Sekjen Golkar Sarmuji Ingatkan Anggota DPRD Tetap Loyal dan Selalu Hadir untuk Rakyat
Sabtu, 17 Okt 2026 18:33
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji memberikan materi Bimtek Anggota FPG DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Timur di Hotel Claro Makassar pada Sabtu (17/10/2026). Foto:
MAKASSAR - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menekankan pentingnya memahami konteks dan momentum politik masa kini dalam Bimbingan Teknis Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Timur di Hotel Claro Makassar pada Sabtu (17/10/2026).
Dalam pemaparannya, Sarmuji menyampaikan bahwa kemampuan membaca situasi politik adalah kunci utama bagi setiap kader dan politisi.
"Seorang politisi yang tidak memahami konteks dan momentum pasti akan tersesat langkahnya dan salah mengambil keputusan," ujarnya.
Sarmuji juga menguraikan perubahan orientasi kebijakan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dia bilang, program ekonomi Prabowo Subianto idak lagi dikendalikan oleh oligarki, melainkan lebih berorientasi pada ketahanan rakyat dengan corak kebijakan yang mengutamakan kepentingan sosial.
"Politisi harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi ini agar Partai Golkar tetap relevan dan hadir di tengah masyarakat," jelasnya.
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, Sarmuji menegaskan bahwa Golkar menjaga komitmen dan loyalitas politik terhadap mitra koalisi. Namun demikian, loyalitas tersebut tidak berarti melepaskan peran partai sebagai penampung aspirasi masyarakat.
"Kita berada dalam koalisi, tetap terikat pakta politik, tetapi di saat yang sama kita harus tampil sebagai partai aspiratif bagi rakyat. Kita melayani dua sisi sekaligus — menjaga loyalitas, namun tetap mengedepankan prinsip kepartaian dan kepentingan rakyat," tegasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek fraksi bukan sekadar forum peningkatan kapasitas, melainkan memiliki dua agenda utama strategis.
Pertama, mewujudkan amanah Musyawarah Nasional (Munas) dengan sukses mengawal dan memenangkan agenda pemerintah. Seluruh anggota fraksi dari pusat hingga daerah diinstruksikan untuk menyosialisasikan serta mengamankan seluruh program kerja pemerintah agar benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat bawah.
Kedua, memperkuat barisan internal partai. Konsolidasi di seluruh tingkatan legislatif dinilai penting untuk memperkuat soliditas sekaligus menjadi persiapan menghadapi Pemilu 2029.
"Tujuannya adalah membangun komitmen dan kekuatan bersama di seluruh tingkatan legislatif, mulai dari DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota, guna meningkatkan perolehan porsi kursi Golkar secara signifikan pada Pemilu 2029," tandas Sarmuji.
Dalam pemaparannya, Sarmuji menyampaikan bahwa kemampuan membaca situasi politik adalah kunci utama bagi setiap kader dan politisi.
"Seorang politisi yang tidak memahami konteks dan momentum pasti akan tersesat langkahnya dan salah mengambil keputusan," ujarnya.
Sarmuji juga menguraikan perubahan orientasi kebijakan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dia bilang, program ekonomi Prabowo Subianto idak lagi dikendalikan oleh oligarki, melainkan lebih berorientasi pada ketahanan rakyat dengan corak kebijakan yang mengutamakan kepentingan sosial.
"Politisi harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi ini agar Partai Golkar tetap relevan dan hadir di tengah masyarakat," jelasnya.
Sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, Sarmuji menegaskan bahwa Golkar menjaga komitmen dan loyalitas politik terhadap mitra koalisi. Namun demikian, loyalitas tersebut tidak berarti melepaskan peran partai sebagai penampung aspirasi masyarakat.
"Kita berada dalam koalisi, tetap terikat pakta politik, tetapi di saat yang sama kita harus tampil sebagai partai aspiratif bagi rakyat. Kita melayani dua sisi sekaligus — menjaga loyalitas, namun tetap mengedepankan prinsip kepartaian dan kepentingan rakyat," tegasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek fraksi bukan sekadar forum peningkatan kapasitas, melainkan memiliki dua agenda utama strategis.
Pertama, mewujudkan amanah Musyawarah Nasional (Munas) dengan sukses mengawal dan memenangkan agenda pemerintah. Seluruh anggota fraksi dari pusat hingga daerah diinstruksikan untuk menyosialisasikan serta mengamankan seluruh program kerja pemerintah agar benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat bawah.
Kedua, memperkuat barisan internal partai. Konsolidasi di seluruh tingkatan legislatif dinilai penting untuk memperkuat soliditas sekaligus menjadi persiapan menghadapi Pemilu 2029.
"Tujuannya adalah membangun komitmen dan kekuatan bersama di seluruh tingkatan legislatif, mulai dari DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota, guna meningkatkan perolehan porsi kursi Golkar secara signifikan pada Pemilu 2029," tandas Sarmuji.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Rakornis dan Bimtek di Makassar, Golkar Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029
Partai Golkar menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia Timur di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 16–18 Oktober 2026.
Jum'at, 16 Okt 2026 21:38
Sulsel
DPP Golkar Yakin IAS Bisa Capai Target Tambah Kursi DPR RI 50 Persen di Sulsel
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sangat yakin DPD I Partai Golkar Sulsel di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) akan mewujudkan target tambahan kursi 50 persen untuk DPR RI pada Pemilu 2029 mendatang.
Jum'at, 16 Okt 2026 19:12
News
Musda XI Golkar Maros Dijadwalkan 1 November
DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mematangkan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Maros yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026.
Selasa, 13 Okt 2026 15:59
News
Idrus Marham Pertanyakan Objektivitas Survei Celios dalam Menilai Kinerja Menteri Bahlil
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham mengkritik hasil evaluasi kinerja kabinet yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan.
Senin, 12 Okt 2026 22:44
Sulsel
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mematok target tinggi usai dilantik untuk periode kelimanya memimpin partai ini. Ia dikukuhkan langsung oleh Ketum DPP Zulkifli Hasan di Makassar pada Rabu (7/10/2026).
Rabu, 07 Okt 2026 18:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Rakornis dan Bimtek di Makassar, Golkar Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029
3
Antusiasme Fun Walk HUT Semen Tonasa Tinggi, Peserta Diminta Utamakan Kesehatan
4
Komitmen Berdiri di Atas Kebenaran, Sikap Kakak dan Adik Kandung Husniah Talenrang Layak Dicontoh
5
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Rakornis dan Bimtek di Makassar, Golkar Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029
3
Antusiasme Fun Walk HUT Semen Tonasa Tinggi, Peserta Diminta Utamakan Kesehatan
4
Komitmen Berdiri di Atas Kebenaran, Sikap Kakak dan Adik Kandung Husniah Talenrang Layak Dicontoh
5
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji