Polairud Luwu Timur Minta Pengguna Transportasi Air Waspada Kabut Asap
Kamis, 15 Okt 2026 12:16
Satuan Polairud Polres Luwu Timur meminta warga yang beraktivitas di perairan berhati-hati karena dampak kabur asap. Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Satuan Polairud Polres Luwu Timur meminta warga yang beraktivitas di perairan berhati-hati.
Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti wilayah Luwu Timur dan dapat membatasi jarak pandang.
Kasat Polairud Polres Luwu Timur, AKP Djemi Ramos mengatakan imbauan ini ditujukan bagi pengguna moda transportasi air.
"Kami tetap mengimbau masyarakat yang menggunakan moda transportasi air agar tetap berhati-hati jika kabut asap menghalangi pandangan di perairan," kata Djemi, Kamis (15/10/2026).
Hingga kini, kata dia, belum ada keluhan dari masyarakat terkait hal tersebut. "Sejauh ini belum ada laporan atau keluhan masyarakat yang menggunakan moda transportasi air akibat kiriman asap akibat karhutla di tempat lain," ujarnya.
Sebelumnya, BPBD Luwu Timur juga mengeluarkan imbauan. Namun, belum ada penetapan status sehingga belum ada kebijakan khusus, termasuk bagi siswa yang tetap bersekolah.
BPBD juga menyarankan warga memakai masker, terutama jenis N95, membatasi aktivitas di luar rumah bila tidak penting, dan memantau jarak pandang.
Jika pandangan terganggu dan asap kian pekat, sumber asap kemungkinan makin dekat.
BPBD menyatakan akan menyampaikan pembaruan setelah menerima data lanjutan dari BMKG dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan.
Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti wilayah Luwu Timur dan dapat membatasi jarak pandang.
Kasat Polairud Polres Luwu Timur, AKP Djemi Ramos mengatakan imbauan ini ditujukan bagi pengguna moda transportasi air.
"Kami tetap mengimbau masyarakat yang menggunakan moda transportasi air agar tetap berhati-hati jika kabut asap menghalangi pandangan di perairan," kata Djemi, Kamis (15/10/2026).
Hingga kini, kata dia, belum ada keluhan dari masyarakat terkait hal tersebut. "Sejauh ini belum ada laporan atau keluhan masyarakat yang menggunakan moda transportasi air akibat kiriman asap akibat karhutla di tempat lain," ujarnya.
Sebelumnya, BPBD Luwu Timur juga mengeluarkan imbauan. Namun, belum ada penetapan status sehingga belum ada kebijakan khusus, termasuk bagi siswa yang tetap bersekolah.
BPBD juga menyarankan warga memakai masker, terutama jenis N95, membatasi aktivitas di luar rumah bila tidak penting, dan memantau jarak pandang.
Jika pandangan terganggu dan asap kian pekat, sumber asap kemungkinan makin dekat.
BPBD menyatakan akan menyampaikan pembaruan setelah menerima data lanjutan dari BMKG dan BPBD Provinsi Sulawesi Selatan.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Brimob Parepare Bagikan Masker kepada Warga Ditengah Kepungan Kabut Asap
Ditengah kepungan kabut asap yang semakin pekat melanda Kota Parepare, Personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah titik, Rabu (14/10/2026).
Rabu, 14 Okt 2026 19:33
Sulsel
BPBD Luwu Timur Imbau Warga Pakai Masker saat Beraktivitas di Luar Rumah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur belum menetapkan status resmi terkait kabut asap yang menyelimuti wilayah Bumi Batara Guru.
Rabu, 14 Okt 2026 15:49
Sulsel
Akibat Kabut Asap, Pos Polair Parepare Bagikan Masker dan Himbau Nelayan
Pos Polair Parepare membagikan masker dan menghimbau kepada para nelayan untuk tetap mengutamakan keselamatan di tengah tebalnya kabut asap yang melanda perairan Parepare beberapa hari terakhir.
Selasa, 13 Okt 2026 11:54
Sulsel
Bupati Wajo Andi Rosman Himbau Warga Waspada ISPA Akibat Kabut Asap
Bupati Wajo, Andi Rosman, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan influenza menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Selasa, 13 Okt 2026 10:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Salurkan Bonus Rp609 Juta untuk Petani Kakao
2
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
3
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
4
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
5
GIIAS Makassar 2026 Hadirkan 14 Merek Kendaraan, Siap Pamerkan Teknologi Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Salurkan Bonus Rp609 Juta untuk Petani Kakao
2
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
3
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
4
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
5
GIIAS Makassar 2026 Hadirkan 14 Merek Kendaraan, Siap Pamerkan Teknologi Terbaru