PT Vale Tegaskan Luapan Sungai di Pomalaa Akibat Curah Hujan Tinggi
Selasa, 18 Nov 2025 22:41
PT Vale memastikan bahwa genangan air yang sempat merendam area pertanian warga dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Foto/IST
POMALAA - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmennya untuk meminimalkan dampak lingkungan menyusul terjadinya luapan Sungai Oko-Oko dan Sungai Huko-Huko di wilayah Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Sejumlah langkah mitigasi dilakukan perseroan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar area operasional.
PT Vale memastikan bahwa genangan air yang sempat merendam area pertanian warga dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan peningkatan volume air sungai yang melampaui kapasitas normal aliran.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, merespons dinamika yang berkembang di masyarakat serta pemberitaan media terkait peristiwa tersebut.
“PT Vale menjunjung tinggi kebebasan berpendapat di masyarakat dan mengakui peran penting pers sebagai wujud kedaulatan rakyat yang berlandaskan prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum, selama dijalankan secara bertanggung jawab serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Vanda melalui keterangan resminya, Selasa 18 November 2025.
Ia menambahkan bahwa perseroan meyakini tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi utama dalam mencapai keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang. Komitmen menjalankan praktik bisnis yang etis, transparan, dan bertanggung jawab diwujudkan melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini organisasi maupun proyek yang tengah dikembangkan.
“Tata kelola yang baik dan keberlanjutan adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Dalam seluruh kegiatan operasional, kami menerapkan standar internasional Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memastikan setiap proyek memberikan kontribusi positif bagi manusia, lingkungan, dan kemakmuran bersama,” terangnya lagi.
Vanda menjelaskan, proyek PT Vale di Pomalaa saat ini masih berada pada tahap konstruksi dengan fokus pada persiapan dan pembangunan infrastruktur pendukung. Meski belum memasuki fase produksi, perusahaan telah menerapkan langkah-langkah perlindungan lingkungan dan sosial sejak awal.
“Meskipun belum memasuki tahap produksi, langkah-langkah perlindungan lingkungan dan sosial telah kami terapkan sejak dini untuk mengantisipasi potensi dampak,” terangnya.
Pemantauan kualitas udara dan air pun dilakukan secara berkala bekerja sama dengan otoritas terkait, guna memastikan ekosistem lokal serta akses air masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Atas kejadian banjir yang merendam sebagian area persawahan di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, serta Desa Lamendai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, PT Vale menyampaikan empati kepada masyarakat terdampak.
“Kejadian ini bukanlah hal yang diharapkan, karena komitmen kami adalah menjalankan operasional dengan tetap memperhatikan kaidah pertambangan yang baik sehingga dampak yang dirasakan masyarakat dan lingkungan dapat diminimalisir, termasuk tetap menjaga kualitas air di wilayah Perusahaan beroperasi,” terangnya.
Menghadapi kondisi curah hujan tinggi, PT Vale terus melakukan pemantauan rutin di sejumlah titik pengambilan sampel, termasuk pada area tangkapan air yang bermuara ke Sungai Oko-Oko, guna memastikan tidak terjadi gangguan terhadap kualitas lingkungan.
Hal serupa juga dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Huko-Huko, Kecamatan Pomalaa. PT Vale memastikan bahwa luapan terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan kolam penampungan (pocket pond) meluap karena tidak mampu menampung volume air yang masuk.
Tim lapangan PT Vale telah melakukan sejumlah langkah perbaikan dan pengendalian untuk mengantisipasi kondisi serupa serta meminimalkan dampak lanjutan. Perusahaan juga membuka ruang kerja sama dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan dinas terkait dalam melakukan pemantauan bersama.
Selain itu, PT Vale tengah melakukan pendataan dan pengumpulan informasi terkait potensi dampak terhadap lahan pertanian maupun tambak milik warga di sekitar aliran Sungai Huko-Huko.
“Kami terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk pengawas dari lembaga pemerintah, demi penanganan isu ini secara menyeluruh. Kami memahami pentingnya menjaga dialog yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sipil dan media. PT Vale berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang jelas, transparan, dan dapat diverifikasi mengenai kinerja keberlanjutan kami, serta menyambut masukan konstruktif untuk memperkuat praktik yang kami jalankan. Seluruh rencana pengelolaan lingkungan dan sosial kami, termasuk AMDAL, RKL, dan RPL, disusun melalui proses konsultasi publik agar aspirasi masyarakat dapat didengar dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan,” pungkasnya.
PT Vale memastikan bahwa genangan air yang sempat merendam area pertanian warga dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan peningkatan volume air sungai yang melampaui kapasitas normal aliran.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, merespons dinamika yang berkembang di masyarakat serta pemberitaan media terkait peristiwa tersebut.
“PT Vale menjunjung tinggi kebebasan berpendapat di masyarakat dan mengakui peran penting pers sebagai wujud kedaulatan rakyat yang berlandaskan prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum, selama dijalankan secara bertanggung jawab serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Vanda melalui keterangan resminya, Selasa 18 November 2025.
Ia menambahkan bahwa perseroan meyakini tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi utama dalam mencapai keberlanjutan dan kesuksesan jangka panjang. Komitmen menjalankan praktik bisnis yang etis, transparan, dan bertanggung jawab diwujudkan melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh lini organisasi maupun proyek yang tengah dikembangkan.
“Tata kelola yang baik dan keberlanjutan adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Dalam seluruh kegiatan operasional, kami menerapkan standar internasional Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memastikan setiap proyek memberikan kontribusi positif bagi manusia, lingkungan, dan kemakmuran bersama,” terangnya lagi.
Vanda menjelaskan, proyek PT Vale di Pomalaa saat ini masih berada pada tahap konstruksi dengan fokus pada persiapan dan pembangunan infrastruktur pendukung. Meski belum memasuki fase produksi, perusahaan telah menerapkan langkah-langkah perlindungan lingkungan dan sosial sejak awal.
“Meskipun belum memasuki tahap produksi, langkah-langkah perlindungan lingkungan dan sosial telah kami terapkan sejak dini untuk mengantisipasi potensi dampak,” terangnya.
Pemantauan kualitas udara dan air pun dilakukan secara berkala bekerja sama dengan otoritas terkait, guna memastikan ekosistem lokal serta akses air masyarakat tetap terjaga dengan baik.
Atas kejadian banjir yang merendam sebagian area persawahan di Desa Oko-Oko, Kecamatan Pomalaa, serta Desa Lamendai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, PT Vale menyampaikan empati kepada masyarakat terdampak.
“Kejadian ini bukanlah hal yang diharapkan, karena komitmen kami adalah menjalankan operasional dengan tetap memperhatikan kaidah pertambangan yang baik sehingga dampak yang dirasakan masyarakat dan lingkungan dapat diminimalisir, termasuk tetap menjaga kualitas air di wilayah Perusahaan beroperasi,” terangnya.
Menghadapi kondisi curah hujan tinggi, PT Vale terus melakukan pemantauan rutin di sejumlah titik pengambilan sampel, termasuk pada area tangkapan air yang bermuara ke Sungai Oko-Oko, guna memastikan tidak terjadi gangguan terhadap kualitas lingkungan.
Hal serupa juga dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Huko-Huko, Kecamatan Pomalaa. PT Vale memastikan bahwa luapan terjadi akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan kolam penampungan (pocket pond) meluap karena tidak mampu menampung volume air yang masuk.
Tim lapangan PT Vale telah melakukan sejumlah langkah perbaikan dan pengendalian untuk mengantisipasi kondisi serupa serta meminimalkan dampak lanjutan. Perusahaan juga membuka ruang kerja sama dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan dinas terkait dalam melakukan pemantauan bersama.
Selain itu, PT Vale tengah melakukan pendataan dan pengumpulan informasi terkait potensi dampak terhadap lahan pertanian maupun tambak milik warga di sekitar aliran Sungai Huko-Huko.
“Kami terbuka untuk menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk pengawas dari lembaga pemerintah, demi penanganan isu ini secara menyeluruh. Kami memahami pentingnya menjaga dialog yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sipil dan media. PT Vale berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang jelas, transparan, dan dapat diverifikasi mengenai kinerja keberlanjutan kami, serta menyambut masukan konstruktif untuk memperkuat praktik yang kami jalankan. Seluruh rencana pengelolaan lingkungan dan sosial kami, termasuk AMDAL, RKL, dan RPL, disusun melalui proses konsultasi publik agar aspirasi masyarakat dapat didengar dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan,” pungkasnya.
(TRI)
Berita Terkait
News
PT Vale Unjuk Inovasi Pengelolaan Sampah Sorowako di Pameran Lingkungan Internasional
PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan praktik operasional berkelanjutan, termasuk mencapai target nol sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) pada tahun 2050.
Kamis, 11 Jun 2026 19:29
Ekbis
PT Vale Indonesia Borong Dua Penghargaan HR Asia Awards 2026
Bagi PT Vale, penghargaan ini mencerminkan hasil investasi jangka panjang perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia.
Senin, 08 Jun 2026 17:11
News
Hari Lingkungan Hidup, PT Vale Dorong Gerakan Bersama Hadapi Perubahan Iklim
PT Vale Indonesia melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menggelar Environment Run (EnviRun) 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Minggu, 07 Jun 2026 21:12
Ekbis
Kinerja 2025 Solid, PT Vale Tebar Dividen dan Perkuat Jajaran Komisaris
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$45.638.211 atau setara 60% dari laba bersih tahun buku 2025.
Selasa, 02 Jun 2026 16:36
Sulsel
Mentan RI Gerak Cepat Tangani Banjir di Bone, Bawa Bantuan Pangan Rp9 Miliar
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, khususnya di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Senin, 11 Mei 2026 13:18
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FEB UMI Gandeng Pegadaian Tingkatkan Literasi Investasi Digital Mahasiswa
2
Dugaan Korupsi SPAM Rp8 M Jeneponto Belum Terungkap, Penyidik Lengkapi Bukti
3
Listrik PLN Pangkas Biaya Petani Bawang Enrekang hingga 60 Persen
4
Perkuat Ekosistem Logistik, Karantina Sulsel Sosialisasi Alur Layanan Sertifikasi
5
Wali Kota Makassar Ingatkan ASN Jangan Abaikan Tugas karena Piala Dunia 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
FEB UMI Gandeng Pegadaian Tingkatkan Literasi Investasi Digital Mahasiswa
2
Dugaan Korupsi SPAM Rp8 M Jeneponto Belum Terungkap, Penyidik Lengkapi Bukti
3
Listrik PLN Pangkas Biaya Petani Bawang Enrekang hingga 60 Persen
4
Perkuat Ekosistem Logistik, Karantina Sulsel Sosialisasi Alur Layanan Sertifikasi
5
Wali Kota Makassar Ingatkan ASN Jangan Abaikan Tugas karena Piala Dunia 2026