Pemkab Luwu Timur Ajak Kontingen Expo K-UMKM Sulsel Menjelajah Danau Matano

Kamis, 08 Okt 2026 19:20
Pemkab Luwu Timur Ajak Kontingen Expo K-UMKM Sulsel Menjelajah Danau Matano
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengajak para kontingen Expo K-UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan menjelajahi Danau Matano, Kamis (08/10/26).
Comment
Share
LUWU TIMUR - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengajak para kontingen Expo K-UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Selatan menjelajahi Danau Matano, Kamis (08/10/26).

Kegiatan ini menjadi cara daerah memperkenalkan potensi wisatanya kepada tamu dari 23 kabupaten/kota dan satu kontingen provinsi.

Seluruh layanan disiapkan tanpa biaya bagi peserta, mulai dari transportasi, konsumsi selama mengelilingi danau, hingga pendampingan sepanjang perjalanan.

Pengamanan juga disiapkan melalui tim rescue, tenaga medis, dan pemandu wisata yang turut mendampingi rombongan.

Koordinator kegiatan sekaligus Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Pemkab Luwu Timur, Indra Fawzy, menekankan aspek keselamatan sebelum perahu diberangkatkan. Ia meminta peserta mematuhi prosedur, terutama penggunaan jaket pelampung.

"Ini bagian dari pelayanan Pemda untuk tamu-tamu kita. Mudah-mudahan kita semua bisa menikmati suasana Danau Matano dengan bahagia. Yang paling penting, tetap hati-hati dan menggunakan life jacket karena itu SOP utama yang harus dipatuhi," ujarnya.

Danau Matano berada di Kecamatan Nuha. Danau ini dikenal sebagai salah satu yang terdalam di Asia Tenggara dan termasuk dalam kawasan yang tengah diusulkan menjadi Geopark Matano.

Dalam perjalanan, rombongan singgah di sejumlah titik, yakni Gua Air, Kampung Tua Taipa, dan Pulau Empat. Peserta diberi waktu berhenti untuk menikmati panorama dan mendokumentasikan momen bersama.

Panitia juga mengingatkan peserta agar menjaga kebersihan danau dan tidak membuang sampah ke perairan.

Imbauan ini penting karena Matano menjadi kawasan yang sedang didorong untuk status geopark.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Luwu Timur ingin memperkenalkan tidak hanya bentang alam, tetapi juga kekayaan budaya, kearifan lokal, dan keramahan masyarakat Bumi Batara Guru kepada para tamu dari seluruh Sulawesi Selatan.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru