6 Bakal Calon Daftar Pilrek UNM, Panitia Lakukan Verifikasi Ulang Berkas

Kamis, 08 Okt 2026 14:47
6 Bakal Calon Daftar Pilrek UNM, Panitia Lakukan Verifikasi Ulang Berkas
Ketua Panitia Calon Rektor UNM, Prof. A. Muhammad Idkhan, di lantai 14 Menara Pinisi UNM, Kamis (8/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Sebanyak enam akademisi telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031. Pendaftaran masih dibuka hingga Jumat (9/10/2026).

Bakal calon keenam yang mendaftar adalah Prof. Hasmiyati. Ia menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia pada Kamis (8/10/2026).

Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM periode 2027–2031, Prof. A. Muhammad Idkhan mengatakan, seluruh bakal calon telah menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia.

"Sejauh ini ada enam pendaftar yang telah menyatakan sikap untuk maju sebagai bakal calon Rektor periode 2027–2031 Universitas Negeri Makassar," ujarnya, Kamis (8/10/2026).

Ia menambahkan, panitia akan melakukan verifikasi untuk memeriksa kembali kemungkinan adanya kekurangan dalam berkas yang telah diterima.

"Selanjutnya, kami akan melakukan verifikasi terkait jika ada kekurangan-kekurangan yang mungkin masih ada. Setelah hari ini kami masih menunggu sampai dengan besok, tanggal 9 Oktober 2026, sebagai hari pendaftaran terakhir bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar," tambahnya.

Setelah masa pendaftaran ditutup, panitia akan melanjutkan proses penjaringan ke tahapan berikutnya, termasuk pemeriksaan kesehatan para bakal calon sebelum rapat Senat.

"Setelah ditutup, nanti akan ada tahapan yang akan kami lakukan, sebelum kami melakukan rapat Senat, kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan. Kami telah menunjuk salah satu rumah sakit di Kota Makassar, dan kita akan lakukan," katanya.

Direktur Pascasarjana UNM itu berharap pemeriksaan kesehatan bagi para bakal calon dapat diselesaikan dalam waktu satu hari.

"Mudah-mudahan pemeriksaan kesehatan bisa selesai dalam satu hari. Selanjutnya, akan kami sampaikan kira-kira berkas apa yang harus dipenuhi oleh para calon dalam rangka pemeriksaan kesehatan di rumah sakit," sambungnya.

Terkait mekanisme pemungutan suara, termasuk kemungkinan berlangsung dalam satu atau dua putaran, Prof. Idkhan mengatakan hal tersebut belum dirinci lebih lanjut. Panitia akan menyampaikan mekanisme tersebut secara resmi sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

"Mungkin nanti akan kami sampaikan secara resmi bagaimana prosesnya, karena tahapan itu sudah kita atur semua," terangnya kepada wartawan.

Dosen Teknik Mesin FT UNM itu menyampaikan, agenda pemaparan visi dan misi para bakal calon rektor dijadwalkan berlangsung pada 23 November 2026.

"Pemaparan visi-misi di situ nanti kita lihat bagaimana responden atau penanya memberikan pertanyaan-pertanyaan, sehingga betul-betul akan terpilih Rektor yang bisa memberikan yang terbaik untuk Universitas Negeri Makassar," ucapnya.

Mengenai mekanisme penelusuran rekam jejak bakal calon, Prof. Idkhan menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan berdasarkan ketentuan yang berpedoman pada peraturan Senat.

"Jadi kita sudah lakukan semua itu berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dalam rapat Senat. Kita tidak keluar dari peraturan Statuta yang telah ditetapkan oleh Senat. Kami panitia ikut semua dengan apa yang ditetapkan oleh Senat Universitas Negeri Makassar dan Kementerian," jelasnya.

Sementara terkait ada atau tidaknya tahapan aduan publik, ia mengatakan hal tersebut terlebih dahulu akan disampaikan kepada Senat.

"Jadi nanti rapat Senat, kami panitia akan menyampaikan ke Senat, dan rapat Senat nanti yang akan menentukan secara resmi sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar," tukasnya.

Prof. Idkhan menegaskan, keenam figur yang telah mendaftar dinilai memiliki niat dan kesiapan untuk mendedikasikan diri bagi kemajuan UNM.

"Jadi kita menganggap bahwa yang mendaftar ini adalah mereka yang betul-betul mau mengkontribusikan dirinya untuk Universitas Negeri Makassar," pungkasnya.

Adapun keenam pendaftar itu yakni:
1. Prof. Dr. Sukardi Weda
2. Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono
3. Prof. Dr. Andi Aslinda
4. Dr. Arifin Manggau
5. Prof. Suwardi Annas Ph.D
6. Prof. Dr. Hasmyati M.Kes
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru