat terkait untuk memperoleh informasi terbaru.
Sementara itu, tetangga korban, Mustamin, mengenang Valent sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan warga sekitar. Ia mengaku terakhir bertemu dengan korban sekitar tiga bulan lalu, sesaat sebelum berangkat ke Armenia.
"Dia sangat ramah, sering menyapa warga. Bahkan, sebelum dia berangkat ke Armenia, dia pamit. Saat dia di atas mobil, dia katakan, 'Om berangkatka dulu Om'," jelasnya.
Sebagai informasi, Valent A. Tambuto dilaporkan ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Kota Yerevan, Armenia, pada Rabu (15/7/2026) waktu setempat. Hingga kini, penyebab kematiannya masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang di Armenia. Sementara itu, keluarga korban masih menunggu kepastian mengenai proses pemulangan jenazah ke Indonesia.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Bapenda Maros Perpanjang Kebijakan Penghapusan Denda PBB-P2
Pemerintah Kabupaten Maros melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memperpanjang kebijakan penghapusan sanksi administratif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 31 Desember 2026.
Kamis, 03 Sep 2026 12:30
News
2.206 Ha Lahan Pertanian Maros Terancam Kekeringan, Bupati Kerahkan Pompa Air
Kekeringan ekstrem mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Rabu, 02 Sep 2026 11:38
Sulsel
Pemkab Maros dan BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Pajak
Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Maros memperkuat sinergi dalam peningkatan pelayanan bidang pertanahan.
Selasa, 01 Sep 2026 17:54
News
Kekeringan Makin Parah, Sejumlah Masjid di Maros Akan Gelar Salat Istisqa
Sejumlah masjid di Kabupaten Maros akan menggelar salat Istisqa atau salat meminta hujan menyusul kondisi kekeringan yang semakin meluas akibat El Nino.
Selasa, 01 Sep 2026 15:34
News
Sekolah Pelosok di Maros Dapat Bantuan Motor Trail
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyerahkan 20 unit sepeda motor semi trail kepada sejumlah sekolah di wilayah terpencil dan pegunungan.
Senin, 31 Agu 2026 14:10
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Suzuki Dekatkan Diri dengan Konsumen Lewat Penyerahan XL7 Terbaru di Makassar
2
Lembaga Sinergi Desa Indonesia Dorong Audit Anggaran Pembangunan Gedung Mesin PNUP
3
Rakerda Soksi Sulsel Bahas Penguatan Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif
4
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Pelabuhan Kendari Dukung Hilirisasi Nikel
5
Tujuh Inovasi LG di IFA 2026, dari Kulkas AI hingga Hair Dryer
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Suzuki Dekatkan Diri dengan Konsumen Lewat Penyerahan XL7 Terbaru di Makassar
2
Lembaga Sinergi Desa Indonesia Dorong Audit Anggaran Pembangunan Gedung Mesin PNUP
3
Rakerda Soksi Sulsel Bahas Penguatan Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif
4
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Pelabuhan Kendari Dukung Hilirisasi Nikel
5
Tujuh Inovasi LG di IFA 2026, dari Kulkas AI hingga Hair Dryer