PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
Rabu, 15 Jul 2026 19:01
Petugas PDAM Makassar bersiap mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal meski Sulawesi Selatan mulai memasuki musim kemarau.
PDAM menegaskan informasi mengenai cadangan air yang disebut hanya mampu bertahan selama 30 hari merupakan skenario apabila kemarau ekstrem berlangsung tanpa hujan dalam periode tertentu, bukan kondisi produksi air saat ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, mengatakan masyarakat tidak perlu menganggap proyeksi tersebut sebagai tanda terjadinya krisis air secara menyeluruh.
Menurutnya, informasi yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar merupakan bagian dari upaya mitigasi dalam menghadapi kemungkinan terburuk selama musim kemarau.
"Angka 30 hari merupakan skenario kondisional apabila kemarau ekstrem berlangsung tanpa hujan dalam periode tertentu. Itu bukan gambaran kondisi produksi air hari ini. Bahkan BPBD juga menyampaikan wilayah yang dilayani jaringan pipa PDAM saat ini masih dalam kondisi relatif aman," ujar Andi Syahrum.
Ia menjelaskan, pasokan air baku PDAM Makassar berasal dari beberapa sumber dengan kondisi yang berbeda sehingga penurunan debit pada satu sumber tidak dapat disamakan dengan kondisi seluruh sistem.
Bendungan Bili-Bili yang memasok Instalasi Pengolahan Air (IPA) 5 Somba Opu dan IPA 4 Maccini Sombala masih memiliki debit relatif stabil. Sementara itu, Bendung Lekopancing menjadi sumber yang paling terdampak akibat penurunan debit selama musim kemarau.
Adapun Intake Manggala di Moncongloe yang melayani IPA 2 Panaikang dan IPA 3 Antang masih memasok sekitar 1.200 liter per detik, meski produksinya dipengaruhi kondisi pasang surut di Selat Makassar.
Andi Syahrum mengatakan keberadaan beberapa sumber air baku membuat penurunan debit di satu lokasi tidak serta-merta mengganggu layanan di seluruh wilayah Kota Makassar. Meski demikian, kondisi tersebut tetap memerlukan penanganan khusus di daerah yang terdampak karena jaringan antarinstalasi belum sepenuhnya saling terhubung.
Sebagai langkah antisipasi, Perumda Air Minum Kota Makassar telah melakukan rekayasa distribusi untuk mengoptimalkan pasokan ke wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan air. PDAM juga menyiagakan armada mobil tangki bagi pelanggan yang membutuhkan serta memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, BMKG, dan BPBD Kota Makassar melalui forum kesiapsiagaan kekeringan.
Selain itu, perusahaan terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku secara berkala. Informasi mengenai layanan akan disampaikan melalui kanal resmi PDAM agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menilai langkah antisipasi yang dilakukan Perumda Air Minum Kota Makassar sudah tepat dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Menurutnya, upaya mencari dan mengoptimalkan sumber air baku alternatif merupakan strategi penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah penurunan debit pada sejumlah sumber air.
"Betul, sudah tepat. Saya yakin pihak terkait akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih PDAM Kota Makassar yang terus berupaya mencari sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat," kata Nasrol.
Nasrol menjelaskan, Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, telah memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar Oktober akibat pengaruh fenomena El Nino.
Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, suhu udara diperkirakan berkisar 34–36 derajat Celsius dengan curah hujan rendah, sekitar 0–20 milimeter per bulan.
Ia mengimbau seluruh pemangku kepentingan menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari penyediaan sumur pompa, penambahan armada mobil tangki untuk wilayah yang membutuhkan, hingga penyesuaian pola tanam dan penggunaan bibit pertanian yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
Di sisi lain, musim kemarau diperkirakan membuka peluang peningkatan produksi garam dan hasil tangkapan ikan laut karena kondisi oseanografi yang lebih mendukung.
Nasrol juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran lahan, menjaga keamanan instalasi listrik di rumah, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan musim kemarau dan El Nino agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
PDAM menegaskan informasi mengenai cadangan air yang disebut hanya mampu bertahan selama 30 hari merupakan skenario apabila kemarau ekstrem berlangsung tanpa hujan dalam periode tertentu, bukan kondisi produksi air saat ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, mengatakan masyarakat tidak perlu menganggap proyeksi tersebut sebagai tanda terjadinya krisis air secara menyeluruh.
Menurutnya, informasi yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar merupakan bagian dari upaya mitigasi dalam menghadapi kemungkinan terburuk selama musim kemarau.
"Angka 30 hari merupakan skenario kondisional apabila kemarau ekstrem berlangsung tanpa hujan dalam periode tertentu. Itu bukan gambaran kondisi produksi air hari ini. Bahkan BPBD juga menyampaikan wilayah yang dilayani jaringan pipa PDAM saat ini masih dalam kondisi relatif aman," ujar Andi Syahrum.
Ia menjelaskan, pasokan air baku PDAM Makassar berasal dari beberapa sumber dengan kondisi yang berbeda sehingga penurunan debit pada satu sumber tidak dapat disamakan dengan kondisi seluruh sistem.
Bendungan Bili-Bili yang memasok Instalasi Pengolahan Air (IPA) 5 Somba Opu dan IPA 4 Maccini Sombala masih memiliki debit relatif stabil. Sementara itu, Bendung Lekopancing menjadi sumber yang paling terdampak akibat penurunan debit selama musim kemarau.
Adapun Intake Manggala di Moncongloe yang melayani IPA 2 Panaikang dan IPA 3 Antang masih memasok sekitar 1.200 liter per detik, meski produksinya dipengaruhi kondisi pasang surut di Selat Makassar.
Andi Syahrum mengatakan keberadaan beberapa sumber air baku membuat penurunan debit di satu lokasi tidak serta-merta mengganggu layanan di seluruh wilayah Kota Makassar. Meski demikian, kondisi tersebut tetap memerlukan penanganan khusus di daerah yang terdampak karena jaringan antarinstalasi belum sepenuhnya saling terhubung.
Sebagai langkah antisipasi, Perumda Air Minum Kota Makassar telah melakukan rekayasa distribusi untuk mengoptimalkan pasokan ke wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan air. PDAM juga menyiagakan armada mobil tangki bagi pelanggan yang membutuhkan serta memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, BMKG, dan BPBD Kota Makassar melalui forum kesiapsiagaan kekeringan.
Selain itu, perusahaan terus memantau perkembangan kondisi sumber air baku secara berkala. Informasi mengenai layanan akan disampaikan melalui kanal resmi PDAM agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menilai langkah antisipasi yang dilakukan Perumda Air Minum Kota Makassar sudah tepat dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Menurutnya, upaya mencari dan mengoptimalkan sumber air baku alternatif merupakan strategi penting untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah penurunan debit pada sejumlah sumber air.
"Betul, sudah tepat. Saya yakin pihak terkait akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih PDAM Kota Makassar yang terus berupaya mencari sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat," kata Nasrol.
Nasrol menjelaskan, Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, telah memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar Oktober akibat pengaruh fenomena El Nino.
Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, suhu udara diperkirakan berkisar 34–36 derajat Celsius dengan curah hujan rendah, sekitar 0–20 milimeter per bulan.
Ia mengimbau seluruh pemangku kepentingan menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari penyediaan sumur pompa, penambahan armada mobil tangki untuk wilayah yang membutuhkan, hingga penyesuaian pola tanam dan penggunaan bibit pertanian yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
Di sisi lain, musim kemarau diperkirakan membuka peluang peningkatan produksi garam dan hasil tangkapan ikan laut karena kondisi oseanografi yang lebih mendukung.
Nasrol juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran lahan, menjaga keamanan instalasi listrik di rumah, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan musim kemarau dan El Nino agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
PDAM Makassar Gelar Penagihan Serentak, Sasar Pelanggan Tunggak di Atas 3 Bulan
Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kegiatan penagihan serentak secara bersamaan di seluruh wilayah pelayanan, Senin (5/10/2026).
Senin, 26 Okt 2026 15:06
Sulsel
Cegah Gangguan Distribusi Air, PDAM Makassar Koordinasi dengan Dinas PU
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, mengunjungi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar di Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (22/10/2026).
Kamis, 22 Okt 2026 11:09
Makassar City
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menghadiri kegiatan ADB Press Tour di Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) Losari, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (21/10/2026).
Rabu, 21 Okt 2026 19:09
Sulsel
Terima Kunjungan Anggota DPD RI, Andi Syahrum Perkuat Sinergi Pelayanan Air Bersih
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan kerja Anggota DPD RI, Andi Abdul Waris Halid, di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Dr. Ratulangi No. 3, Rabu (21/10/2026).
Rabu, 21 Okt 2026 15:11
Makassar City
PDAM Makassar dan KIMA Bahas Pasokan Air Industri
Perumda Air Minum Kota Makassar dan PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) berkoordinasi membahas kebutuhan air bersih bagi sejumlah pabrik di kawasan industri KIMA, menyusul kondisi musim kemarau.
Senin, 19 Okt 2026 20:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang GIIAS Makassar 2026, Suzuki Ungkap Penjualan Tumbuh 39% di Sulsel
2
Unhas Boyong 40 Mahasiswa Internasional Belajar di Kepulauan Sangkarrang
3
Mencari Nasionalisme Pemuda
4
Asa Baru Sepak Bola, Appi Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel Periode 2026–2030
5
AMI Awards 2026, Wujud Komitmen Majukan Musik Nusantara hingga ke Kancah Internasional
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang GIIAS Makassar 2026, Suzuki Ungkap Penjualan Tumbuh 39% di Sulsel
2
Unhas Boyong 40 Mahasiswa Internasional Belajar di Kepulauan Sangkarrang
3
Mencari Nasionalisme Pemuda
4
Asa Baru Sepak Bola, Appi Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel Periode 2026–2030
5
AMI Awards 2026, Wujud Komitmen Majukan Musik Nusantara hingga ke Kancah Internasional