Pete-Pete Laut Makassar Diluncurkan Pekan Ini, Kapasitas 30 Penumpang
Rabu, 10 Jun 2026 18:50
Ilustrasi. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar akan meluncurkan program Pete-Pete Laut pada Jumat (12/6/2026) sebagai layanan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan. Program tersebut diawali dengan soft launching di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengatakan peluncuran dilakukan setelah tahap uji coba armada selesai dilaksanakan.
"Kami sudah lakukan uji coba, sehingga rencana soft launching program Pete-pete Laut hari Jumat, tanggal 12 Juni, di Pulau Barrang Lompo," jelasnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Rheza, program Pete-Pete Laut disiapkan untuk memperkuat konektivitas antar pulau dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta pelayanan publik lainnya.
"Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat pulau," katanya.
Pada tahap awal, layanan akan menggunakan satu unit kapal operasional milik Dinas Perhubungan dengan kapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang dalam setiap perjalanan. Kapal tersebut sebelumnya merupakan bantuan Kementerian Perhubungan yang berada dalam pengelolaan Dishub Kota Makassar.
Rheza mengatakan operasional Pete-Pete Laut untuk sementara direncanakan berlangsung satu kali dalam sepekan sambil menunggu hasil evaluasi dan tingkat pemanfaatan masyarakat.
"Armada yang akan digunakan merupakan kapal operasional milik Dinas Perhubungan yang selama ini berada dalam pengelolaan pemerintah dan kini difungsikan untuk mendukung mobilitas warga kepulauan. Tahap awal ini sekaligus menjadi uji coba operasional untuk melihat kebutuhan dan respons masyarakat," ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, frekuensi pelayaran masih terbatas karena belum tersedia anggaran khusus untuk operasional, terutama kebutuhan bahan bakar.
"Karena ini masih tahap awal dan belum memiliki anggaran khusus, maka sementara kami memanfaatkan kapal operasional yang sudah ada. Untuk frekuensi layanan direncanakan sekali sepekan sambil melihat antusiasme masyarakat dan efektivitas pelaksanaannya," tambah Reza.
Pemerintah Kota Makassar akan mengevaluasi kemungkinan penambahan frekuensi pelayaran apabila tingkat penggunaan layanan menunjukkan tren positif dan tersedia dukungan anggaran pada perubahan APBD mendatang.
Pete-Pete Laut diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan mobilitas rutin, seperti pelajar, guru, tenaga kesehatan, dan warga yang memiliki kebutuhan perjalanan antarpulau secara berkala. Jadwal operasional juga akan disesuaikan dengan pola aktivitas masyarakat kepulauan.
"Karakteristik masyarakat pulau berbeda dengan masyarakat di daratan. Karena itu jadwal operasional akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar layanan ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal," ujar Rheza.
Usai peluncuran di Pulau Barrang Lompo, armada Pete-Pete Laut akan langsung melakukan perjalanan uji coba menuju Pulau Bonetambu sebagai bagian dari evaluasi awal operasional.
"Setelah launching, kita akan melakukan trial menuju Pulau Bonetambu. Di sana rombongan akan merasakan langsung penggunaan Pete-pete Laut sekaligus melihat bagaimana layanan ini dapat mendukung konektivitas masyarakat kepulauan," tuturnya.
Selain peluncuran Pete-Pete Laut, kunjungan kerja Pemerintah Kota Makassar ke wilayah kepulauan juga akan diisi dengan peninjauan sejumlah program pembangunan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengatakan peluncuran dilakukan setelah tahap uji coba armada selesai dilaksanakan.
"Kami sudah lakukan uji coba, sehingga rencana soft launching program Pete-pete Laut hari Jumat, tanggal 12 Juni, di Pulau Barrang Lompo," jelasnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Rheza, program Pete-Pete Laut disiapkan untuk memperkuat konektivitas antar pulau dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta pelayanan publik lainnya.
"Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat pulau," katanya.
Pada tahap awal, layanan akan menggunakan satu unit kapal operasional milik Dinas Perhubungan dengan kapasitas sekitar 25 hingga 30 penumpang dalam setiap perjalanan. Kapal tersebut sebelumnya merupakan bantuan Kementerian Perhubungan yang berada dalam pengelolaan Dishub Kota Makassar.
Rheza mengatakan operasional Pete-Pete Laut untuk sementara direncanakan berlangsung satu kali dalam sepekan sambil menunggu hasil evaluasi dan tingkat pemanfaatan masyarakat.
"Armada yang akan digunakan merupakan kapal operasional milik Dinas Perhubungan yang selama ini berada dalam pengelolaan pemerintah dan kini difungsikan untuk mendukung mobilitas warga kepulauan. Tahap awal ini sekaligus menjadi uji coba operasional untuk melihat kebutuhan dan respons masyarakat," ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, frekuensi pelayaran masih terbatas karena belum tersedia anggaran khusus untuk operasional, terutama kebutuhan bahan bakar.
"Karena ini masih tahap awal dan belum memiliki anggaran khusus, maka sementara kami memanfaatkan kapal operasional yang sudah ada. Untuk frekuensi layanan direncanakan sekali sepekan sambil melihat antusiasme masyarakat dan efektivitas pelaksanaannya," tambah Reza.
Pemerintah Kota Makassar akan mengevaluasi kemungkinan penambahan frekuensi pelayaran apabila tingkat penggunaan layanan menunjukkan tren positif dan tersedia dukungan anggaran pada perubahan APBD mendatang.
Pete-Pete Laut diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan mobilitas rutin, seperti pelajar, guru, tenaga kesehatan, dan warga yang memiliki kebutuhan perjalanan antarpulau secara berkala. Jadwal operasional juga akan disesuaikan dengan pola aktivitas masyarakat kepulauan.
"Karakteristik masyarakat pulau berbeda dengan masyarakat di daratan. Karena itu jadwal operasional akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar layanan ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal," ujar Rheza.
Usai peluncuran di Pulau Barrang Lompo, armada Pete-Pete Laut akan langsung melakukan perjalanan uji coba menuju Pulau Bonetambu sebagai bagian dari evaluasi awal operasional.
"Setelah launching, kita akan melakukan trial menuju Pulau Bonetambu. Di sana rombongan akan merasakan langsung penggunaan Pete-pete Laut sekaligus melihat bagaimana layanan ini dapat mendukung konektivitas masyarakat kepulauan," tuturnya.
Selain peluncuran Pete-Pete Laut, kunjungan kerja Pemerintah Kota Makassar ke wilayah kepulauan juga akan diisi dengan peninjauan sejumlah program pembangunan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
DP2 Makassar Perkuat Program Urban Farming di 15 Lokasi Terintegrasi
Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar terus memperkuat pelaksanaan program urban farming atau pertanian perkotaan guna meningkatkan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
Minggu, 26 Jul 2026 12:17
Makassar City
Kemendagri Usul Reward dan Punishment untuk Dongkrak Kinerja OPD Makassar
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mempercepat realisasi belanja daerah dan meningkatkan akurasi perencanaan anggaran.
Sabtu, 25 Jul 2026 23:12
Makassar City
Wali Kota Siapkan Sanksi dan Penghargaan bagi OPD Berdasarkan Serapan Anggaran
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya percepatan eksekusi anggaran pada awal tahun untuk menghindari keterlambatan program yang kerap berulang.
Sabtu, 25 Jul 2026 22:14
News
Dukung Program Munafri-Aliyah, Perumda Air Minum Makassar Gencarkan Transaksi QRIS
Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar sosialisasi penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai di Kantor Wilayah Pelayanan IV, Jalan Ratulangi, Jumat (24/7/2026).
Jum'at, 24 Jul 2026 13:19
Sulsel
Perumda Pasar Makassar dan IBK Nitro Buka Beasiswa untuk Anak Pedagang
Perumda Pasar Makassar Raya bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro Makassar membuka Program Beasiswa Jalur Kerja Sama bagi anak-anak pedagang pasar.
Rabu, 22 Jul 2026 23:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Andi Muzakkir Aqil Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar
2
DPRD Luwu Timur Soroti PT PUL, Diduga Gunakan Jalan Nasional Tanpa Izin
3
Reses di Gowa, Andi Tenri Indah Serap Keluhan Warga Soal Zonasi dan Akses Sekolah Negeri
4
Kalla Property Umumkan Pemenang Program Shop & Greet, Hadiah Utama Mobil BYD
5
DP2 Makassar Perkuat Program Urban Farming di 15 Lokasi Terintegrasi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Andi Muzakkir Aqil Ditunjuk sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar
2
DPRD Luwu Timur Soroti PT PUL, Diduga Gunakan Jalan Nasional Tanpa Izin
3
Reses di Gowa, Andi Tenri Indah Serap Keluhan Warga Soal Zonasi dan Akses Sekolah Negeri
4
Kalla Property Umumkan Pemenang Program Shop & Greet, Hadiah Utama Mobil BYD
5
DP2 Makassar Perkuat Program Urban Farming di 15 Lokasi Terintegrasi