Bupati Bone Apresiasi Kementerian Kebudayaan Tetapkan Gau Maraja 2026 di Bone

Minggu, 27 Sep 2026 13:09
Bupati Bone Apresiasi Kementerian Kebudayaan Tetapkan Gau Maraja 2026 di Bone
Suasana malam puncak Gau Maraja Bone 2026 di Lapangan Merdeka Watampone, Sabtu (26/9/2026) malam. Foto: SINDO Makassar/Justang Muhammad
Comment
Share
BONE - Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas penempatan Gau Maraja Tahun 2026 di Kabupaten Bone.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bone saat menghadiri malam puncak Gau Maraja Bone 2026 di Lapangan Merdeka Watampone, Sabtu (26/9/2026) malam.

Festival budaya bertema “Simponi Pangan dan Budaya” itu berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat, jajaran pemerintah, tokoh nasional, kepala daerah, serta komunitas budaya dari berbagai wilayah.

Bupati Bone hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman. Turut hadir Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., bersama Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maya Damayanti Andi Akmal.

Dalam sambutannya, Andi Asman menyebut penyelenggaraan Gau Maraja di Bone menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat.

"Kami sebagai pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Bone sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih telah menempatkan Gau Maraja Tahun 2026 di Kabupaten Bone dari Kementerian Kebudayaan RI," kata Bupati Bone.

Ia mengatakan, penyelenggaraan Gau Maraja ke-7 di Kabupaten Bone menjadi bagian dari sejarah kebudayaan daerah yang patut dikenang.

Menurutnya, antusiasme dan respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya dan tradisi leluhur.

"Ini dapat kami jadikan sejarah Bone bahwa Gau Maraja ke-7 ditempatkan di Bone. Antusiasme dan respons masyarakat luar biasa," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bone juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Gau Maraja 2026.

Apresiasi pertama disampaikan kepada jajaran panitia pelaksana dan komunitas lokal yang telah mencurahkan waktu, tenaga, serta pikiran dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

Penghargaan juga diberikan kepada para seniman, maestro budaya, serta pemangku adat yang telah menampilkan karya-karya terbaik dalam rangkaian festival.

Menurut Andi Asman, para pelaku budaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan warisan leluhur Bone agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Ia menilai keterlibatan seniman dan pemangku adat menjadi bagian penting dalam menjaga identitas kebudayaan daerah di tengah perkembangan zaman.

Bupati juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran para perantau, wija Arumpone, serta komunitas budaya dari kabupaten tetangga.

"Kehadiran para tamu undangan, perantau dan wija Arumpone dan komunitas budaya dari kabupaten tetangga telah membuktikan bahwa semangat persaudaraan kita melampaui batas-batas geografis," ungkapnya.

Malam puncak Gau Maraja juga dihadiri Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Dr. Agus Widyatmoko, Plt. Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Kebudayaan RI Dr. H. Harsono, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kebudayaan RI Andi Syamsul Rijal, S.S., M.Hum., serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan Sinatriyo Danuhadiningrat.

Hadir pula mewakili Menteri Pertanian RI, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Sarana Budidaya Pertanian (BRMP), Prof. Dr. Ir. Muh. Syakir, M.Si.

Sejumlah kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota turut hadir, di antaranya Bupati Soppeng, Bupati Maros, Bupati Luwu Utara, Wakil Wali Kota Parepare, Wakil Bupati Pangkep, serta Bupati Kotabaru Muh Rusli dan Bupati Tanah Bumbu H. Andi Rudi Latif dari Kalimantan Selatan.

Unsur Forkopimda Bone, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, anggota DPRD dari luar daerah, serta jajaran instansi vertikal juga menghadiri kegiatan tersebut.

Melalui Gau Maraja 2026, Pemerintah Kabupaten Bone berharap pelestarian budaya terus menjadi gerakan bersama masyarakat sekaligus memperkuat persaudaraan dan memperkenalkan kekayaan sejarah serta tradisi Bone ke tingkat nasional.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru