Semen Tonasa Perkuat Transformasi Bisnis di Usia ke-58

Selasa, 03 Nov 2026 17:09
Semen Tonasa Perkuat Transformasi Bisnis di Usia ke-58
PT Semen Tonasa memperkuat transformasi bisnis dan efisiensi biaya sebagai strategi menjaga daya saing serta keberlanjutan perusahaan. Foto/Istimewa
Comment
Share
PANGKEP - Menghadapi persaingan industri semen yang semakin ketat dan tekanan biaya operasional, PT Semen Tonasa memperkuat transformasi bisnis dan efisiensi biaya sebagai strategi menjaga daya saing serta keberlanjutan perusahaan. Langkah tersebut menjadi fokus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT Semen Tonasa yang mengusung tema “Navigating Transformation in Harmony”, Senin (2/11/2026).

Momentum peringatan yang berlangsung di halaman Kantor Pusat PT Semen Tonasa itu menjadi ajang konsolidasi seluruh insan perusahaan untuk menyatukan langkah menghadapi tantangan industri sekaligus mendorong kinerja yang lebih kompetitif.

Upacara tersebut dihadiri Direktur Operasi, Direktur Keuangan, jajaran Staf Pimpinan, karyawan, pengurus dan anggota KIKST, pengurus serta pembina organisasi, pensiunan YKST, perwakilan koperasi, hingga siswa Sekolah Semen Tonasa dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan dan keluarga besar perusahaan atas dedikasi serta kontribusi dalam menjaga keberlangsungan bisnis hingga perusahaan memasuki usia ke-58 tahun.

Menurutnya, perjalanan hampir enam dekade tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satunya dinamika pasokan energi yang turut memengaruhi optimalisasi kegiatan produksi. Kondisi ini menuntut perusahaan untuk terus memperkuat ketahanan operasional dan memastikan keberlanjutan usaha.

“Di balik setiap tantangan selalu ada peluang. Saya mengajak seluruh karyawan PT Semen Tonasa beserta seluruh perusahaan afiliasi untuk terus bekerja keras dan bekerja cerdas dalam membawa perusahaan ini menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Anis menjelaskan, pemegang saham melalui Holding PT Semen Indonesia telah menetapkan dua strategi utama transformasi perusahaan, yakni transformasi bisnis dan transformasi biaya (cost transformation).

Transformasi bisnis diarahkan untuk mengubah orientasi perusahaan, dari yang sebelumnya berfokus pada produksi menjadi lebih berorientasi pada pasar. Perubahan ini menuntut seluruh lini organisasi menempatkan kebutuhan pelanggan dan dinamika pasar sebagai pertimbangan utama dalam menjalankan aktivitas bisnis.

Tantangan tersebut semakin besar seiring ketatnya persaingan industri semen, termasuk di kawasan Indonesia Timur yang mengalami kelebihan kapasitas produksi (overcapacity). Meski kapasitas produksinya berada pada posisi kedua di kawasan tersebut, Semen Tonasa masih mampu mempertahankan pangsa pasar terbesar di Indonesia Timur.

Capaian itu menjadi modal penting bagi perusahaan untuk memperkuat posisi pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tengah persaingan yang semakin kompetitif.

Di sisi lain, transformasi biaya menjadi langkah strategis untuk menghadapi persaingan harga. Kehadiran produk kompetitor dengan penawaran harga lebih rendah menuntut perusahaan meningkatkan efisiensi secara menyeluruh, baik pada tingkat operasional maupun manajemen.

Efisiensi tersebut tidak sekadar diarahkan untuk menekan pengeluaran, tetapi juga meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya dan produktivitas perusahaan. Dengan demikian, Semen Tonasa diharapkan mampu menjaga daya saing tanpa mengabaikan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Selain transformasi bisnis dan biaya, Anis menekankan pentingnya harmoni, sinergi, dan kolaborasi seluruh elemen perusahaan. Menurutnya, keberhasilan transformasi tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kesamaan visi dan komitmen bersama.

Karena itu, seluruh karyawan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian Key Performance Indicator (KPI) individu maupun unit kerja, tetapi juga menjadikan target kinerja korporasi sebagai prioritas bersama.

Memasuki usia ke-58 tahun, ia mengajak seluruh insan perusahaan menjadikan perjalanan panjang Semen Tonasa sebagai pijakan untuk membangun masa depan yang lebih baik. Semangat kerja keras, kerja cerdas, dan kolaborasi harus diwujudkan dalam kontribusi nyata terhadap kemajuan perusahaan.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama juga meluncurkan simbol gestur Semen Tonasa yang mulai diberlakukan pada 2 November 2026. Identitas visual yang menampilkan dua tangan, dengan tangan kiri berada di atas dan tangan kanan menopang dari bawah, merepresentasikan semangat untuk terus bergerak menuju arah yang lebih baik.

Peringatan HUT ke-58 juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan karyawan dan masyarakat sekitar. Salah satunya Lomba Tari Kreasi Timur 1 Semen yang menjadi wadah ekspresi kreativitas sekaligus upaya melestarikan seni dan budaya daerah.

Kegiatan tersebut tidak hanya mempererat kebersamaan di lingkungan perusahaan, tetapi juga menjadi sarana membangun hubungan harmonis dan kedekatan antara Semen Tonasa dengan masyarakat sekitar.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru