Vale Indonesia Berbagi Inspirasi Kepemimpinan Berdampak di MLS 2026
Jum'at, 09 Okt 2026 14:03
Manajemen PT Vale Indonesia Tbk tampil berbagi inspirasi tentang kepemimpinan berdampak dalam ajang Makassar Leadership Summit 2026, Kamis (8/10/2026). Foto/Istimewa
MAKASSAR - Kepemimpinan yang berdampak tidak cukup diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, menjaga kelestarian lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Prinsip tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan PT Vale Indonesia Tbk dalam Makassar Leadership Summit 2026, Kamis (8/10/2026).
Dalam forum yang diselenggarakan Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia, APINDO Sulawesi Selatan, dan GNIK tersebut, Chief Human Capital PT Vale Indonesia Tbk, Heriyanto Agung Putra, hadir sebagai salah satu narasumber dalam panel diskusi bertajuk Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values.
Heriyanto menyoroti tantangan kepemimpinan di tengah keberagaman sumber daya manusia, perubahan yang cepat, dan ketidakpastian dunia bisnis. Menurut dia, organisasi perlu membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus adaptif agar mampu menghadapi dinamika tersebut.
“Pemimpin saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keberagaman di tengah perubahan yang cepat dan ketidakpastian. Organisasi harus mampu membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus memiliki agility atau kemampuan beradaptasi. Siapa pun bisa maju sepanjang memiliki keinginan, energi, dan passion untuk mencapainya,” kata Heriyanto.
Ia menambahkan, keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas menjadi aspek penting dalam kepemimpinan karena setiap individu memiliki latar belakang dan kondisi yang berbeda. Karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan yang membuka kesempatan bagi setiap orang untuk berkembang.
Di PT Vale Indonesia, prinsip tersebut tercermin dalam nilai-nilai utama perusahaan, yakni CARES, yang merupakan singkatan dari Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, dan Sustainability.
“CARES menjadi landasan bagi kami dalam menjalankan operasi bisnis secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan inklusif. Nilai-nilai ini juga membentuk budaya kerja yang peduli terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut Heriyanto, CARES tidak hanya menjadi pedoman dalam kegiatan operasional, tetapi juga menjadi landasan bagi para pemimpin perusahaan dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Salah satu upaya yang menjadi perhatian perusahaan adalah meminimalkan penggunaan karbon dan bahan bakar berbasis batu bara dalam proses produksi. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong kegiatan usaha yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Heriyanto juga menegaskan pentingnya prinsip People, Planet and Profit dalam menjalankan bisnis. Prinsip ini menekankan keseimbangan antara pengelolaan sumber daya manusia, perlindungan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kepemimpinan yang Beri Manfaat bagi Masyarakat
Pesan mengenai kepemimpinan yang berdampak juga disampaikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, melalui rekaman video yang ditayangkan dalam forum tersebut.
Dalam pemaparannya, ia mengangkat empat nilai kepemimpinan dalam tradisi Bugis-Makassar, yakni macca atau kecerdasan, warani atau keberanian mengambil keputusan, getteng atau ketegasan, serta malempu atau kejujuran.
Jusuf Kalla menekankan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengambil keputusan. Keberadaan perusahaan juga perlu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
“Kepemimpinan itu perlu memberi manfaat lebih luas, tidak hanya profit, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan, tumbuh bersama masyarakat, serta memenuhi prinsip Environment, Social, Governance (ESG),” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan pentingnya menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk mencapai target ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari setiap kegiatan operasionalnya.
Kesetaraan dan Kolaborasi Antargenerasi
Dalam sesi diskusi, Heriyanto turut menyoroti upaya mewujudkan kesetaraan dan keberagaman di lingkungan kerja, termasuk dalam membuka ruang bagi perempuan dan generasi muda untuk mengambil peran di perusahaan.
Menurut dia, komposisi tenaga kerja dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan keberagaman dan inklusivitas dalam organisasi. Peningkatan keterwakilan perempuan serta keterlibatan generasi muda, termasuk Generasi Z, perlu didukung dengan kesempatan berkembang yang setara.
“Untuk mewujudkan kesetaraan, terdapat sejumlah indikator yang dapat diperhatikan, antara lain peningkatan persentase karyawan perempuan dan keterlibatan anak muda atau Generasi Z dalam berbagai peran di perusahaan,” jelas Heriyanto.
Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat organisasi dalam menghadapi dinamika bisnis sekaligus menjaga daya saing perusahaan. Lingkungan kerja yang beragam dan inklusif, menurut dia, dapat menjadi salah satu fondasi untuk mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
Melalui partisipasinya dalam Makassar Leadership Summit 2026, PT Vale Indonesia menegaskan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hasil bisnis, tetapi juga mampu membangun sumber daya manusia, menjaga lingkungan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam forum yang diselenggarakan Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia, APINDO Sulawesi Selatan, dan GNIK tersebut, Chief Human Capital PT Vale Indonesia Tbk, Heriyanto Agung Putra, hadir sebagai salah satu narasumber dalam panel diskusi bertajuk Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values.
Heriyanto menyoroti tantangan kepemimpinan di tengah keberagaman sumber daya manusia, perubahan yang cepat, dan ketidakpastian dunia bisnis. Menurut dia, organisasi perlu membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus adaptif agar mampu menghadapi dinamika tersebut.
