Pemkab Maros Koordinasi DPR RI Pulangkan Jenazah WNI yang Meninggal di Armenia

Selasa, 21 Jul 2026 13:39
Pemkab Maros Koordinasi DPR RI Pulangkan Jenazah WNI yang Meninggal di Armenia
Bupati Maros, AS Chaidir Syam. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bergerak cepat menyikapi kabar meninggalnya warga Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, Valent Alexy Tamboto di Armenia.

Bupati Maros AS Chaidir Syam saat ditemui di kantornya mengatakan, Pemkab Maros telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengawal proses penanganan kasus hingga mengupayakan pemulangan jenazah ke Indonesia.

Chaidir mengaku telah meminta khusus bantuan Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi serta Uya Kuya agar turut mengawal penanganan kasus tersebut melalui Komisi DPR RI yang membidangi persoalan pekerja migran.

"Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik. Harapan kami tentu jenazah almarhum dapat dipulangkan ke Indonesia agar bisa dimakamkan di kampung halamannya bersama keluarga," ungkapnya, Selasa (21/6/2026).

Chaidir menjelaskan, setelah menerima informasi mengenai meninggalnya korban, Pemkab Maros langsung menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Maros untuk mendatangi rumah duka dan memberikan pendampingan kepada keluarga.

Selain itu, Pemkab juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Maros dua periode ini menuturkan, berdasarkan informasi yang diterima, kementerian telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang menangani wilayah Armenia untuk memperoleh perkembangan terbaru.

"Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap investigasi. Kami terus menunggu informasi resmi dari KBRI melalui Kementerian P2MI, dan setiap perkembangan akan disampaikan kepada pemerintah daerah," katanya.

Chaidir mengajak seluruh masyarakat Maros untuk mendoakan almarhum serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka.

"Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar proses pemulangan jenazah dapat segera terwujud dan keluarga diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini," tutup Chaidir.

Secara khusus, Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengucapkan belasungkawa mendalam atas meninggalnya warganya tersebut.

Dia mengatakan, pemerintah daerah turut berduka atas musibah yang dialami keluarga korban.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Maros turut berduka cita atas meninggalnya saudara kami, anak kami, Valen Alexy Tamboto. Tentu ini menjadi duka bagi keluarga maupun masyarakat Kabupaten Maros," ujar Chaidir Syam.

Adik korban, Arnold Tamboto, mengaku masih sempat berkomunikasi dengan kakaknya melalui aplikasi Telegram pada dini hari sebelum kabar duka diterimanya.

Menurut Arnold, percakapan terakhir mereka berlangsung seperti biasa tanpa ada tanda-tanda yang mencurigakan.

“Setelah tanya kabar tengah malam sudah putus kontak. Besok paginya saya chat lagi, tapi Telegram-nya masih centang satu. Siang saya chat lagi masih centang satu. Sore saya chat lagi masih centang satu. Terakhir saya chat sekitar jam tujuh malam juga masih centang satu,” ungkapnya.

Arnold mengira kakaknya sedang beristirahat karena saat itu bertepatan dengan hari libur bekerja.

Namun sekitar pukul 23.30 Wita, ia menerima telepon dari pamannya yang menyampaikan kabar duka.

“Noe, kamu sudah siap dengar ini? Kakakmu meninggal.’ Saya langsung syok. Saya hanya diam setelah mendengar itu,” tuturnya.

Tak lama kemudian, Arnold kembali menerima panggilan yang disambungkan dengan kekasih Valenth untuk memastikan kabar tersebut.

Arnold juga mengungkapkan, salah satu orang yang diduga terlibat dalam kasus itu merupakan warga Makassar.

Menurutnya, pria tersebut adalah teman sekamar korban di mes perusahaan sekaligus orang yang merekrut Valenth bekerja di Armenia.

“Dia yang dicurigai sebagai otak pembunuhan ini. Dia yang meng-hire kakak saya, tapi dia juga sudah ditangkap,” ungkapnya.

Meski demikian, informasi mengenai dugaan pelaku dan motif pembunuhan tersebut masih berdasarkan keterangan yang diterima pihak keluarga.

Hingga kini, aparat penegak hukum di Armenia masih melakukan penyelidikan dan belum mengumumkan hasil resmi terkait penyebab maupun pelaku dalam kasus tersebut.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru