Helat Forkot 2026, KORMI Makassar Targetkan 5.000 Peserta

Kamis, 15 Okt 2026 22:22
Helat Forkot 2026, KORMI Makassar Targetkan 5.000 Peserta
Ketupat Forkot KORMI, Abdi Gunawan (kiri) dan Ketua KORMI Kota Makassar, Andi Ryan Adrianto, di salah satu kafe, Kamis (15/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar menargetkan 3.000 hingga 5.000 peserta meramaikan Festival Olahraga Kota Makassar (Forkot) 2026. Kegiatan ini akan dipusatkan di Anjungan Pantai Losari pada Sabtu (17/10/2026).

Ketua KORMI Kota Makassar, Andi Ryan Adrianto, mengatakan Forkot menjadi penyelenggaraan perdana festival olahraga rekreasi tingkat kota tersebut. Kegiatan ini melibatkan 23 induk organisasi olahraga (Inorga) yang berada di bawah naungan KORMI Makassar.

Ryan mengatakan, Forkot menjadi wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga yang berorientasi pada kesehatan dan kebugaran.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul kondisi kualitas udara di Makassar yang kurang baik.

“KORMI Kota Makassar menghadirkan olahraga masyarakat yang baik untuk kesehatan dan kebugaran,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Sebanyak 23 Inorga yang terlibat terbagi dalam tiga komisi, yakni Komisi Olahraga Kesehatan dan Kebugaran (OKK), Komisi Olahraga Petualangan dan Tantangan (OPT), serta Komisi Olahraga Tradisional dan Kebudayaan (OTKB).

Komisi OKK mencakup kegiatan seperti aerobik, Zumba, senam kreasi, dan aktivitas Yayasan Jantung Indonesia. Sementara itu, komisi OPT melibatkan sejumlah olahraga petualangan dan tantangan, sedangkan OTKB menaungi olahraga tradisional, pencak silat, serta komunitas sepeda ontel.

Menurut Ryan, para penggiat olahraga yang terlibat berasal dari 15 kecamatan di Makassar. Melalui Forkot, KORMI ingin memperluas partisipasi masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya komunitas olahraga hingga tingkat kecamatan.

"Insyaallah KORMI bisa hadir di tingkat kecamatan. Artinya, kami sudah melakukan sosialisasi dan output-nya adalah melahirkan para penggiat di tingkat kecamatan yang nantinya akan diperlombakan ke tingkat Korda dan Fornas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Forkot KORMI, Abdi Gunawan, menjelaskan rangkaian perlombaan sebenarnya telah dimulai sejak 11 Oktober 2026. Hingga saat ini, empat Inorga telah melaksanakan pertandingan, sedangkan organisasi lainnya dijadwalkan menggelar perlombaan setelah upacara pembukaan pada 17 Oktober mendatang.

Pembukaan Forkot di Anjungan Pantai Losari akan dirangkaikan dengan senam bersama dan kegiatan kuliner UMKM. Panitia melibatkan pelaku UMKM dari 15 kecamatan, dengan masing-masing kecamatan mengirimkan satu hingga dua UMKM.

Abdi menyebut, jumlah peserta dari 23 Inorga diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 orang. Dalam penyelenggaraan perdana ini, panitia menyiapkan total 486 medali emas, perak, dan perunggu untuk berbagai kategori perlombaan.

“Medali yang diperebutkan untuk Forkot pertama ini totalnya 486 medali, emas, perak, dan perunggu. Setiap Inorga mempertandingkan atau memperlombakan tiga kategori, dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah,” ungkapnya.

Berbeda dengan festival yang terpusat di satu lokasi, perlombaan Forkot tersebar di sejumlah tempat di Makassar. Lokasinya antara lain Lapangan Karebosi, GOR Sudiang, Mal Phinisi, Haddin Stable Unhas, Lapangan Masjid Agung 45, dan Panakkukang Square.

Abdi mengatakan, penyebaran lokasi perlombaan tersebut bertujuan agar kegiatan olahraga masyarakat dapat menjangkau berbagai wilayah di Makassar.

Peserta Forkot juga berasal dari beragam kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Sejumlah cabang menyediakan kategori khusus, termasuk kompetisi line dance untuk peserta berusia 50 tahun ke atas.

Selain olahraga modern, Forkot akan menampilkan berbagai permainan tradisional dalam pembukaan pada 17 Oktober. Permainan tersebut antara lain dende, lari baseh-na, lompat tali, engrang, gasing, hadang, dan bakia.
(MAN)
Berita Terbaru