“Pemimpin saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola keberagaman di tengah perubahan yang cepat dan ketidakpastian. Organisasi harus mampu membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus memiliki agility atau kemampuan beradaptasi. Siapa pun bisa maju sepanjang memiliki keinginan, energi, dan passion untuk mencapainya,” kata Heriyanto.
Ia menambahkan, keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas menjadi aspek penting dalam kepemimpinan karena setiap individu memiliki latar belakang dan kondisi yang berbeda. Karena itu, perusahaan perlu menciptakan lingkungan yang membuka kesempatan bagi setiap orang untuk berkembang.
Di PT Vale Indonesia, prinsip tersebut tercermin dalam nilai-nilai utama perusahaan, yakni CARES, yang merupakan singkatan dari Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, dan Sustainability.
“CARES menjadi landasan bagi kami dalam menjalankan operasi bisnis secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan inklusif. Nilai-nilai ini juga membentuk budaya kerja yang peduli terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.
Menurut Heriyanto, CARES tidak hanya menjadi pedoman dalam kegiatan operasional, tetapi juga menjadi landasan bagi para pemimpin perusahaan dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Salah satu upaya yang menjadi perhatian perusahaan adalah meminimalkan penggunaan karbon dan bahan bakar berbasis batu bara dalam proses produksi. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong kegiatan usaha yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Heriyanto juga menegaskan pentingnya prinsip People, Planet and Profit dalam menjalankan bisnis. Prinsip ini menekankan keseimbangan antara pengelolaan sumber daya manusia, perlindungan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kepemimpinan yang Beri Manfaat bagi Masyarakat
Pesan mengenai kepemimpinan yang berdampak juga disampaikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, melalui rekaman video yang ditayangkan dalam forum tersebut.
Dalam pemaparannya, ia mengangkat empat nilai kepemimpinan dalam tradisi Bugis-Makassar, yakni macca atau kecerdasan, warani atau keberanian mengambil keputusan, getteng atau ketegasan, serta malempu atau kejujuran.
Jusuf Kalla menekankan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengambil keputusan. Keberadaan perusahaan juga perlu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
“Kepemimpinan itu perlu memberi manfaat lebih luas, tidak hanya profit, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan, tumbuh bersama masyarakat, serta memenuhi prinsip Environment, Social, Governance (ESG),” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan pentingnya menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk mencapai target ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari setiap kegiatan operasionalnya.
Kesetaraan dan Kolaborasi Antargenerasi
Dalam sesi diskusi, Heriyanto turut menyoroti upaya mewujudkan kesetaraan dan keberagaman di lingkungan kerja, termasuk dalam membuka ruang bagi perempuan dan generasi muda untuk mengambil peran di perusahaan.
Menurut dia, komposisi tenaga kerja dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan keberagaman dan inklusivitas dalam organisasi. Peningkatan keterwakilan perempuan serta keterlibatan generasi muda, termasuk Generasi Z, perlu didukung dengan kesempatan berkembang yang setara.
“Untuk mewujudkan kesetaraan, terdapat sejumlah indikator yang dapat diperhatikan, antara lain peningkatan persentase karyawan perempuan dan keterlibatan anak muda atau Generasi Z dalam berbagai peran di perusahaan,” jelas Heriyanto.
Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat organisasi dalam menghadapi dinamika bisnis sekaligus menjaga daya saing perusahaan. Lingkungan kerja yang beragam dan inklusif, menurut dia, dapat menjadi salah satu fondasi untuk mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
Melalui partisipasinya dalam Makassar Leadership Summit 2026, PT Vale Indonesia menegaskan pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada hasil bisnis, tetapi juga mampu membangun sumber daya manusia, menjaga lingkungan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
News
Vale Serahkan Ijazah Paket C, Buka Peluang Kerja Warga Pomalaa
Sejumlah warga di sekitar wilayah operasional PT Vale Indonesia Tbk di Pomalaa mendapatkan kesempatan menuntaskan pendidikan setara SMA melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket C.
Jum'at, 09 Okt 2026 10:24
Ekbis
Vale Perluas Akses Pasar UMKM Lokal Lewat Rumah Oleh-Oleh Telaloa
PT Vale Indonesia melakukan peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Luwu Timur untuk mendukung UMKM lokal tumbuh dan berkembang.
Senin, 05 Okt 2026 17:44
News
Bukaan Lahan Tanamalia Melonjak 218 Persen, Satgas Karhutla Perketat Patroli
Luas bukaan lahan di kawasan hutan Loeha Raya-Tanamalia, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), melonjak 218 persen selama musim kemarau Juni–September 2026.
Jum'at, 02 Okt 2026 17:16
News
Jusuf Kalla, Menteri, hingga CEO Jadi Pembicara di Makassar Leadership Summit 2026
Pada sesi keynote, dua tokoh dijadwalkan tampil, yakni Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004–2009 dan 2014–2019, HM Jusuf Kalla, serta Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli.
Kamis, 01 Okt 2026 16:36
News
Kontribusi Tangani Gempa NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM
Kontribusi PT Vale Indonesia dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kamis, 01 Okt 2026 15:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
4
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
5
6 Bakal Calon Daftar Pilrek UNM, Panitia Lakukan Verifikasi Ulang Berkas
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
4
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
5
6 Bakal Calon Daftar Pilrek UNM, Panitia Lakukan Verifikasi Ulang Berkas