Kuota Habis, Pengguna SIMPATI Tetap Bisa Akses Instagram
Rabu, 01 Apr 2026 19:57
Telkomsel mengumumkan integrasi Mode Dasar Instagram untuk pelanggan SIMPATI, memungkinkan pengguna tetap bisa mengakses Feed, Stories, dan Pesan meskipun kuota data telah habis. Foto/IST
JAKARTA - Mengakses media sosial kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada ketersediaan kuota data. Menjawab kebutuhan tersebut, Telkomsel menghadirkan solusi baru yang memungkinkan pelanggan tetap terhubung ke Instagram, bahkan saat kuota internet telah habis.
Telkomsel mengumumkan integrasi Mode Dasar Instagram (Instagram Basic Mode) untuk pelanggan SIMPATI, memungkinkan pengguna tetap bisa mengakses Feed, Stories, dan Pesan meskipun kuota data telah habis.
Fitur yang telah tersedia sejak 13 Februari 2026 ini dirancang agar pelanggan tetap dapat berinteraksi dengan konten dan komunitas di Instagram ketika kuota mencapai nol.
Jika ingin kembali menikmati seluruh fitur secara penuh, pengguna dapat langsung membeli paket data melalui aplikasi dengan proses yang mudah dan aman, sehingga pengalaman digital tetap berlanjut tanpa hambatan.
Kehadiran Mode Dasar Instagram menjadi pengembangan dari kesuksesan Facebook Basic Mode yang sebelumnya telah membantu pengguna tetap terhubung di berbagai situasi penting. Selain menjaga konektivitas, fitur ini juga menghadirkan pengalaman yang lebih sederhana, minim gangguan, namun tetap menarik untuk digunakan.
Direktur Marketing Telkomsel, Lionel Chng, menyatakan Mode Dasar Instagram memungkinkan pelanggan tetap terhubung meski kuota data habis, melalui alur dalam aplikasi yang sederhana dan aman.
"Fokus kami adalah membantu pelanggan tetap tersambung dan dapat kembali ke pengalaman penuh secara mulus, tanpa mengorbankan kualitas maupun kemudahan," ucap dia.
Saat kuota prabayar pelanggan habis, Instagram akan menampilkan jendela pop-up yang menawarkan opsi untuk masuk ke Mode Dasar, sehingga akses ke fitur inti dan komunitas tetap terjaga.
Ketika siap beralih ke pengalaman penuh, pelanggan dapat dengan mudah membeli paket data langsung di aplikasi, dan seketika kembali menikmati Instagram secara menyeluruh.
Integrasi ini dirancang untuk menjaga kelangsungan pengalaman pelanggan, memastikan transaksi tetap sederhana dan aman melalui kanal resmi Telkomsel.
Telkomsel mengumumkan integrasi Mode Dasar Instagram (Instagram Basic Mode) untuk pelanggan SIMPATI, memungkinkan pengguna tetap bisa mengakses Feed, Stories, dan Pesan meskipun kuota data telah habis.
Fitur yang telah tersedia sejak 13 Februari 2026 ini dirancang agar pelanggan tetap dapat berinteraksi dengan konten dan komunitas di Instagram ketika kuota mencapai nol.
Jika ingin kembali menikmati seluruh fitur secara penuh, pengguna dapat langsung membeli paket data melalui aplikasi dengan proses yang mudah dan aman, sehingga pengalaman digital tetap berlanjut tanpa hambatan.
Kehadiran Mode Dasar Instagram menjadi pengembangan dari kesuksesan Facebook Basic Mode yang sebelumnya telah membantu pengguna tetap terhubung di berbagai situasi penting. Selain menjaga konektivitas, fitur ini juga menghadirkan pengalaman yang lebih sederhana, minim gangguan, namun tetap menarik untuk digunakan.
Direktur Marketing Telkomsel, Lionel Chng, menyatakan Mode Dasar Instagram memungkinkan pelanggan tetap terhubung meski kuota data habis, melalui alur dalam aplikasi yang sederhana dan aman.
"Fokus kami adalah membantu pelanggan tetap tersambung dan dapat kembali ke pengalaman penuh secara mulus, tanpa mengorbankan kualitas maupun kemudahan," ucap dia.
Saat kuota prabayar pelanggan habis, Instagram akan menampilkan jendela pop-up yang menawarkan opsi untuk masuk ke Mode Dasar, sehingga akses ke fitur inti dan komunitas tetap terjaga.
Ketika siap beralih ke pengalaman penuh, pelanggan dapat dengan mudah membeli paket data langsung di aplikasi, dan seketika kembali menikmati Instagram secara menyeluruh.
Integrasi ini dirancang untuk menjaga kelangsungan pengalaman pelanggan, memastikan transaksi tetap sederhana dan aman melalui kanal resmi Telkomsel.
(TRI)
Berita Terkait
News
Anak Muda Makassar Buktikan Bisnis AI Bisa Tumbuh dari Daerah
Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa anak muda dari berbagai daerah memiliki kesempatan untuk ikut membentuk masa depan teknologi Indonesia.
Rabu, 28 Okt 2026 19:54
Ekbis
Telkomsel Dorong Talenta Digital Makassar Lahirkan Inovasi Berbasis AI
Melalui NextDev Local Meet-Up Makassar, Telkomsel mendorong talenta digital daerah mengembangkan gagasan menjadi inovasi yang berpotensi tumbuh sebagai bisnis berkelanjutan.
Kamis, 22 Okt 2026 21:39
Ekbis
Punya iPhone 18 Pro Kini Lebih Mudah Lewat Bundling Telkomsel
Pelanggan yang ingin memiliki iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max kini dapat memanfaatkan beragam penawaran dari Telkomsel.
Jum'at, 16 Okt 2026 18:22
Ekbis
Telkomsel Bagi-Bagi 151 Kendaraan, Transaksi Sering Peluang Menang Makin Besar
Telkomsel menyiapkan 151 kendaraan sebagai hadiah bagi pelanggan SIMPATI, Halo, dan Orbit yang mengikuti program undian mulai 12 Oktober 2026 hingga 8 Februari 2027.
Jum'at, 16 Okt 2026 17:45
News
Telkomsel Ajak Sekolah di Makassar Digitalisasi Administrasi lewat Skul.id
Telkomsel mendorong sekolah-sekolah di Kota Makassar beralih ke sistem administrasi digital melalui platform Skul.id.
Jum'at, 09 Okt 2026 22:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
2
PPP Sulsel Tegaskan Pemecatan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aspirasi Seluruh DPW
3
FK UMI dan Hiroshima University Perkuat Kerja Sama Internasional Pendidikan Kedokteran
4
Chery Tawarkan Mobil Listrik hingga SUV Hybrid di GIIAS Makassar 2026
5
Menteri Kebudayaan Percepat Penetapan Cagar Budaya Leang Bulu Sipong
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bonus Peraih Emas Naik, Maros Bidik Tiga Besar Porprov
2
PPP Sulsel Tegaskan Pemecatan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Aspirasi Seluruh DPW
3
FK UMI dan Hiroshima University Perkuat Kerja Sama Internasional Pendidikan Kedokteran
4
Chery Tawarkan Mobil Listrik hingga SUV Hybrid di GIIAS Makassar 2026
5
Menteri Kebudayaan Percepat Penetapan Cagar Budaya Leang Bulu Sipong