FK UMI Teguhkan Toleransi, Dokter Beragama Kristen Ikuti Pengucapan Sumpah Dokter
Rabu, 07 Okt 2026 18:43
Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) menunjukkan komitmennya terhadap nilai toleransi dan keberagaman dalam lingkungan pendidikan kedokteran. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) menunjukkan komitmennya terhadap nilai toleransi dan keberagaman dalam lingkungan pendidikan kedokteran. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Pengucapan Sumpah Dokter yang diikuti salah satu lulusan beragama Kristen, dr. Delfi Putra Pratama, S.Ked.
Prosesi Pengucapan Sumpah Dokter menjadi momentum penting bagi dr. Delfi setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan kedokteran di FK UMI. Pengucapan sumpah tersebut sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Wakil Dekan FK UMI, dr Rachmat Faisal Syamsu, mengatakan keberagaman merupakan bagian dari realitas kehidupan akademik di FK UMI. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan dan profesionalisme dalam pendidikan kedokteran harus dapat diterapkan kepada seluruh mahasiswa tanpa membedakan latar belakang.
“Pendidikan kedokteran tidak hanya membentuk dokter yang memiliki kompetensi secara akademik dan klinis, tetapi juga membangun karakter, integritas, etika, serta kepedulian terhadap sesama,” ujar dr. Rachmat.
Menurut dia, kehadiran mahasiswa dari latar belakang agama yang berbeda menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang untuk membangun toleransi dan saling menghormati.
FK UMI sebagai bagian dari Universitas Muslim Indonesia tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari identitas institusi. Namun, nilai tersebut juga berjalan beriringan dengan semangat kemanusiaan, profesionalisme, dan penghormatan terhadap keberagaman dalam lingkungan akademik.
“Yang paling penting adalah bagaimana setiap lulusan mampu menjalankan profesinya dengan baik, menjaga etika kedokteran, menghormati pasien, serta memberikan pelayanan kesehatan secara profesional,” jelasnya.
Bagi dr. Delfi Putra Pratama, Pengucapan Sumpah Dokter menjadi tahapan penting setelah melewati proses panjang pendidikan kedokteran.
Sumpah dokter bukan sekadar seremoni kelulusan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa profesi dokter membawa tanggung jawab besar terhadap keselamatan, kesehatan, dan kehidupan manusia.
Setelah menyandang gelar dokter, lulusan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga integritas dalam menjalankan profesinya.
FK UMI berharap seluruh dokter yang telah menyelesaikan pendidikan mampu membawa nilai-nilai profesionalisme tersebut dalam pengabdian di tengah masyarakat.
Menurut dr Rachmat, pendidikan kedokteran harus mampu melahirkan tenaga medis yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi, berempati, dan menghormati setiap pasien.
Hal tersebut sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
“Dokter nantinya akan berhadapan dengan masyarakat yang sangat beragam. Karena itu, kemampuan menghargai perbedaan dan menempatkan kemanusiaan sebagai bagian dari pelayanan merupakan hal yang penting,” katanya.
Pengucapan Sumpah Dokter dr Delfi Putra Pratama pun menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
FK UMI memberikan apresiasi atas pencapaian dr. Delfi dan berharap ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Kehadiran lulusan beragama Kristen dalam prosesi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa lingkungan pendidikan kedokteran dapat menjadi ruang bertemunya ilmu, profesionalisme, toleransi, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan demikian, pendidikan dokter di FK UMI tidak hanya diarahkan untuk mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga profesional yang mampu mengabdi kepada seluruh lapisan masyarakat dengan menjunjung tinggi etika dan kemanusiaan.
Prosesi Pengucapan Sumpah Dokter menjadi momentum penting bagi dr. Delfi setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan kedokteran di FK UMI. Pengucapan sumpah tersebut sekaligus menandai dimulainya tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Wakil Dekan FK UMI, dr Rachmat Faisal Syamsu, mengatakan keberagaman merupakan bagian dari realitas kehidupan akademik di FK UMI. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan dan profesionalisme dalam pendidikan kedokteran harus dapat diterapkan kepada seluruh mahasiswa tanpa membedakan latar belakang.
“Pendidikan kedokteran tidak hanya membentuk dokter yang memiliki kompetensi secara akademik dan klinis, tetapi juga membangun karakter, integritas, etika, serta kepedulian terhadap sesama,” ujar dr. Rachmat.
Menurut dia, kehadiran mahasiswa dari latar belakang agama yang berbeda menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang untuk membangun toleransi dan saling menghormati.
FK UMI sebagai bagian dari Universitas Muslim Indonesia tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari identitas institusi. Namun, nilai tersebut juga berjalan beriringan dengan semangat kemanusiaan, profesionalisme, dan penghormatan terhadap keberagaman dalam lingkungan akademik.
“Yang paling penting adalah bagaimana setiap lulusan mampu menjalankan profesinya dengan baik, menjaga etika kedokteran, menghormati pasien, serta memberikan pelayanan kesehatan secara profesional,” jelasnya.
Bagi dr. Delfi Putra Pratama, Pengucapan Sumpah Dokter menjadi tahapan penting setelah melewati proses panjang pendidikan kedokteran.
Sumpah dokter bukan sekadar seremoni kelulusan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa profesi dokter membawa tanggung jawab besar terhadap keselamatan, kesehatan, dan kehidupan manusia.
Setelah menyandang gelar dokter, lulusan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga integritas dalam menjalankan profesinya.
FK UMI berharap seluruh dokter yang telah menyelesaikan pendidikan mampu membawa nilai-nilai profesionalisme tersebut dalam pengabdian di tengah masyarakat.
Menurut dr Rachmat, pendidikan kedokteran harus mampu melahirkan tenaga medis yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi, berempati, dan menghormati setiap pasien.
Hal tersebut sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
“Dokter nantinya akan berhadapan dengan masyarakat yang sangat beragam. Karena itu, kemampuan menghargai perbedaan dan menempatkan kemanusiaan sebagai bagian dari pelayanan merupakan hal yang penting,” katanya.
Pengucapan Sumpah Dokter dr Delfi Putra Pratama pun menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
FK UMI memberikan apresiasi atas pencapaian dr. Delfi dan berharap ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat menjadi bekal untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Kehadiran lulusan beragama Kristen dalam prosesi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa lingkungan pendidikan kedokteran dapat menjadi ruang bertemunya ilmu, profesionalisme, toleransi, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan demikian, pendidikan dokter di FK UMI tidak hanya diarahkan untuk mencetak tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga profesional yang mampu mengabdi kepada seluruh lapisan masyarakat dengan menjunjung tinggi etika dan kemanusiaan.
(GUS)
Berita Terkait
News
FK UMI Perluas Jejaring Pendidikan Klinik Lewat Kerja Sama RSUD I Lagaligo
Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) terus memperkuat jejaring pendidikan klinik dan pengembangan pendidikan kedokteran melalui kegiatan visitasi sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama antara Fakultas Kedokteran UMI, RSUD I Lagaligo
Minggu, 30 Agu 2026 12:11
News
Forum Dekan Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (AFKSI) menyelenggarakan Forum Dekan AFKSI Tahun 2026 di Novotel Cikini Jakarta, yang dihadiri oleh 75 Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Swasta dari seluruh Indonesia.
Jum'at, 17 Jul 2026 07:38
News
Delegasi Fakultas Kedokteran Indonesia Ikut Koadmex 2026 dan Konferensi Global di Korea Selatan
Sejumlah perguruan tinggi terkemuka dari Indonesia berpartisipasi dalam Korea International Advanced Digital Medical Equipment & Medicine Expo (KOADMEX) 2026 yang dirangkaikan dengan Global Conference Medical Training Program for Overseas Healthcare Professionals
Sabtu, 04 Jul 2026 07:37
News
Khitanan Massal dan Donor Darah Meriahkan Milad Ke-72 UMI dan FK UMI
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Khitanan Massal dan Donor Darah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-72 UMI, Milad ke-34 Fakultas Kedokteran UMI, serta kegiatan sosial memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Rabu, 17 Jun 2026 13:28
News
Seleksi Calon Mahasiswa Tahfizh/Tahfizhah FK UMI Resmi Dibuka
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, secara resmi membuka kegiatan Seleksi Calon Mahasiswa Tahfizh/Tahfizhah Fakultas Kedokteran UMI Tahun Akademik 2026/2027
Rabu, 10 Jun 2026 15:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
2
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
3
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
4
Eks Anggota DPRD Sulsel Andi Nurhidayati Dilantik jadi Ketua PAN Soppeng
5
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
2
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
3
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
4
Eks Anggota DPRD Sulsel Andi Nurhidayati Dilantik jadi Ketua PAN Soppeng
5
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029