AMI Awards 2026, Wujud Komitmen Majukan Musik Nusantara hingga ke Kancah Internasional

Selasa, 27 Okt 2026 18:32
AMI Awards 2026, Wujud Komitmen Majukan Musik Nusantara hingga ke Kancah Internasional
Suasana Konferensi Pers AMI Awards 2026 di Jasmine Hall Claro Makassar, Selasa (27/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award yang sudah memasuki tahun ke 29 pada 2026 ini, menjadi wujud komitmen untuk memajukan musik nusantara, hingga ke kancah internasional.

AMI Award 2026 ini kembali digelar pada 4 November mendatang bahkan Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon bersama Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI), Candra Darusman menghadiri Konferensi Pers pelaksanaan AMI Awards 2026 di Jasmine Hall Claro Makassar, Selasa (27/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan ekosistem musik nasional hingga merambah kancah internasional.

Fadli Zon mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan AMI Awards yang kini telah memasuki usia 29 tahun sejak digelar pertama kali pada 1997.

"AMI Awards ini secara konsisten berlangsung terus, tentu ini merupakan satu prestasi yang luar biasa, apalagi diselenggarakan oleh yayasan yang memang mendelegasikan institusinya untuk kemajuan musik Indonesia," ujarnya.

Politisi Gerindra itu menyampaikan bahwa Kemenbud Republik Indonesia memiliki kewajiban untuk memajukan industri musik Indonesia.

"Walaupun yang namanya kebudayaan itu tidak hanya soal seni dan juga bukan soal musik saja, kebudayaan saya selalu kutip di berbagai tempat, setidak-tidaknya yang dimaksud dengan kebudayaan itu ada 10 objek pemajuan kebudayaan, ada bahasa, ada tradisi lisan, ada ritus, ada manuskrip, ada adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, pangan lokal, ya, kemudian pengetahuan tradisional, dan juga tentu seni," ucapnya.

Menurutnya, industri musik Indonesia saat ini tumbuh sangat pesat dan berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri di tengah gempuran tren musik global seperti K-Pop, musik Barat, dan sebagainya.

"Ekspresi seni musik terutama dari berbagai macam suku bangsa, kita ini punya 1.340 suku bangsa, pasti unik, pasti akan menarik. Di dalam negeri kita juga tumbuh, musik-musik daerah juga hidup tumbuh dengan subur, bahkan lagu-lagu daerah itu saling dijadikan tidak hanya di daerahnya masing-masing, bahkan dinyanyikan di tempat-tempat lain," sebutnya.

Maka dari itu, kata Fadli, pihak pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh, salah satunya melalui pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan (Dana Indonesia Raya) yang kini mencapai Rp6 triliun.

"Pemanfaatannya hasil kelolanya itu sampai Rp360 sampai Rp500 miliar bisa kita gunakan. Termasuk pada tahun ini kita gunakan untuk 4.158 penerima. "Jadi luar biasa, termasuk di Sulawesi Selatan ini termasuk yang penerimanya cukup banyak. Artinya lebih inklusif, lebih banyak penerima, tentu tetap dengan kompetisi karena proposalnya lebih dari 15.000," ungkapnya.

Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, menegaskan pentingnya peran AMI Awards sebagai tolok ukur perkembangan industri dan kreativitas para musisi di tanah air.

Ia menilai bahwa di era platform digital seperti Spotify dan YouTube saat ini, musik Indonesia berada di level dengan karya-karya dari negara lain.

"Semua masyarakat Indonesia untuk terus membagikan lagu-lagu Indonesia, mendengarkan lagu-lagu Indonesia. Karena sering sekali lagu-lagu Indonesia yang ngetop dipakai untuk video TikTok, Instagram, bahkan sering banget dipakai oleh tim-tim sepak bola luar negeri, FIFA juga sering pakai. Semuanya memakai lagu-lagu lagu kita!"

Giring menegaskan bahwa pemilihan juara di setiap nominasi AMI Awards dilakukan secara adil dan tanpa adanya kepentingan pihak tertentu.

"Tidak ada cawe-cawe siapa yang menang, siapa yang masuk nominasi, karena kita sudah semua kita serahkan ke Mas Candra Darusman," tegasnya.

Sementara, Ketua Umum Yayasan AMI, Candra Darusman, menegaskan bahwa AMI Awards merupakan bukti nyata dari kekayaan budaya musik di tanah air yang merangkul seluruh elemen secara terbuka.

"Memang kegiatan AMI ini lintas generasi, lintas genre, lintas gender, lintas golongan, lintas gagasan. Dukungan besar pemerintah ini juga memberikan semangat kepada dukungan dari swasta juga," tegasnya.

Candra menyatakan bahwa musik Indonesia terus mengalami perkembangan pesat seiring dengan penyelenggaraan ajang penghargaan tersebut yang diadakan setiap tahunnya.

"Setiap era ada, ada karakteristiknya dan kita menerima secara terbuka dan itulah AMI, semua genre musik ada di AMI, bahkan antargolongan, antargenerasi, antargenre, semua ada di sini," sambungnya.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru