Polisi Armenia Selidiki Kematian TKI Asal Maros, Pemulangan Jenazah Tertunda
Senin, 20 Jul 2026 18:58
Kediaman mendiang Valent A. Tambuto di Desa Monconloe Lappara, Kabupaten Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Maros terus memantau penanganan kasus meninggalnya Valent A. Tambuto (24), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, yang meninggal dunia di Armenia.
Kepala Disnaker Maros, Andi Patiroi, mengatakan pihaknya telah membangun komunikasi dengan keluarga korban untuk memantau perkembangan kasus dan proses penanganan di Armenia.
"Kami dari pihak Dinas Tenaga Kerja sudah membangun komunikasi dengan pihak keluarga korban, khususnya melalui kakak korban," ujar Andi Patiroi saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima Disnaker, jenazah korban hingga kini belum dapat dipulangkan ke Indonesia karena masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian Armenia.
"Hal ini dikarenakan otoritas berwenang dan pihak kepolisian di Armenia masih melakukan proses penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban," jelasnya.
Ia mengatakan, proses pemulangan jenazah baru dapat dilakukan setelah seluruh tahapan penyelidikan hukum di Armenia selesai.
"Untuk saat ini jenazah belum bisa dipulangkan karena masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian di Armenia. Kita harus menunggu sampai proses penyelidikan di sana selesai," jelas Andi Patiroi.
Menurutnya, komunikasi dengan keluarga sementara dilakukan melalui kakak korban karena kedua orang tua Valent masih dalam kondisi berduka dan mengalami syok sehingga belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara langsung.
Selain itu, penanganan kasus juga menghadapi kendala karena Indonesia tidak memiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berkedudukan langsung di Armenia.
"Kendala lainnya memang karena tidak ada kantor KBRI yang berdiri langsung di Armenia, sehingga koordinasinya membutuhkan proses," tambahnya.
Andi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Maros melalui Disnaker akan terus memantau perkembangan penyelidikan yang dilakukan otoritas Armenia serta memastikan keluarga korban memperoleh informasi terbaru terkait penanganan kasus dan rencana pemulangan jenazah.
Sebagai informasi, Valent A. Tambuto merupakan warga Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Ia dilaporkan meninggal dunia di Kota Yerevan, Armenia. Hingga saat ini, penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan aparat kepolisian setempat sehingga proses pemulangan jenazah ke Indonesia belum dapat dilakukan.
Kepala Disnaker Maros, Andi Patiroi, mengatakan pihaknya telah membangun komunikasi dengan keluarga korban untuk memantau perkembangan kasus dan proses penanganan di Armenia.
"Kami dari pihak Dinas Tenaga Kerja sudah membangun komunikasi dengan pihak keluarga korban, khususnya melalui kakak korban," ujar Andi Patiroi saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima Disnaker, jenazah korban hingga kini belum dapat dipulangkan ke Indonesia karena masih menunggu proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian Armenia.
"Hal ini dikarenakan otoritas berwenang dan pihak kepolisian di Armenia masih melakukan proses penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban," jelasnya.
Ia mengatakan, proses pemulangan jenazah baru dapat dilakukan setelah seluruh tahapan penyelidikan hukum di Armenia selesai.
"Untuk saat ini jenazah belum bisa dipulangkan karena masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian di Armenia. Kita harus menunggu sampai proses penyelidikan di sana selesai," jelas Andi Patiroi.
Menurutnya, komunikasi dengan keluarga sementara dilakukan melalui kakak korban karena kedua orang tua Valent masih dalam kondisi berduka dan mengalami syok sehingga belum memungkinkan untuk dimintai keterangan secara langsung.
Selain itu, penanganan kasus juga menghadapi kendala karena Indonesia tidak memiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berkedudukan langsung di Armenia.
"Kendala lainnya memang karena tidak ada kantor KBRI yang berdiri langsung di Armenia, sehingga koordinasinya membutuhkan proses," tambahnya.
Andi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Maros melalui Disnaker akan terus memantau perkembangan penyelidikan yang dilakukan otoritas Armenia serta memastikan keluarga korban memperoleh informasi terbaru terkait penanganan kasus dan rencana pemulangan jenazah.
Sebagai informasi, Valent A. Tambuto merupakan warga Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Ia dilaporkan meninggal dunia di Kota Yerevan, Armenia. Hingga saat ini, penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan aparat kepolisian setempat sehingga proses pemulangan jenazah ke Indonesia belum dapat dilakukan.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Maros Bentuk Komisi Irigasi, Pemerataan Pembangunan jadi Prioritas
Pemerintah Kabupaten Maros membentuk Komisi irigasi. Komisi ini dibentuk untuk membahas daerah yang paling membutuhkan perbaikan saluran agar pembangunan lebih merata dan sesuai kebutuhan petani.
Selasa, 20 Okt 2026 15:22
Sulsel
Permudah Layanan Korban Kecelakaan, RSUD La Palaloi Buat Inovasi Siparutusu
Sebanyak 1.311 pasien kecelakaan tercatat mendapatkan pelayanan di RSUD dr La Palaloi Kabupaten Maros sepanjang 2024 hingga Juli 2026.
Selasa, 20 Okt 2026 12:16
Sulsel
Realisasi PAD Maros Capai 82,23 Persen, Tersisa Rp61,5 Miliar dari Target
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros mencapai Rp285,5 miliar hingga September 2026 atau 82,23 persen dari target Rp347 miliar.
Senin, 19 Okt 2026 12:36
Sulsel
DPO Kasus Penggelapan, ASN Maros Terancam Dipecat
Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Maros, Hj Raoda, terancam diberhentikan setelah diduga tidak masuk kerja tanpa keterangan sejak Juli 2025.
Minggu, 18 Okt 2026 17:12
News
BKPSDM Maros Dorong Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan
Pemkab Maros memperkuat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan melalui bimtek penguatan pemerintahan digital, khususnya dalam perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi, efektif, dan efisien.
Jum'at, 16 Okt 2026 14:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Athirah Cup Vol XIII Asah Karakter dan Kepemimpinan Siswa
2
SIT Darul Fikri Makassar Gelar Talkshow Inclusive Education Bersama Wagub Sulsel
3
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
4
Sidang Korupsi Bibit Nanas Sulsel Ungkap Dugaan Manipulasi Data Petani
5
Maros Bentuk Komisi Irigasi, Pemerataan Pembangunan jadi Prioritas
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Athirah Cup Vol XIII Asah Karakter dan Kepemimpinan Siswa
2
SIT Darul Fikri Makassar Gelar Talkshow Inclusive Education Bersama Wagub Sulsel
3
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
4
Sidang Korupsi Bibit Nanas Sulsel Ungkap Dugaan Manipulasi Data Petani
5
Maros Bentuk Komisi Irigasi, Pemerataan Pembangunan jadi Prioritas