Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Pulihkan Mobilitas Warga

Rabu, 07 Okt 2026 12:54
Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Pulihkan Mobilitas Warga
AHM bersama berbagai pihak membantu memulihkan prasarana kesehatan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, yang melayani lebih dari 7.200 warga di desa-desa sekitar. Foto/Istimewa
Comment
Share
MANGGARAI BARAT - Pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat melalui dukungan terhadap layanan dasar masyarakat. PT Astra Honda Motor (AHM) bersama berbagai pihak membantu memulihkan prasarana kesehatan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, yang melayani lebih dari 7.200 warga di desa-desa sekitar.

Dukungan tersebut diberikan pada awal Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian bantuan kemanusiaan AHM sejak gempa melanda NTT pada Agustus lalu. Bantuan mencakup prasarana dan peralatan penunjang pelayanan kesehatan, mulai dari fasilitas listrik dan air bersih hingga perangkat pendukung layanan kesehatan primer.

Dengan dukungan tersebut, masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap layanan rawat jalan, persalinan, hingga pelayanan gawat darurat di Puskesmas Warsawe. Pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu fondasi penting agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah terdampak bencana.

Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, mengatakan pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat pascabencana.

“Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Fani.

Upaya pemulihan layanan kesehatan juga akan dilanjutkan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo, NTT. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar, terutama pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, serta pemantauan kesehatan remaja dan lansia.

Dukungan tersebut melanjutkan kehadiran AHM dalam mendampingi masyarakat NTT sejak masa tanggap darurat. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) menyalurkan bantuan kebutuhan dasar secara bertahap kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka pada 17-19 Agustus 2026.

Bantuan berupa sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada masa awal pemulihan. Dukungan kemanusiaan kemudian diperluas melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Melalui kolaborasi tersebut, bantuan yang disalurkan mencakup perlengkapan ibadah dan sekolah, perlengkapan nelayan untuk mendukung pemulihan mata pencaharian, paket makanan bergizi selama tujuh hari, paket sembako untuk dapur umum, serta air bersih bagi warga yang mengalami keterbatasan akses air pascabencana.

General Manager Corporate Communication AHM Rina Listiani mengatakan pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas produktif.

“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya,” ujar Rina.

Perkuat Ekosistem Pesisir
Selain pemulihan di bidang kesehatan dan sosial, AHM melalui Yayasan AHM juga memperkuat upaya pelestarian lingkungan di NTT. Bersama PT Mitra Pinasthika Mulia, jaringan main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jawa Timur dan NTT, serta Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia, Yayasan AHM menanam 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, pada 5 Oktober 2026.

Penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Pulau Komodo. Keberadaan mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung kawasan pesisir, penyimpan karbon biru (blue carbon), sekaligus habitat bagi berbagai biota yang hidup di kawasan tersebut.

Upaya rehabilitasi ekosistem pesisir juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo.

Kegiatan tersebut melibatkan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo, Desa Komodo, serta masyarakat sekitar.

Melalui rangkaian program tersebut, Yayasan AHM berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung kelestarian ekosistem pesisir dan habitat komodo. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kekayaan alam Pulau Komodo agar tetap terpelihara dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru