HUT ke-58, Semen Tonasa Perkuat Transformasi dengan Iman dan Kebersamaan

Senin, 05 Okt 2026 15:48
HUT ke-58, Semen Tonasa Perkuat Transformasi dengan Iman dan Kebersamaan
Tabligh Akbar HUT ke-58 PT Semen Tonasa yang menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia Prof KH Nasaruddin Umar di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Senin (5/10/2026). Foto/Istimewa
Comment
Share
PANGKEP - Transformasi perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan perubahan teknologi, sistem, dan proses bisnis. Bagi PT Semen Tonasa, perubahan juga harus dimulai dari manusia, dengan menjadikan iman, integritas, dan kebersamaan sebagai fondasi untuk menghadapi tantangan industri ke depan.

Semangat tersebut mengemuka dalam Tabligh Akbar HUT ke-58 PT Semen Tonasa yang menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia Prof KH Nasaruddin Umar di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Senin (5/10/2026).

Mengusung tema “Menguatkan Transformasi dengan Iman, Memperluas Harmoni dalam Kebersamaan”, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan perusahaan sekaligus penguatan spiritual bagi seluruh insan Semen Tonasa.

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, mengatakan pertambahan usia perusahaan harus dimaknai sebagai proses menuju kedewasaan, baik dalam berpikir, bersikap maupun mengambil keputusan.

“Dalam falsafah Bugis, setiap bertambahnya umur tentu memiliki makna. Bukan sekadar bertambah usia, tetapi bagaimana kita semakin dewasa dalam berpikir, bersikap dan bertindak. Begitu pula dengan PT Semen Tonasa yang hari ini telah memasuki usia 58 tahun,” ujar Anis.

Menurutnya, perjalanan lebih dari setengah abad menjadi bukti panjangnya proses yang telah dilalui Semen Tonasa. Berbagai dinamika dan tantangan yang dihadapi perusahaan menjadi pengalaman sekaligus modal untuk terus berkembang.

Karena itu, Anis menilai transformasi merupakan sebuah keniscayaan agar perusahaan mampu mempertahankan kinerja sekaligus menjawab perubahan lingkungan bisnis.

“Kalau kita ingin menjaga kinerja perusahaan lebih baik ke depan, tentu kita harus meningkatkan kinerja dan melakukan perubahan. Transformasi adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.

Namun, transformasi tersebut, lanjut Anis, tidak hanya berkaitan dengan teknologi, operasional, maupun bisnis. Lebih dari itu, perubahan perlu dibarengi dengan penguatan budaya kerja yang harmonis, saling mendukung, dan dilandasi rasa tanggung jawab bersama.

“Tema yang kita angkat tahun ini memiliki makna yang sangat dalam. Dalam memajukan perusahaan, kita harus membangun keharmonisan. Ini bukan hanya tanggung jawab manajemen, tetapi tanggung jawab kita semua,” katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan menjadi energi bagi seluruh insan Semen Tonasa untuk memberikan kontribusi terbaik dan membawa perusahaan terus tumbuh.

“Kita ingin Tonasa terus tumbuh dan menjadi perusahaan terbaik di lingkungan Semen Indonesia Group. Untuk itu, kita membutuhkan kebersamaan, kekompakan dan komitmen dari seluruh insan Tonasa,” lanjut Anis.

Pesan mengenai pentingnya manusia dalam proses transformasi juga disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia Prof KH Nasaruddin Umar dalam tausiyahnya. Ia mengajak keluarga besar Semen Tonasa menjadikan momentum HUT ke-58 sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan sekaligus membangun energi positif di lingkungan perusahaan.

“Sinergi melahirkan energi. Kekompakan, persatuan dan kesatuan PT Semen Tonasa akan menghadirkan energi yang besar untuk membawa perusahaan semakin maju,” ujar Nasaruddin.

Menurutnya, organisasi akan menjadi kuat ketika setiap individu menyadari bahwa dirinya merupakan bagian penting dari satu kesatuan. Karena itu, perbedaan posisi dan tugas di dalam organisasi semestinya tidak menjadi jarak, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.

“Setiap orang memiliki posisi dan tugas masing-masing. Jangan melihat perbedaan posisi sebagai sebuah jarak. Jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk saling melengkapi,” pesannya.

Nasaruddin menekankan, transformasi yang sesungguhnya harus dimulai dari manusia. Perubahan sistem, teknologi, maupun proses bisnis tidak akan berjalan optimal tanpa perubahan pola pikir, sikap, dan karakter orang-orang yang menjalankannya.

“Perubahan yang paling penting adalah perubahan manusia. Kalau manusianya berubah menjadi lebih baik, maka organisasinya juga akan berubah menjadi lebih baik,” jelasnya.

Selain perubahan manusia, Nasaruddin mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan sebagai modal utama dalam membangun kerja sama. Kepercayaan, kata dia, akan tumbuh ketika setiap orang mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan menjaga integritas.

“Jangan mencari siapa yang paling hebat. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjadi satu kekuatan. Kekuatan yang besar lahir dari kebersamaan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh insan Semen Tonasa memaknai pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dengan menjalankan setiap amanah secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab.

Menurut Nasaruddin, nilai-nilai keimanan dapat menjadi kompas moral dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan perusahaan. Dengan iman yang kuat, transformasi tidak sekadar diarahkan untuk mencapai target bisnis, tetapi juga memiliki tujuan dan manfaat yang lebih luas.

Rangkaian Tabligh Akbar HUT ke-58 PT Semen Tonasa turut diisi dengan pemberian santunan kepada enam panti asuhan di wilayah Pangkep.

Memasuki usia ke-58, Semen Tonasa pun meneguhkan langkah untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kinerja. Dengan iman sebagai fondasi dan kebersamaan sebagai kekuatan, perusahaan berkomitmen melanjutkan transformasi sekaligus memperluas kontribusinya bagi perusahaan, masyarakat, bangsa, dan negara.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru